Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Lucy


__ADS_3

"Rekaman cctv tadi malam lo udah dapat?" tanya Nathan kepada Vino.


"Ada" jawab Vino sambil mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan memberikannya kepada Nathan karna memang rekaman itu sudah ia salin di ponselnya.


Nathan menerima ponsel itu dan melihat rekaman itu tapi sayangnya orang yang memukul istrinya itu tidak terlalu terlihat. Nathan langsung menelpon pengacaranya.


Menghubungkan.....


"Halo pak" ucap Lucy pengacara Nathan yang di bawa ke amerika.


"Kau selidiki masalah rekaman yang aku kirim menggunakan nomor Vino itu.....dan pastikan dia mendapatkan hukuman yang setimpal" perintah Nathan.


Lucy yang mendengar itu langsung membuka ponselnya dan benar saja Nathan sudah mengirimkan rekaman itu menggunakan ponsel Vino kepadanya.


"Baik pak akan saya cari segera" jawab Lucy. Nathan langsung mematikan telpon itu dan memberikan ponsel milik Vino dan memasukkan ponsel miliknya ke dalam sakunya dan mendudukkan tubuhnya di depan ruangan sang istri.

__ADS_1


"Sayang liat aku vidio itu" ucap Erina menengadahkan tangannya meminta ponsel itu. Vino memberinya. Andita mendekat ke dekat Amel karna dia juga ingin melihatnya.


"Siapa yang berani mukul Ara dari belakang?" ketus Andita yang sudah emosi. Nathan tidak memperdulikannya dia menundukkan kepalanya dan tangannya mengusap ngusap wajahnya.


Menyesal,,hawatir,,,sedih,,,sakit Semua di rasakannya saat melihat orang yang ia cintai berbaring tak berdaya di atas temat tidur rumah sakit itu. Nathan baru ingat jika rumah sakit yang mereka kunjungi untuk memeriksa Ara kemarin mengatakan bahwa Ara tidak kenapa kenapa tapi kenapa sekarang Ara malah dinyatakan kekurangan darah saat masuk ke rumah sakit berbeda. Apa ini ada hubungannya dengan orang yang memukulnya?.


"Vin...lo pulang aja ajak Erina sama Andita pulang....sekalian nanti lo cari tau kenapa rumah sakit kemaren tempat kita meriksa Ara bilang kalo Ara gak kenapa napa" perintah Nathan karna sekarang dia sedang ingin menjaga sang istri.


"Tapi kak kita mau jagain Ara" bantah Andita.


"Biar kak Nathan aja yang jagain Ara...ayo kita pulang" ajak Erina. Andita terpaksa mengiyakannya meskipun dia masih ingin menemani Ara tapi mau bagai mana lagi hari sudah mulai larut dan juga itu permintaan Nathan.


Mereka pun kembali ke apartemen mereka dan Nathan sendiri lah yang menjaga Ara di rumah sakit. Nathan nampak mondar mandir di depan ruangan operasi sang istri sedari tadi dan tidak lama kemudian dokter yang mengoperasinya pun keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Nathan yang nampak hawatir.

__ADS_1


"Operasinya berjalan dengan baik tuan" jawab dokter itu sambil melebarkan senyumannya.


"Mana istri saya dok?" tanya Nathan.


"Masih di urus untuk pemindahan ke ruangan rawat tuan" jawab dokter itu.


"Terima kasih dok....terima kasih" ucap Nathan sambil menyalami tangan dokter itu.


"Sama sama pak" jawab dokter itu sambil melebarkan senyumannya.


Ckleekkk


Pintu ruangan itu terbuka dan terlihat lah Ara berbaring di atas roling tempat tidur itu yang belum sadarkan diri di bawa oleh para perawat ke ruang rawat. Nathan mengikutinya dan dokter itu mengerti dan memahaminya dan memilih untuk berlalu ke ruangannya.


Setelah memindahkan Ara para perawat tadi berpamitan untuk kembali ke pekerjaan mereka dan Nathan mengizinkannya. Nathan mendudukkan tubuhnya di kursi sebelah rajang istrinya itu dan menatap lekat wanita yang terbaring lemah di hadapannya itu.

__ADS_1


"Aku bakal mastiin orang yang nyelakain kamu ini bakal dapet balasan yang lebih dari ini sayang" ucap Nathan sambil menggenggam tangan istrinya itu dan mencium tangan itu.


__ADS_2