
Ara membuka box yang berisikan kue yang sempat di bawakan Arfel untuknya dan menghitungnya. setelah dia menghitung kue di dalam box tersebut dia menghitung orang yang ada di ruangannya tersebut dan kue yang sempat di bawa oleh arfel tadi ternyata kelebihan satu karna arfel membawanya sebelas sedangkan yang ada di ruangan tersebut hanya delapan orang dan tadi sempat di makan oleh Erina dan Andita.
Ara membagikan kue tersebut kepada seluruh orang yang berada di ruangan tersebut dan semuanya menerima kue tersebut tapi tidak dengan nathan yang hanya melihat dan tidak mengambilnya ara sedikit kesal karna nathan tidak mengambil kue tersebut.
"Ambil" ucap ara dengan suara sedikit membentak tapi nathan hanya melihatnya.
"Lo gak mau?" tanya ara kepada nathan tapi nathan tidak menjawab perkataan ara.
"Nathan" panggil ara lagi karna sedari tadi nathan hanya menatapnya.
"Hemm" jawab nathan sedikit kalang kabut karna sedari tadi dirinya melamun.
"Ini ambil....pegel tau bediri" ucap ara sedikit kesal padahal dia tidak terlalu lama berdiri di hadapan nathan. Nathan pun mengambil satu kue tersebut ara yang sudah selesai membagikan kue itu kepada semua orang di ruangan tersebut langsung beranjak ke ranjangnya dan menyantap kuenya tersebut dengan lahap. semua orang di ruangan tersebut pun terlihat memakan kue yang di bagikan oleh ara tadi termasuk arfel.
"Enak?" tanya arfel yang duduk di atas kursi di sebelah ara. ara hanya mengangguk dan tersenyum kepada arfel. arfel pun membalas senyumannya. Arfel yang baru sadar jika sedari tadi ara tidak memakai infus langsung menatap ke arah ara. ara sedikit risih akan tatapan arfel itu.
"Lo kenapa ngeliatin gw kayak gitu?" tanya ara kepada arfel.
"Lo kenapa gak make infusnya?" tanya arfel kembali.
"Tadi sempet gw lepasin dan belum gw pake lagi" jawab ara akan pertanyaan arfel tadi.
"Yaudah pake" ucap arfel.
"Gw sebenernya males banget pake infus fel" ucap ara dan mengehentikan makannya.
"Kenapa?" tanya arfel sedikit bingung tapi ara tidak menjawab apa apa. arfel mencoba membantu ara untuk memasang infusnya. sedangkan nathan yang sedari tadi menatap ke arah arfel dan juga ara sedikit kesal. ntah kenapa nathan kesal. Nathan pun mengingat sesuatu yaitu ponsel ara yang sempat dia ambil tadi.
__ADS_1
"Ini ponsel lo" ucap nathan sambil menyodorkan ponsel ara kepada sang pemilik. ara dan arfel yang di sibukkan karna memasang infus pun langsung menatap ke arah nathan. ara pun langsung mengambil ponsel miliknya tersebut dengan senyum bahagia karna itu satu satunya yang bisa membuatnya sedikit menghilangkan rindunya kepada dewa.
"Makasih" ucap ara kepada nathan dengan senyumannya. tapi nathan tidak menjawabnya ataupun membalas senyuman ara. Ara menyalakan ponselnya tersebut dan dia melihat jika walpaper ponselnya itu sudah tertukar.
"Kenapa nih?" tanya ara seperti berbisik saat melihat wallpapernya sudah tidak potonya dan dewa lagi melainkan poto pemandangan.
Arfel yang sedikit mendengar ucapan ara langsung memperhatikan ara.
"Kenapa?" tanya arfel kepada ara yang sedang mengotak atik ponsel miliknya tersebut.
"Huh masih ada semua" ucap ara lega tapi masih sedikit bingung. arfel yang tidak menerima jawaban dari ara langsung memukul pelan bahu kiri ara.
"Hey.....kamu kenapa?" tanya nya lagi kepada ara yang membuat ara sedikit kaget.
"Lo ngagetin gw aja" ucap ara dengan suara yang meninggi karna ara memang seperti itu jika dia kaget. semua orang yang tadinya sibuk sendiri langsung menoleh ke ara.
"Kenapa lo?" teriak Andita yang sedikit berjauhan dari ara.
"Lo kenapa?" tanya arfel. ara sedikit bingung karna dia memang tidak kenapa napa.
"Kenapa?" tanyanya balik kepada arfel.
"Tadi pas lo nyalain ponsel lo trus lo bilang sesuatu....emangnya lo bilang apa?" jelas arfel kepada ara. ara terlihat mengingat apa yang dia katakan dan akhirnya dia ingat.
"Oohh itu tadi gw pikir semua poto gw sama kak dewa ilang.....karna wallpapernya gak sama" jawab ara kepada arfel dan kembali mengotak atik ponsel miliknya itu.
Arfel hanya mengangguk paham. arfel yang melihat ara tidak lagi memakan kue yang sempat ia bawa tadi langsung menanyakan kepada ara.
__ADS_1
"Kenapa gak di makan lagi?" tanya arfel.
"Apa?" tanya ara dengan mengalihkan pandanganya ke arah arfel.
"Ini kuenya" jawab arfel sambil menyodorkan kue tersebut.
"Oiya gw lupa" jawab ara sambil menyengir kuda dan menampakkan gigi nya yang tertata rapi. tapi ara tidak langsung mengambilnya dia hanya menatap ke arah kue tersebut.
"Kenapa?" tanya arfel bingung sebab ara tidak memakan ataupun mengambilnya.
"Suapin gw" ucap ara karna dia sedikit kesusahan karna tangannya satu patah dan satu lagi memegang ponsel yang menampakkan poto dewa dan juga dirinya.
Arfel terkekeh "Bilang kek dari tadi" ucap arfel dan langsung membuka kembali box yang tertutup itu.
"Sendoknya itu" ucap ara sambil menunjuk ke arah rantang yang sudah di bersihkan oleh bi nur tadi. arfel segera mengambil sendok tersebut dan kembali duduk di atas kursi yang terletak di samping ranjang ara.
"Buka mulutnya" perintah arfel dan ara langsung membuka mulutnya dan sedikit membungkuk karna Arfel duduk nya tidak sejajar denganya.
"Duduk sini aja" perintah ara sambil memukul ranjang dan menyuruh arfel duduk di sana. Nathan yang melihat ara menyuruh arfel duduk di atas ranjangnya karna arfel ingin menyuapinya makan pun terlihat sedikit kesal.
"Shittt gw tadi malam di suruh duduk di bawah nyuapin dia makan" umpat nathan di dalam hatinya.
Arfel segera duduk di atas ranjang tersebut dan kembali menyuapi ara makan kue tadi. ara menerima suapan demi suapan dari arfel tanpa melihat ke arah arfel. ara hanya sibuk memandangi poto dewa yang ada di ponselnya dan melihat lihat kenangan kenangannya bersama dewa sambil tertawa kecil. arfel dan juga nathan hanya melihat ara tertawa sedangkan yang lain sibuk sendiri. arfel sedikit penasaran akan apa yang dilihat oleh ara. diapun memajukan kepalanya dan melihat apa yang di lihat oleh ara.
"Lo lagi ngeliatin apa?" tanya arfel dengan wajah yang mendekat dengan ara dan itu membuat ara sedikit kaget.
"Lo ngagetin gw aja" bentak ara kepada arfel.
__ADS_1
"Maap" ucap arfel datar tapi pandanganya masih melihat ke arah ponsel milik ara.
"Nih liat" tunjuk ara kepada arfel dan kembali fokus kelayar ponsel yang menampakkan vidio dewa yang sedang menari nari seperti anak kecil. Ara kembali terkekeh melihat vidio itu.