Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Ara menghilang dari ruangan


__ADS_3

"Iya buat apa gw boong" jawab nathan kepada ara.


"Kapan selesainya?" tanya ara kepada nathan.


"Nanti gw ambil" jawab nathan. Ara menundukkan kepalanya dan merasa sedih karna sepertinya uangnya tidak cukup untuk menebus ponselnya.


Nathan yang melihat ara sedih lagipun langsung bertanya. "Kenapa lagi?" tanya nathan kepada ara.


"Uang gw tinggal dikit....kayaknya gak cukup buat ambil ponsel gw deh" ucap ara yang masih menundukkan kepalanya.


"Udah.....pake duit gw aja" ucap nathan ara yang mendengarnya pun langsung mengangkat kepalanya menatap ke arah nathan.


"Gak usah....biar nanti kalo gw udah ada uang aja gw ambil ponsel gw" ucap ara. karna ara tidak bisa menerima bantuan dari orng lain.


Sedangkan nathan hanya diam dan tidak menjawab perkataan ara. Nathan menguap dan melihat jam yang ada di tangannya. "Jam 02:30 pagi" guman nathan sambil menguap lagi. ara yang melihat nathan menguap pun merasa sedikit bersalah karna menurut ara dia lah penyebab nathan tidak istirahat.


"Lo kalo capek istirahat aja" ucap ara sambil tersenyum kepada nathan.


"Lo gapapa?" tanya nathan.


"Emang gw kenapa?" tanya ara becanda. tapi nathan menatapnya dengan tatapan tak suka.


"Gw becanda.......udah tidur aja....gw gapapa kok" jawab ara sambil tersenyum.


Nathan tidak menjawab apa apa akan ucapan ara tadi dan dia langsung menundukkan kepalanya di atas tanganta dan meletakkannya di ranjang ara. tidak memerlukan waktu lama nathan langsung tertidur pulas karna dia sangat mengantuk.


Ara langsung menyenderkan tubuhnya ke ranjangnya. dia menatap ke langit langit kamar rumah sakit dengan pikiran kacau. "Kak dewa.....kakak apa kabar?" ucap ara dengan suara kecil dan melebarkan senyumannya.


"Sebenci itu ya mami sama papi ke ara" ucap ara sedih dan dia tidak sadar jika air matanya jatuh sendiri akibat memikirkan kepergian dewa dan kedua orang tuanya.


Jam menunjukkan pukul 05:00 tapi ara tidak tidur dari tadi karna dia banyak pikiran. Terlihat bi nur yang bangun dari tidurnya dan langsung menatap ke arah ara. "Non udah bangun" tanya bi nur yang membuat ara sedikit kaget.


"Eh bibi...iya bi ara udah bangun" ucap ara kepada bi nur sambil tersenyum.


Bi nur pun langsung membalas senyuman ara dan berdiri menghampiri ranjang yang di tempati ara. "Non udah makan?" tanya bi nur yang sudah berdiri di samping kiri ara.

__ADS_1


"Udah bi....nih" jawab ara sambil tersenyum dan menunjukkan bekas rantang makannan yang belum sempat di letakkan oleh nathan.


"Non ngambil sendiri?" tanya bi nur. belum sempat ara menjawab bi nur sudah mengomelinya.


"Non kenapa gak bangunin bibi kalo mau makan.....kan non baru sembuh gak boleh banyak gerak ntar luka di dahi non gak sembuh sembuh" omel bi nur kepada ara. ara tersenyum kecil dan menjawab perkataan bi nur yang mengomelinya.


"Bukan ara yang ambil bi....tapi nathan yang bantu tadi" jawab ara kepada bi nur dengan senyum yang mesih mengembang di wajah cantiknya itu. bi nur merasa bersalah karna dia sudah mengomeli anak majikannya tersebut.


"Maapin bibi non....bibi gak tau kalo non di bantu den nathan" jawab bi jur dengan menundukkan pandangannya.


"Udah bibi gak usah minta maap.....ara gak suka ya kalo bibi gini" ucap ara dengan bibir manyunnya. bi nur yang mendengar perkataan ara pun langsung melihat ke arah ara.


"Non masih laper?" tanya bi nur sedangkan ara hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Bibi kenapa bangun?" tanya ara.


"Bibi mau sholat subuh non" jawab bi nur.


"Ara mau ikut....bibi bantuin ara" ucap ara. bi nur mengiyakan perkataan ara dan membantu ara untuk mengambil wudhu dengan cara tayamum. ara dan bi nur pun melaksanakan sholat subuh nya di mushola rumah sakit.


"Nak" ucap nita sambil memegang bahu nathan. nathan langsung terbangun dan mengangkat sedikit kepalanya.


"Nak" panggil nita lagi.


"Iya bunda" jawab nathan dengan mata yabg masih mengantuk tapi dia tetap menatap ke arah sang ibu.


"Ara mana?" tanya nita kepada nathan.


"Ini" jawab nathan dengan melihat ke arah tempat ara tapi tidak terdapat ara di sana.


"Mana?" tanya nita ketus. Nathan langsung membulatkan matanya karna ara menghilang.


"Tadi ada kok bun di sini" jawab nathan.


Nathan sedang berfikir karna dia kehilangan ara. "Tadi dia beneran disini.....kok gak sekarang gak ada ya? kok bisa dia menghilang dari ruangan?" guman nathan dalam hati. nita yang melihat nathan melamunpun sedikit kesal karna nathan tidak ada sedikitpun niat untuk mencari ara.

__ADS_1


"Ngapain ngelamun......cepetan cari ara" perintah nita dan nathan langsung melihat ke arah jam tangannya.


"jam 05:15" ucap nathan dalam hati. nita yang melihat nathan tidak bergerak sedikit pun langsung memukul bahu sang anak tidak terlalu keras.


"Cepetan cari ara" bentak nita dengan suara yang tinggi. Erina yang berada tidak terlalu jauh dari nita pun terbangun.


"Kenapa sih ra?" tanya Erina dengan mata masih tertutup dan bergerak ke belakang. nita dan nathan yang mendengar suara Erina pun langsung melihat ke arah Erina.


Brukkkk....


Erima terjatuh ke atas lantai. Nita yang melihat Erina terjatuh pun langsung menghampiri Erina. "Auuuu" rengek Erina dengan memegang bokongnya.


"Kamu gapapa nak?" tanya nita kepada Erina dan membantunya berdiri.


"Erina gapapa kok bun" jawab Erina kepada nita.


Nita membantu Erina untuk berdiri dan dia tidak melihat nathan pergi untuk mencari ara. "Kamu ngapain masih di sana?" tanya nita.


"Nathan mau subuh dulu bun" ucap nathan kepada nita. nita membesarkan matanya menatap ke arah nathan.


"Iya...iyaa bunda" ucap nathan dan langsung berlalu keluar ruangan untuk mencari ara.


Erina yang bungung bingung melihat tingkah nathan dan nita pun langsung bertanya. "Kenapa kak nathan di marahin bun?" tanya Erina seperti orang yang sudah kenal lama dengan nita dan keluarga.


"Dia bunda suruh nyariin ara" jawab nita.


Erina yang mendengar perkataan nita langsung menatap ke ranjang ara tapi dia tidak menemukan ara. "Emang ara kemana bun?" tanya amel cemas.


"Bunda belum tau.....makanya bunda suruh nathan cariin ara" jelas nita.


"Erina mau cari ara juga bun" pamit Erina dan langsung meninggalkan ruangan ara.


Di musholla terlihat ara sedang melaksanakan sholat dengan khusyuk. Nathan mencari ara ke taman tapi dia tidak menemukan ara di sana dan nathan pun memutuskan untuk melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu karna takut jika waktu subuh nanti habis.


Nathan sudah sampai di musholla dan langsung mengambil air wudhu. setelah mengambil air wudhu nathan langsung masuk ke dalam musholla tanpa memperdulikan siapapun yang ada di dalam musholla tersebut. nathan tidak sadar jika tadi dia lewat di samping ara.

__ADS_1


Ara baru saja menyelesaikan sholat nya begitupun bi nur. "Non ayo" ajak bi nur ara yang mendengar ajakan dari bi nur pun langsung menatap ke arah bi nur.


__ADS_2