Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Mau


__ADS_3

"Baiklah" jawab Rizal yang juga tidak bisa memaksa kehendak Ara. Ara sebenar nya sangat tidak ingin mengurus perusahaan itu tapi itu adalah warisan kedua orang tua nya dan itu juga peninggalan dari orang tua nya makanya dia mau mengurus nya.


"Paman" panggil Ara yang mencoba memulai percakapan lagi.


"Iya sayang" jawab Rizal dan menoleh ke arah Ara.


"Ara gak mau ngurus perusahaan, Biar Sheyla saja yang mengurus nya" ucap Ara yang sudah kembali berubah pikiran akan niat awal nya. Rizal menatap heran akan keponakan nya itu.


"Kenapa? bukan nya tadi kamu mau ngurus perusahaan?" tanya Rizal dengan menatap lekat keponakan nya itu.


"Ara mau pokus mengurus Nathan saja, Biar Sheyla saja yang mengurus perusahaan dan hasil nya di berikan kepada panti" jelas Ara karna memang dia harus mencoba menjadi istri yang baik untuk suami nya di tambah lagi selama ini sikap nya sangat tidak baik kepada Nathan.


"Kamu yakin?" tanya Rizal dengan menatap lekat Ara. Ara mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap paman nya itu.


"Bibi tidak setuju" suara Nur menghentikan senyum yang terukir di wajah Ara dan membuat Ara menoleh ke arah Nur dan Mamat begitupun dengan Rizal sedangkan Kya dan Rafael sudah berlalu karna Rafael belum membersihkan tubuh nya.


"Bibi tidak setuju akan ucapan mu itu" ucap Nur sangat tidak menyetujui itu di tambah lagi dia Sekarang tidak menyukai Sheyla.


"Kenapa bi?" tanya Ara dengan menatap lekat Nur.


"Keluarga nya sudah jahat dengan mu dan hampir mencelakakan paman mu juga" jawab Nur dan berjalan mendekat ke arah Ara dan yang lain. Nathan yang baru keluar dari kamar pun bisa mendengar ucapan bi Nur dan memilih untuk berdiri di sana terlebih dahulu.


"Tapi dia kakak Ara" ucap Ara dengan menatap Nur dengan tatapan sedih karna Nur tidak bisa menerima Sheyla.


"Tapi keluarga nya sudah jahat kepada mu" jawab Nur dan mendudukkan tubuh nya di samping Ara.

__ADS_1


"Tapi dia tidak tau tentang Teo dan Windi yang jahat kepada Ara, Dia selalu baik dengan Ara" jelas Ara dengan tatapan sayu dan berharap jika Nur tidak dendam dan membenci Sheyla karna Sheyla tidak tau sama sekali masalah itu.


"Tapi nak..." ucap Nur yang terpotong oleh Ara.


"Bi, Ara mohon, Bibi selalu mengajarkan Ara untuk tidak dendam dengan siapapun tapi bibi dendam dengan Sheyla yang tidak tau apa apa" jelas Ara dengan menatap lekat wajah Nur.


"Tapi nak..." ucap Nur yang kembali terpotong oleh Ara.


"Ara mohon, Dia masih keluarga kita" potong Ara dengan menatap lekat Nur.


"Dia selalu memikirkan orang" guman Nathan yang sedikit tersentuh akan pemikiran sang istri.


"Ara mohon" ucap Ara lagi dengan menggenggam erat tangan Nur.


"Biarkan saja dia mengizinkan Sheyla, Karna Sheyla memang tidak tau masalah ini" ucap Mamat yang juga setuju akan masukan Ara. Nur dan Ara menoleh ke arah Mamat dan setelah itu mereka menatap satu sama lain. Ara tersenyum mengangguk untuk membujuk Nur dan berharap Nur menyetujui nya.


"Makasih bi" ucap Ara yang berada di dalam pelukan Nur. Nur tidak menjawab dan mengusap lembut kepala keponakan nya itu dengan penuh kasih sayang.


"Bahagia sekali senyum nya" guman Nathan yang juga ikut tersenyum saat melihat senyum sang istri, Nathan langsung turun dari tangga itu dan menghampiri banyak orng yang ada di bawah.


"Kenapa kamu memeluk bibi?" tanya Nathan dengan menarik pelan kepala istri nya itu sampai terlepas dari Nur karna dia tau jika di sana suasana sedang haru.


"Kamu ini" ketus Ara dan memukul tangan sng suami yang berada di atas kepala nya tapi tidak kena dan malah terkena dan terpukul kepala nya.


"Tidak kena" ucap Nathan dengan mengejek sang istri.

__ADS_1


"Is, Kamu ini" ketus Ara dengan memegang kepala nya yang ia pukul sendiri, Ara beranjak berdiri ingin memukul sang suami kembali tapi kaki nya malah tersangkut di kepala kursi karna dia memanjat, Nathan pun langsung menangkap tubuh sng istri yang hampir terjatuh akibat tersandung di kepala kursi.


"Keponakan paman sudah bisa mesra mesraan di depan paman" ejek Rizal kepada Ara yang sedang berada di pelukan Nathan. Nathan yang mendengar itu pun langsung membimbing istri tercinta nya itu berdiri tegak di dekat nya.


"Makanya hati hati, Jadi malukan dengan paman dan yang lain" bisik Nathan di telinga sang istri Karna dia tidak enak di lihat oleh Rizal, Nur, Dan Mamat.


"Ini juga gara gara kamu" jawab Ara yang tidak ingin di salah kan.


"Sudah sudah, Kalian berdua selalu saja bertengkar, Kalian kan sudah besar tidak boleh bertengkar lagi" ucap Nur yang menghentikan perdebatan Nathan dan juga Ara. Ara menoleh ke arah Nur dan setelah itu tersenyum menyengir begitupun dengan Nathan yang juga ikut tersenyum.


"Paman, Bibi, Nathan berangkat kerja dulu" pamit Nathan kepada Rizal, Kya yang sudah ada di sana dan juga Nur dan Mamat.


"Iya, Hati hati" jawab Kya dengan melebarkan senyuman nya kepada Nathan. Nathan membalas ucapan itu dengan senyum yang juga tidak kalah mengembang dan ingin berlalu tanpa berpamitan dengan istri nya dan Ara juga seperti nya tidak berniat ingin bersalam dengan suami nya itu.


"Aku ikut" teriak Ara yang membuat langkah kaki Nathan terhenti tepat di dekat pintu, Ara langsung menyalami semua orang yang ada di sana dan terakhir mencium Rafael dan setelah itu dia langsung menyusul suami nya yang berada di dekat pintu.


"Ayo" ajak Ara dengan menarik tangan kekar suami nya untuk berlalu, Nathan mengiyakan nya dan mengikuti istri nya itu menuju ke luar. Nathan masuk ke dalam mobil nya begitupun dengan Ara yang juga ikut masuk ke dalam mobil di samping kemudi.


"Kamu mau ke rumah bunda?" tanya Nathan kepada Ara.


"Kau mau kemana?" tanya balik Ara kepada Nathan.


"Aku seperti nya langsung ke kantor" jawab Nathan karna sudah lama sekali dia tidak ke kantor karna mengurus istri nya itu.


"Yasudah, Aku ikut" jawab Ara dan langsung duduk sempurna. Nathan menoleh ke arah istri nya itu dengan tatapan bingung karna tidak biasa nya wanita itu ingin ikut dengan nya ke kantor. Nathan mendekat ke arah istri nya itu dan membuat Ara terkejut.

__ADS_1


"Mau apa kamu?" teriak Ara tepat di telinga Nathan dan membuat Nathan sedikit kesakitan telinga mendengar nya.


__ADS_2