
"Kenapa kau menangis?" tanya Roky kepada Ara dengan menatap lekat wajah Ara yang mengekuarkan air mata itu. Ara berusaha melepaskan tangan nya dari sang suami hingga terlepas.
"Dia bukan anak mu, Dia anak ku dan kak Roky, Ayo" jawab Ara dan langsung berlalu dari sana dengan mengajak Roky. Roky menatap heran ke arah Ara dan setelah itu dia menatap ke arah Nathan.
"Tidak mungkin itu anak nya, Kemarin saja dia bilang jika dia adalah om Yuna" guman Nathan yang tidak percaya akan jawaban istri nya itu.
"Hey kenapa kau?" tanya Roky kepada Ara dengan menatap lekat Ara.
"Aku ingin pulang" jawab Ara akan pertanyan Roky itu dengan wajah yang ingin menangis.
"Iya, iya kita pulang, Jangan nangis" jawab Roky dan naik ke atas motor.
"Ibu menangis?" tanya Yuna kepada Ara dengan meraba wajah Ara tapi tidak ada air mata di wajah ibu nya itu.
"Ibu tidak nangis, Om mu saja yang lebay bilang menangis" jawab Ara dan naik ke atas motor. Nathan baru sampai di luar dan melihat istri nya sudah naik ke atas motor.
"Tunggu sebentar" ucap Nathan menghentikan Roky yang ingin melajukan motor itu, Roky menghentikan niat nya dan Nathan pun berjalan mendekat sang istri.
"Ayo pulang bersama ku, Bunda menunggu mu di rumah" ucap Nathan kepada sang istri yang sedang tidak menatap nya itu.
"Aku sudah menikah dan memiliki keluarga" jawab Ara akan ajakan Nathan itu.
"Dia bilang dia om Yuna bukan ayah Yuna dan kau tidak mengenakan cincin nikah, Aku tidak percaya jika kau sudah menikah" jawab Nathan yang sedari tadi memperhatikan sang istri dari atas hingga bawah. Ara tidak menjawab nya dan memilih untuk diam dan kembali meneteskan air mata nya.
Roky menatap Nathan dan Ara secara bergantian dan mengerti apa maksdu Nathan itu dan dia yakin jika Nathan itu adalah suami Ara."Ra kakak masih ada urusan, Kau bisa menaiki kendaraan umum" ucap Roky yang mengizinkan Ara untuk pergi bersama Nathan karna dia juga yakin Nathan orang baik.
"Ara ikut" jawab Ara akan ucapan Roky.
"Tidak bisa Ra" ucap Roky kepada Ara.
"Tapi kak..." ucap Ara yang terpotong oleh Nathan.
"Dia masih memiliki urusan, Biar aku yang mengantarkan mu" potong Nathan akan ucapan sang istri.
__ADS_1
"Kak" ucap Ara yang tidak mau bersama dengan Nathan. Nathan langsung menarik tangan sang istri.
"Ayo" ajak Nathan dengan nada rendah nya dan itu membuat hati Ara luluh dan turun dari motor itu.
"Kakak pamit" ucap Roky dan langsung melajukan motor nya keluar dari pekarangan sekolah itu.
"Ibu kita mau kemana?" tanya Yuna kepada Ara.
"Kau akan pulang bersama ayah" jawab Nathan dan mencium pipi anak nya itu, Ara hanya diam dan tidak menjawab ucapan Nathan dan hnya menatap datar ke arah Nathan.
"Ayo" ajak Nathan lagi dengan menarik tangan istri nya itu sedangkan Okta sudah berada di dalam mobil. Ara tidak menjawab dan hanya mengikuti Nathan, Nathan membawa istri nya itu menuju ke mobil nya.
"Yuna" ucap Okta dengan girang menatap Yuna yang masuk ke dalam mobil.
"Biarkan dia duduk di belakang bersama dengan Okta" ucap Nathan kepada Ara dan mengambil alih Yuna dan setelah itu meletakkan Yuna di samping Okta. Ara hanya diam dan tidak mengeluarkan suara apapun dan Nathan pun membuka kan pintu untuk sang istri tercinta dan Ara pun masuk ke dalam mobil. Nathan juga masuk ke dalam mobil saat sang istri sudah masuk ke dalam mobil dan setelah itu dia langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan rendah menuju ke apartemen nya.
"Ini bukan jalan menuju tempatku" ucap Ara saat melihat mobil Nathan berbelok ke kini dan seharus nya berbelok ke kanan.
"Kau istriku dan harus tinggal bersama dengan ku" jawab Nathan akan ucapan sang istri.
"Loh kenapa kau pulang sendiri? dimana Ara dan Yuna?" tanya nek Saidah kepada Roky yang baru saja sampai di rumah, Nyimas yang sedang membantu nek Saidah berjualan pun ikut menoleh ke arah Roky yang tidak membawa Ara ataupun Yuna.
"Ara bertemu dengan suami nya tadi" jawab Roky dan mendudukkan tubuh nya di kursi yang ada di warung itu. Nyimas dan nek Saidah sedikit kaget mendengar itu.
"Bagaimana bisa mereka bertemu mas? apa kau yang menemukan mereka berdua?" tanya Nyimas kepada Roky.
"Bukan, Mereka bertemu karna takdir Ara memang untuk suami nya itu" jawab Roky.
"Di mana mereka bertemu?" tanya nek Saidah kepada Roky.
"Di sekolah Yuna, Dan nenek tau siapa suaminya Ara?" tanya Roky kepada nek Saidah, nek Saidah menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak tau siapa suami Ara.
"Bos yang membangun resort di sana" jawab Roky dengan menunjuk ke arah resort yang berada tidak jauh dari rumah nya itu.
__ADS_1
"Papa nya Okta yang kemarin maksud mu?" tanya Nyimas.
"Hem" jawab Roky mengangguk mengiyakan nya.
"Pantas saja kemarin Ara langsung masuk kamar saat melihat nya" ucap Nyimas yang baru sadar akan Ara yang tiba tiba lari dari dekat nya kemarin.
"Tapi suami Ara memang tampan, Pantas saja Yuna seperti itu sangat cantik, Bukan dari ibu nya yang sangat cantik, Di tambah lagi ayah nya yang sangat tampan" ucap Nyimas yang memang mengakui jika Yuna cantik dan itu menurun dari kedua orang tua nya.
"Kau ini kenapa malah berpikir Seperti itu" ketus Roky.
"Syukurlah jika dia bertemu dengan suami nya" ucap nek Saidah yang bersyukur akan Ara yang bertemu dengan Nathan.
"Tapi tadi dia mengatak jika Yuna anak Roky dan dia" ucap Roky kepada nek Saidah.
"Apa apaan Ara berbicara seperti itu" ucap Nyimas yang tidak terima akan ucapan Roky itu.
"Kau ini" ketus Roky dengan menatap lekat Nyimas.
"Kenapa dia mengatakan seperti itu?" tanya nek Saidah kepada Roky.
"Tidak tau nek, Tapi sekarang Roky membiarkan nya pergi bersama suami nya" jawab Roky dengan melebarkan senyuman nya kepada nek Saidah.
"Semoga rumah tangga mereka kembali seperti semula" guman nek Saidah.
Di tempat Nathan.
"Ayo turun" ajak Nathan kepada sang istri.
"Aku tidak mau, Aku ingin kembali ke rumah kak Roky" jawab Ara tanpa menatap suami nya itu.
"Nanti aku akan mengantarkan mu" jawab Nathan akan perkataan sang istri.
"Aku mau sekarang" jawab Ara.
__ADS_1
"Kau tidak merindukan suami mu ini hem?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri dengan senyum yang mengembang.