
"Astaga Nathan sejak kapan lo gak teguh sama pendirian lo?" ketus Vino karna kesal akan kebodohan sahabatnya itu.
Nathan tidak menjawab pertanyaan Vino dan memilih untuk kembali ke mejanya. "Nat coba lo liat gimana keadaan Ara sekarang" ucap Vino dan juga mendudukkan tubuhnya tetap di depan Nathan. Nathan masih tidak menjawabnya dan masih termenung.
"Sejak kapan gue mudah kehasut sama orang gini?" guman Nathan bingung terhadap dirinya sendiri.
"Nat" panggil Vino. Nathan langsung mengambil kunci mobilnya.
"Lo mau kemana?" tanya Vino yang melihat Nathan ingin berlalu dengan membawa kunci mobil. Nathan tidak menjawab dan terus berjalan dan sedikit berlari.
Semua pegawai yang melihatnya heran saat melihat Nathan seperti tergesa gesa. "Mau kemana pak Nathan pak?" tanya Viona kepada Vino saat melihat Vino keluar dari ruangan Nathan.
"Dia mau nyusul istrinya" jawab Vino dengan melebarkan senyumannya dan langsung berlalu meninggalkan Viona dan menuju ke ruangannya.
Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke toko bunga. Tidak lama kemudian diapun sampai di toko itu. "Huh" Nathan menarik nafas panjang karna dia yakin pasti sang istri sulit memaafkannya.
__ADS_1
Nathan langsung masuk ke dalam toko itu dan banyak pegawai yang menyapanya. Ara melihat siapa yang datang karna memang dia sekarang sedang membersihkan bunga bunga seperti menggunting mana yang sudah tidak bagus.
Ara langsung memalingkan wajahnya saat melihat laki laki yang telah menyakiti hatinya itu. "Gue ke belakang" ucap Ara kepada Jenny dan langsung berlalu.
"Tunggu" teriak Nathan yang membuat semua teman Ara terheran tapi tidak dengan pegawai di sana yang sudah tau siapa Ara. Ara tidak menghentikan langkahnya dan malah mempercepat langkahnya.
"Auuuu" rengek Ara sambil memegang tengkuk kepalanya yang sedikit sakit mungkin akibat kelelahan.
"Ara" panggil Nathan saat sudah sampai di tempat sepi dan melihat sang istri yang tengah memegang tengkuk seperti orang kesakitan itu. Ara tidak menoleh ke arahnya dan memilih untuk berjongkok karna memang tengkuknya terasa sakit dan dia tidak mau Nathan mengetahuinya.
"Aku udah ngeluain semua nya dan itu emang keinginan kanu" jawab Ara menepis kasar tangan sang suami.
"Dengarin penjelasan aku dulu" ucap Nathan.
"Aku udah tau.....kamu emang gak cinta sama aku makanya kamu ngomong gitu" jawab Ara menebak dan langsung berdiri dan melepaskan celemek yang ia gunakan.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" tanya Nathan.melihat sang istri mengambil tas dan seperti ingin berlalu. Ara tidak menjawabnya dan langsung berlalu dari toko itu.
Nathan ingin menyusulnya tapi ponselnya berdering. "Ada apa?" tanya langsung Nathan sedikit kesal.
"Pak sekarang sudah ada klien dari korea yng datang untuk meating" jawab Viona.
"Cancle semua meating hari ini" jawab Nathan.
"Tapi pak klien yang ini berpengaruh besar di perusahaan kita" jawab Viona.
"Tunggu saya lima menit lagi" ucap Nathan dan langsung berlalu dan tidak jadi menyusul sang istri dan menuju ke kantor.
Ara berjalan ke sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari toko bunga itu. Ara mendudukkan tubuhnya di kursi paling ujung di cafe itu dan memesan air kosong saja karna seleranya untuk makan sudah hilang.
Malam harinya
__ADS_1
Ara sedari tadi menunggu Andita di cafe tadi sampai sampai dia tertidur dan sudah tidak ada lagi satu orang pun di toko bunga itu.