
Keesokan pagi nya.
Nathan menyiapkan makanan untuk nya dan juga Okta setelah itu mereka berdua sarapan bersama. Setelah selesai sarapan Nathan langsung turun dan menuju ke mobil nya begitupun dengan Okta yang ada di gendongan nya.
Beberapa menit menempuh jalan akhirnya mereka sampai di sekolah Okta, Nathan mengantar anak nya itu sampai di kelas setelah itu dia kembali berlalu dari sana.
"Nanti papa akan menjemputmu" ucap Nathan saat sampai di depan ruangan anak nya itu.
"Em" jawab Okta sambil mengngguk mengiyakan nya.
"Dah" ucap Nathan dan melambaikan tangan nya kepada Okta, Okta membalas lambaian itu dan Nathan pun langsung berjalan kembali.
"Ye, Kita sudah sampai" ucap Ara kepada anak nya itu dan langsung memasuki gerbang sekolah anak nya itu. Nathan masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil nya menuju ke luar, Saat dia keluar gerbang dengan membawa mobil dia berpapasan dengan Ara yang sedang menggendong Yuna dan wajah nya terhalang oleh tubuh Yuna. Nathan tidak terlalu memperhatikan orang itu dan langsung melajukan mobil keluar pekarangan itu dan menuju ke tempat kerja nya begitupun dengan Ara yang juga tidak memperdulikan mobil tadi dan langsung masuk ke dalam area sekolah anak nya itu dan menuju ke ruangan anak nya.
"Yuna" sapa Okta saat Yuna dan Ara sampai dan dia belum masuk ke dalam kelas.
"Hey Okta" sapa Ara yang memberitahu anak nya itu.
"Ayo masuk" ajak Okta kepada Yuna. Ara menurunkan anak nya itu dan Okta pun langsung membawa nya dan membimbing Yuna masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
Semua murid memulai belajar nya dan bermain, Ara berlalu sebentar dari sana berniat untuk pergi ke kantin yang ada di sana.
Ibu yang mengajar kelas Yuna dan Okta mengajak ara Anak murid untuk bermain di luar dengan Okta yang masih membimbing Yuna karna takut Yuna tersandung ataupun terjatuh. "Ayo kita bermain" ajak Okta kepada Yuna. Yuna tersenyum menanggapi nya dan Okta pun kembali membimbing Yuna dan mengajak Yuna bermain.
"Ah" ucap Yuna yang terjatuh akibat di tabrak oleh teman lelaki nya.
"Hey kau ini hati hati" ucap anak lelaki itu.
"Maaf" ucap Yuna dan berusaha kembali berdiri dan mencari cari tongkat nya. Okta yang sedang bermain dan tidak melihat Yuna pun mencari cari Yuna dan melihat Yuna sedang di marahi oleh anak lelaki tadi. Okta langsung menghampiri Yuna dan berjongkok di hadapan Yuna sedangkan Ara masih di kantin.
"Kenapa kau menabrak nya?" ketus Okta kepada lelaki itu.
"Dia yang menabrak ku terlebih dahulu" jawab anak lelaki itu.
"Makanya jangan buta, Kan jadi menyusahkan orang" ketus anak lelaki tadi kepada Yuna dan membuat Yuna menangis. Okta tidak terima akan ucapan anak lelaki tadi dan beranjak berdiri dari jongkok nya dan langsung mendorong anak itu hingga terjatuh.
"Jaga ucapan mu" ketus Okta yang tidak terima akan ucapan anak lelaki itu dan membuat Yuna menangis.
"Mama" teriak anak lelaki tadi. Ibu nya yang sedang mengobrol dengan banyak nya ibu anak anak yang ada di sana pun bisa mendengar jelas teriakan anak nya itu.
__ADS_1
"Astaga anakku" ucap ibu anak lelaki tadi dan langsung menghampiri anak nya.
"Kenapa sayang?" tanya ibu anak lelaki tadi dengan menjongkokkan tubuh nya dan membimbing anak nya untuk berdiri.
"Orang buta ini menabrakku dan setelah itu teman nya ini marah dan mendorongku" jawab anak lelaki tadi dengan menangis.
"Heh kau ini berani sekali mendorong anakku" ketus ibu anak tadi dengan menatap tajam ke arah Okta.
"Dia yang mengatai temanku makanya aku mendorong nya" jawab Okta yang tidak mau kalah meskipun dia masih kecil tapi dia berani melawan yang Lebih besar.
"Kau anak kecil berani sekali melawan ku" ketus ibu ibu tadi dan langsung menarik telinga Okta sedangkan Yuna dia masih menangis dengan memanggil nama ibu nya.
Ara yang baru saja sampai di dekat tempat bermain pun langsung melihat anak nya menangis dan Okta yang di jewer oleh ibu ibu. Ara langsung menuju ke sana dengan berlari. "Berani nya anda menjewer telinga nya" ketus Ara dan menepis kasar tangan ibu tadi hingga terlepas. Ara berjongkok dan membantu anak nya berdiri tegak seperti semula.
"Tante anak ini mengatai Yuna tadi" ucap Okta yang sama sekali tidak kesakitan akan jeweran ibu ibu tadi. Ara menoleh ke arah anak lelaki yang berlindung di balik tubuh ibu nya yang cukup besar itu.
"Kenapa kau menatap anakku seperti itu hah?" bentak ibu anak lelaki tadi saat melihat Ara menatap anak nya.
"Apa yang di katakan anak itu kepada Yuna sayang?" tanya Ara dengan menatap lekat Okta. Okta mendekatkan mulut nya di telinga Ara karna dia tidak mau Yuna mendengarkan nya.
__ADS_1
"Dia bilang seperti ini, Makanya jangan buta makanya Yuna sampai menangis seperti itu" bisik Okta di telinga Ara yang membuat Ara naik darah akan itu. Ara kembali berdiri tegak seperti semula dan kembali menatap anak lelaki yang di tunjuk oleh Okta tadi.
"Mulut mu bisa di jaga hem?" tanya Ara dengan menundukkan tubuh nya menatap anak lelaki tadi, Anak lelaki tadi sedikit ketakutan saat melihat Ara menatap nya lekat.