
Drittt
Ponsel itu bergetar saat Ara memainkan nya dan terlihat nama Nita dan panggilan itu adalah panggilan vidio. "Siapa?" tanya Nathan dengan menatap sekilas sang istri dan setelah itu kembali pokus ke kemudi nya.
"Bunda" jawab Ara dan langsung mengangkat panggilan vidio dari mertua nya itu.
"Eh anak ibu" ucap Ara saat melihat wajah anak nya di layar ponsel sang suami. Nathan berusaha ingin melihat nya tapi dia menyetir, Ara bisa tau dan melihat jika suami nya itu juga ingin melihat Yuna dan dia pun mendekat ke arah sang suami dan menampakkan layar ponsel itu ke suami nya.
"Kamu di mana?" tanya Nathan kepada anak nya itu dengan manatap sekilas karna sedang mengemudi.
"Di sini" jawab Yuna dan menunjukkan mall tempat nya bermain bersama dengan Nita, Amdre, Nur dan juga Mamat, Di sana juga ada Okta dan Naila yang juga ikut bersama mereka.
"Hey ayah mu sedang meneyetir nanti saja telpon lagi" ucap Nita saat melihat anak nya yang sedang menyetir kendaraan.
"Tidak apa bunda" jawab Nathan akan ucapan Nita itu.
"Tidak nanti saja ya sayang kita hubungi ibu dan ayah mu, Sekarang mereka masih di dalam perjalanan nanti takut nya terjadi apa apa" jelas Nita dan mengambil alih ponsel nya dari Yuna. Yuna mengangguk mengiyakan ucapan nenek nya itu.
"Da da ibu, Ayah" ucap Yuna melambaikan tangan nya kepada Ara dan Nathan dan setelah itu mereka pun sama sama mematikan telpon itu secara bersamaan. Yuna kembali ke tempat bermain nya dan Ara kembali meletakkan ponsel sang suami di tempat nya semula dan menatap jalan Jalan yang ia lewati.
Beberapa menit mereka menempuh jalan akhirnya mereka sampai di panti asuhan mutiara. "Terjaga sekali panti ini" guman Ara yang tidak melihat perubahan di panti itu tapi tetap bersih. Ara langsung beranjak turun dari mobil begitupun dengan Nathan yang juga ikut turun dari mobil, Mereka berdua berjalan menuju ke dalam dan Ara sedikit asing akan anak anak baru yang ada di panti itu akibat terlalu lama pergi dari rumah.
"Kau sedikit asing ya?" tanya Nathan kepada sang istri.
"Hem" jawab Ara dengan mengangguk mengiyakan nya.
__ADS_1
"Jenny?" ucap Ara saat melihat Jenny teman nya sewaktu kuliah di amerika. Jenny yang berjalan pun menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke sumber suara yang memanggil nya.
"Ara?" ucap Jenny yang juga sedikit kaget melihat Ara.
"Kau kenal dengan nya?" tanya Nathan kepada sang istri karna dia tidak pernah tau akan wanita itu.
"Kau tidak ingat? dia temanku yang waktu itu magang di toko bunga milikmu di amerika" ucap Ara yang mencoba membuat suami nya ingat akan Jenny. Nathan berusaha mengingat nya tapi sayang sekali dia tetap tidak ingat.
"Saya Jenny pak Nathan" ucap Jenny yang ingat akan Nathan.
"Kau sedang apa di sini?" tanya Ara kepada Jenny.
"Aku menemani suami ku di sini, Kau sendiri?" tanya Jenny balik kepada Ara.
"Kau menikah dengan orang indonesia? siapa dia?" tanya Ara dengan menatap lekat wajah Jenny.
"Enak sekali kau memeluk istriku" ketus Nathan dan melepaskan pelukan Barqi dari Ara hingga terlepas dan setelah itu Nathan langsung merangkul sang istri.
"Maaf, Aku terlalu senang bertemu dengan nya" ucap Barqi akan ucapan Nathan tadi.
"Sesibuk itu kau di luar kota hingga beberapa tahun ini tidak pernah berkunjung lagi hem?'' tanya Barqi dengan menatap lekat wajah Ara, Dahi Ara mengerut dan setelah itu menoleh ke arah suami nya, Nathan langsung mengalihkan pandangan nya dari sang istri dan menoleh ke sembarang arah.
"Iya, Aku banyak kerja makanya tidak pulang beberapa tahun ini" jawab Ara dengan senyum yang melebar. Jenny menatap bingung ke arah suami nya dan juga Ara karna dia tidak tau jika suami nya itu kenal dengan Ara begitupun dengan Barqi yang juga tidak tau akan istrinya kenal dengan Ara.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Jenny dengan menatap Barqi dan Ara secara bergantian, Ara dan Barqi menoleh ke arah Jenny begitupun dengan Nathan yang juga ikut menoleh ke arah Jenny.
__ADS_1
"Iya dia saudaraku" jawab Ara akan pertanyaan Jenny dan membuat Barqi menoleh ke arah nya.
"Kau kenal Jenny?" tanya Barqi kepada Ara.
"Dia teman ku sewaktu kuliah dan dia bilang dia menikah dengan orang indonesia dan sedang menemani suami nya di sini" jelas Ara kepada Barqi.
"Kau berteman dengan nya?" tanya Barqi dengan menatap lekat istri nya itu. Jenny mengangguk mengiyakan nya menandakan jika dia memang berteman dengan Ara.
"Kalian berdua sendiri memang nya sudah saling kenal?" tanya Ara yang bingung menatap Barqi dan juga Jenny.
"Dia istri ku" jawab Barqi akan pertanyaan Ara.
"Hah?" ucap Ara yang kaget mendengar itu sedangkan Nathan biasa saja karna dia mendapatkan undangan ke acara nikah Barqi dan datang hanya sebentar dan tidak sempat melihat siapa wanita yang menjadi istri Barqi.
"Iya dia istriku, Makanya datang waktu aku mengundang mu" ucap Barqi dengan menatap lekat Ara. Ara masih belum mengerti akan itu dan masih menatap bingung karna dia sama sekali tidak tau masalah Barqi yang menikah dengan Jenny.
"Kami menikah satu tahun lalu" ucap Barqi lagi karna dia bisa melihat kebingungan di wajah Ara.
"Kalian bertemu di mana?'' tanya Ara dengan menatap lekat wajah Barqi.
"Di amerika" jawab Jenny akan pertanyaan Ara.
"Kapan kau ke amerika?" tanya Ara lagi dengan masih menatap lekat wajah Barqi karna dia sama sekali tidak ingat akan Barqi yang mendapatkan biaya siswa ke amerika waktu itu.
"Kau tidak ingat waktu itu aku mendaftar biaya siswa akhirnya di terima di salah satu universitas AS?" tanya Barqi lagi dengan menatap lekat wajah Ara, Ara terdiam dan mencoba mengingat akan hal itu tapi sayang nya dia masih belum ingat akan itu.
__ADS_1
"Ah sudah nanti saja membahas nya, Sekarang ayo masuk, Makanan sudah siap di dalam" ajak Barqi kepada Ara karna dia masih bisa melihat kebingungan di wajah Ara dan untung nya makanan sudah siap di belakang., Ara mengiyakan nya karna dia juga lapar akibat tidak makan tadi pagi begitupun dengan Nathan.
"Kau kenapa hanya diam saat mendengar Barqi dan Jenny suami istri?'' tanya Ara kepada sang suami dengan menatap lekat suami nya itu.