
"Loh bi nur" sapa Erina yang melihat bi nur datang dengan mang mamat.
"Eh non Erina" sapa balik bi nur. Erina langsung menyalami tngan bi nur dan mang mamat.
"Mami sama papi udah pulang bi?" tanya Erina setelah menyalami tangan bi nur dan juga pak mamat.
Sedangkan Andita masih nyaman dengan tidurnya. "Nyonya sama tuan udah pulang non" jawab bi nur.
"Trus mereka kemana bi?" tanya Erina lagi.
"Mereka masih di rumah non" jawab bi nur.
Erina mendengus kesal karna kedua orang tua ara sama sekali tak berniat menjenguk ara. "Bibi bawa makanan non...pasti non Erina, non Andita sama non ara belum makan" ucap bi nur sambil menyodorkan rantang yang berisikan makanan kepada Erina.
"Makasih bi" ucap Erina sambil menerima rantang yng di berikan oleh bi nur.
Nita dan andre melihat ke arah nathan dan juga ara yang sedang tertidur pulas. sedangkan bi nur heran karna dia tidak mengenal nita dan keluarga.
"Mereka siapa non?" tanya bi nur kepada Erina.
"Ooh iya bunda kenalin ini bi nur asisten rumah tangga ara.....bi nur kenalin ini bunda nita tantenya kak dewa" jawab Erina memperkenalkan kan satu sama lain. bi nur menyalami dan memperkenalkan diri kepada nita dengan senyuman begitupun dengan nita.
"Bibi udah lama kerja di rumah keluarga ara?" tanya nita.
"Iya nyonya.....saya udah 10 tahun kerja di rumah keluarga wijaya" jawab bi nur dengan melebarkan senyumannya.
"Ooh" jawab nita sambil melebarkan senyuman.
Bi nur mencari keberadaan dewa karna bi nur sudah tau jika ara pacaran dengan sewa karna setiap dewa ke rumah ara yang sering dia temui adalah bi nur bukan mami dan api ara. "Non den dewa gak jeguk non ara?" tanya bi nur kepada Erina.
Erina yang baru saja ingin membuka rantang makanan yang di bawa bi nur seketika aktivitasnya itu terhenti karna pertanyaan dari bi nur dan itu membuatnya sedih. nita andre dan Vino ikut menatap ke arah bi nur. bi nur heran karna semua orang di ruangan itu menatap ke arahnya. "Apa aku salah ngomong ya?" tanyanya dalam hati.
Nita mendengus kasar dan melihat ke ara. "Huh dewa udah gak ada bi" jawab nita sedih dengan pandangan masih menatap ara. sedangkan bi nur dan mang mamat kaget mendengar jawaban dari nita.
__ADS_1
"Kapan den dewa meninggal nyonya?......den dewa sakit apa?" tanya bi nur. sedangkan nita tidak menjawab karna sedih jika menjelaskannya.
Erina yang melihat jika nita sedih pun langsung menjawab pertanyaan bi nur.
"Kemaren bi....kak dewa kecelakaan bareng ara kemaren bi.....dan kak dewa gak bisa di selamatkan" jawab Erina sambil menatap ke arah ara.
"Maap kan saya nyonya" ucap bi nur.
"Gakpapa kok bi kan bibi gak tau" jawab nita sambil memaksakan senyumannya.
"Non ara kondisinya gimana non?" tanya bi nur.
"Tangannya patah bi....dan ada jahitan di dahinya" ucap Erina. Bi nur berjalan ke arah ara yang sedang tak sadarkan diri akibat obat penenang.
"Ya allah non" ucap bi nur di samping ara sambil menangis.
Erina yang melihat bi nur menangis pun tidak jadi makan karna dia tau betul bahwa bi nur itu sangat menyayangi ara dan bi nur sudah menganggap ara sebagai anak sendiri karna bi nur tidak bisa mempunyai anak.
"Udah bibi jangan nangis...ara gakpapa kok" ucap Erina yang berusaha menenangkan bi nur tapi bi nur sangat sedih melihat kondisi ara seperti itu dan susah untuk bi nur menahan air matanya. Nita yang melihat asisten di rumah keluarga ara menangis pun langsung bertanya.
"Non ara sudah saya anggap sebagai anak sendiri nyonya...saya sangat menyayangi non ara" jawab bi nur yang masih terisak.
"Non ara orang baik....tapi dia selalu di berikan kesedihan" lanjut bi nur sedangkan pandangannya masih tertuju pada ara.
Nathan yang merasa tidak nyaman akan suara suara orang yang berada di ruangan tersebut pun langsung bangun dari tidurnya.
disaat dia bangun dia melihat ayah bunda dan orang asing di samping mereka. "Bunda? ayah?" sapa nathan dengan mata yang masih terlihat sangat kantuk. nita andre dan yang lain melihat ke arah sumber suara.
"Kamu udah bangun?" tanya nita kepada nathan dan nathan hanya mengangguk.
"Bi ayo kita duduk" ajak Erina kepada bi nur dan bi nur mengiyakannya dan mengikuti Erina.
Nathan masih bingung dengan bi nur karna di tahu dengan bi nur. "Bunda dia siapa?...dia mami sama papi nya dia?" tanya nathan yang bergantian melihat bi nur dan ara.
__ADS_1
"Dia asisten rumah tangga keluarga ara nak" jawab nita.
"Orang tuanya belum datang bun?" tanya nathan sedangkan nita hanya menggelengkan kepala.
"Kok tega banget sih orang tuanya gak mau ngejengukin anaknya sendiri" ucap nathan kesal.
Semua orang yang berada di ruangan ara seketika menoleh ke arah nathan. bi nur pun langsung bertanya kepada Erina. "Non dia siapa?" tanya bi nur.
"Dia sepupunya kak dewa bi" jawab Erina.
"Kenapa dia keliatannya marah?" tanya bi nur lagi.
"Apa dia suka sama non ara non?" tanya bi nur lagi. Vino yang mendengar pertanyaan bi nur langsung berpikir bahwa apa yang di katakan bi nur ada juga benarnya karna Vino sngat mengenal nathan. nathan tidak mudah baik kepada orang apalagi orang asing seperti ara karna nathan baru kemaren bertemu dengan ara.
"Gak mungkin bi dia suka sama ara kan dia sama ara baru aja kemaren ketemunya" jelas Erina kepada bi nur.
"Eh nat lo kenapa?" tanya Vino kepada nathan yang mengagetkan Erina dan bi nur. tapi nathan tidak memperdulikannya. nathan berdiri dia hendak ke luar.
"Kamu mau kemana nak?" tanya Vino.
"Mau kerumah dia" jawab nathan datar dan melihat ke arah ara.
Vino yang mendengar perkataan nathan yang mengatakan ingin ke rumah ara langsung melihat ke arah nathan. "Eh sini dulu.....lo belum makan dari tadi pagi" ucap Vino, nita yang mendengar perkataan Vino pun langsung menatap lekat ke arah nathan.
"Kamu belum makan dari pagi?" tanya nita kesal. nathan yang tau jika sang bunda ingin marah langsung menjawab.
"Nathan gak laper bunda" jawab nathan.
"Gak laper gimana hah dari tadi pagi belum makan" ucap nita kesal karna dia sangat tidak suka jika nathan makan terlambat.
Bi nur yang mendengar omongan nathan dan nita pun langsung mempersilahkan nathan dan yang lainnya makan karna dia membawa banyak makanan dan semuanya itu makanan kesukaan ara. "Den makan dulu....bibi bawa banyak makannya" ucap bi nur.
Vino yang mendengar perkataan bi nur menyuruh nathan makan pun langsung terasa bahagia dan bertanya kepada bi nur. "Boleh di makan ni bi?" tanya Vino semangat dan dijawab anggukan oleh bi nur.
__ADS_1
Sedangkan nathan hanya diam di samping ranjang ara dan menatap lekat wajah ara.
Vino yang sudah di bolehkan makan oleh bi nur langsung membuka rantang yang di depan Erina. "Iiiihhhh rakus" ucap Erina.