Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Seminggu


__ADS_3

"Oo Andra" jawab Nita mengangguk mengerti dan kembali menegapkan kembali tubuh nya.


"Yaudah bunda balik ke kamar mau lanjutin istirahat sekalian beres beres" ucap Nita. Ara dan Nathan mengangguk mengiyakan nya dan Nita pun langsung berlalu dari sana dan kembali menuju ke kamar nya menemui sang suami yang tengah beristirahat.


Ara dan Nathan kembali melanjutkan coret menyoret mereka begitupun dengan Andra yang di bimbing oleh Nathan untuk menyoret wajah Ara dan di bimbing oleh Ara untuk menyoret wajah Nathan.


Dritttt


Ponsel Nathan berbunyi yang menandakan ada orang yang menelpon. Ara yang tengah membimbing Andra menyoret wajah sang suami pun langsung beranjak dari sana dengan menggendong Andra dan menuju ke dekat meja. Ara mengambil ponsel sang suami dan melihat jika nama Vino yang tertera di layar ponsel itu.


"Siapa?" tanya Nathan kepada sang istri dan berjalan mendekat ke arah nya.


"Vino" jawab Ara.


"Angkat aja" perintah Nathan. Ara tidak menajwab nya dan langsung mengangkat telpon itu.


"Halo" ucap Ara saat telpon itu sudah di angkatnya.


"Nat, bilang sama bunda Erina mau lahiran hari ini" ucap Azlan yang terdengar hawatir karna yang menelpon itu Azlan bukan Vino karna Vino sibuk mengurus Erina yang kesakitan di dalam mobil bagian belakang.


"Hari ini?" tanya Ara yang nampak sedikit hawatir karna menurutnya belum sampai Erina mengandung sembilan bulan dan mungkin satu minggu lagi Erina melahirkan.


"Iya" jawab Azlan


"Di rumah sakit?" tanya Ara lagi.


"Iya" jawab Azlan dan langsung mematikan telpon itu karna dia fokus mengemudi dan Andita dia menghubungi kedua orang tua Vino menggunakan ponsel Azlan dan orang tua Erina mengikuti menggunakan mobil yang berbeda dari belakang.


"Kenapa?" tanya Nathan saat melihat sang istri yang ekspresi wajah nya itu tidak bisa di artikan.

__ADS_1


"Erina mau lahiran hari ini" jawab Ara.


"Hah? bukan nya seminggu atau dua minggu lagi?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Aku juga gak tau" jawab Ara sambil mengangkat kedua bahunya menandakan dirinya tidak tau. Nathan tidak menjawabnya.


"Yaudah ayo kita bersihin dulu ni muka" ajak Ara.


"Balikin dulu Andra sama pak Qori" jawab Nathan.


"Gak usah dia ikut kita" jawab Ara dan langsung berlalu dengan menggendong Andra. Nathan tidak menjawab nya dan langsung berlalu mengikuti sang istri dan sebelum mengikuti masuk ke dalam kamar Nathan terlebih dahulu menuju ke kamar orang tuanya.


"Astaga lupa bilang sama bunda" ucap Ara yang baru saja memijaki tangga pertama menuju ke lantai tiga dan dia ingat jika Azlan berpesan untuk memberitahu kepada Nita dan Andre. Ara berputar balik dan melihat sang suami yang sedang berdiri di depan pintu kamar Nita dan Andre. Ara menghampirinya.


"Kamu ngapain berenti?" tanya Ara kepada Nathan.


"Mau bilang sama ayah dan bunda kalo Erina mau lahiran" jawab Nathan dan langsung mengetuk pintu kamar orang tuanya itu.


"Ini Nathan bunda" teriak Nathan kembali sedangkan Ara dia hanya memperhatikan sang suami dengan Andra yang masih di gendongan nya.


Ckleeek


Pintu kamar itu terbuka dan terlihat Nita dan Andre keluar bersama dari dalam. "Kenapa nak?" tanya Andre.


"Tadi Vino telpon..." ucap Nathan yang terpotong oleh Ara.


"Azlan tadi yang telpon" jawab Ara.


"Bukan nya Vino tadi?" tanya Nathan.

__ADS_1


"Azlan" jawab Ara.


"Azlan bilang kalo Erina hari ini lahiran" ucap Nathan kepada kedua orang tuanya itu dan tidak menjawab perkataan sang istri tadi.


"Hah bukannya jadwalnya minggu depan atau dua minggu lagi?" tanya Andre yang heran dan kaget tapi dia senang begitupun dengan Nita yang kaget mendengarnya.


"Kita juga gak tau yah tapi tadi Azlan bilang gitu" jawab Ara.


"Yaudah dimana alamatnya?" tanya Nita karna memang dia sudah tidak perlu lagi mengganti baju karna bajunya itu sudah sopan untuk di pakai bepergian.


"Di mana alamat nya?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Azlan gak bilang" jawab Ara.


"Kamu gak nanya?" tanya Nathan. Ara menggelengkan kepala nya.


"Astaga sayang kenapa kamu gak nanya tadi dimana alamat nya" ucap Nita dengan menggelengkan kepala nya.


Tingg


Ponsel Ara berbunyi menandakan ada yang mengiriminya pesan. Ara mengambil ponselnya yang terletak di kantong celana pendeknya itu dengan sedikit kesusahan.


"Sini biar aku yang gendong Andra" ucap Nathan dan mengambil alih Andra dari gendongan sang istri. Ara memberikannya dan mengambil ponsel nya dan melihat ada pesan dari Andita yang mengirim lokasi rumah sakit dimana Erina melahirkan.


"Ini bunda ada Andita share lokasi rumah sakitnya" ucap Ara sambil menunjukkan lokasi yang di kirim oleh Andita.


"Yaudah bunda sama ayah duluan kalian bersihin dulu itu wajah kalian" jawab Nita. Ara mengangguk mengiyakan nya begitupun dengan Ara.


Nita dan Andre pun langsung bergegas menaiki lift rumah itu dan menuju ke bawah. Saat sampai di bawah mereka berdua pun langsung menyuruh pak Abi mengantar mereka ke rumah sakit di mana tempat Amel melahirkan.

__ADS_1


"Ayo" ajak Nathan akan sang istri. Ara mengangguk mengiyakan nya dan mengikuti sang suami dari belakang. Mereka menaiki anak tangga menuju ke lantai tiga dan saat sampai mereka pun langsung masuk ke dalam kamar mereka.


"Andra kita cuci tangan dulu ya sayang" ajak Ara dan mengambil alih tubuh kecil Andra dari sang suami.


__ADS_2