
"Apa mungkin karna stres mu itu kau jadi lupa semua yang terjadi waktu itu?" tanya Nathan kepada istri nya itu.
"Gak tau" jawab Ara dengan mengangkat kedua bahu nya.
"Kak, Kenapa paman menyembunyikan diri waktu kecelakaan nya itu?" tanya Ara kepada Nathan.
"Mungkin saja" jawab Nathan akan pertanyaan sang istri.
"Tapi kenapa paman menyembunyikan diri?" tanya Ara lagi.
"Ntah lah, Nanti saja kita tanya kepada nya" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya. Ara mengangguk mengiyakannya dan akhir nya mereka pun sampai di kantor polisi, Ara dan Nathan langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor polisi itu.
Setelah selesai mencabut tuntutannya terhadap Qori, Nathan dan Ara langsung menemui Qori. "Kenapa tuan membebaskan saya?" tanya Qori kepada Nathan.
"Itu permintaan istri saya" jawab Nathan datar karna dia masih kesal akan Qori.
"Nona kenapa anda membebaskan saya?" tanya Qori.
"Karna bapak sudah menyelamatkan paman dan bibi" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Tapi nona, Saya yang sudah membunuh kedua orang tua anda dan waktu itu saya juga pernah ingin mencoba membunuh anda" jelas Qori.
"Itu adalah masa lalu dan sekarang Bapak sudah menyelamatkan paman" jawab Ara dengan senyum yang melebar.
"Maafin saya nona" ucap Qori yang ingin berlutut terhadap Ara, Tapi dengan segera Ara menghentikannya dan membantu Qori untuk kembali berdiri seperti semula.
"Ara sudah memafkan bapak sejak lama" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya dengan memegang bahu Qori.
"Terima kasih nona, Terima kasih" ucap Qori dan bersalaman dengan Ara.
"Yasudah mari kita pulang" ajak Ara kepada Qori.
__ADS_1
"Ara" panggil Teo. Ara tidak memperdulikannya dan langsung berlalu terlebih dahulu begitupun dengan Nathan dan juga Qori yang mengikuti Ara.
Ara terlebih dahulu masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan Nathan dan pak Qori. Nathan ingin masuk ke dalam mobil di bagian setir tapi Qori mencegah nya. "Biar saya saja yang membawa nya tuan" ucap Qori.
"Hey, Pindah ke belakang" ucap Nathan kepada sang istri. Ara tidak menjawab nya dan langsung berpindah tempat ke belakang. Qori langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang keluar dari area kantor polisi itu.
Ara hanya diam di dalam mobil itu dan menatap jalan yang ia lewati. "Kenapa kamu murung seperti itu?" tanya Nathan kepada sang istri.
"Aku sungguh kecewa dengan papi karna dia juga sudah mencoba membunuh paman" jawab Ara akan pertanyaan suami nya itu.
"Dia memang sudah keterlaluan, Dia sudah tidak mempunyai hati dia tega membunuh saudara nya sendiri" ucap Nathan yang sangat kesal akan Teo.
"Untung waktu itu pak Qori menyuruh menyuruh orang untuk mengawasi paman, Jika tidak aku pasti hidup sendiri di dunia ini" ucap Ara dan menyenderkan kepala nya di bahu sang suami, Nathan tidak menolak itu karna dia tau pasti hati sang istri masih terasa kacau saat ini.
"Tuan kita pulang ke mana?" tanya Qori yang belum tau tujuan nya ke mana.
"Ke rumah kakek saja pak, Di sana juga ada Andra dan istri bapak" jawab Ara sopan dan memang Putri tadi nerada di sana dan berangkat bersamaan dengan Rizal. Qori mengiyakannya dan langsung melajukan mobil menuju ke kediaman kakek Ara.
Saat sampai Ara langsung turun begitupun dengan Nathan dan Qori. saat mereka sampai mereka sudah di sambut oleh banyak orang dan mereka itu menyambut kedatangan Qori. "Papa" ucap Andra langsung memeluk Qori begitupun dengan Putri yang merindukan suami nya itu. Qori menerima pelukan dari mereka.
"Berterima kasih lah dengan Dyland dia yang menyelamatkan kalian" jawab Qori sambil melebarkan senyumannya. Dyland dan istri juga ada di sana karna mereka yang membawa Rizal pulang ke rumah kakek.
"Terima kasih pak sudah menyelamatkan paman saya" ucap Ara dengan senyum ramah nya kepada Dyland. Dyland mengangguk mengiyakannya dengan senyum yang melebar juga.
"Ara" panggil Nur.
"Iya bi" jawab Ara dan menoleh ke arah Nur.
"Ini ibu mu nak, Dia adik dari mama mu" ucap bi Nur sambil menunjuk ke arah Ardila sedangkan Alfin dan yang lainnya sudah mengetahui semua nya.
"Bukannya bibi adik mama?" tanya Ara. Nur mengangguk mengiyakannya.
__ADS_1
"Ini adik kandung mama mu sayang" jawab Nur sambil melebarkan senyumannya.
"Jadi" ucap Ara yang tidak tau ingin berkata apapun karna hati nya sangat bahagia hari ini. Ara langsung memeluk Ardila begitupun dengan Ardila yang menerima pelukan dari Ara.
"Maafkan ibu yng baru datang saat ini sayang" ucap Ardila dan mencium pucuk kepala Ara.
"Tidak usah minta maaf bu, Ara tetap menyayangi ibu" jawab Ara dengan air mata yang mengalir bahagia di wajah nya.
"Kita saudaraan" ucap Vino kepada Ara dengan senyum yang melebar.
"Kita dari dulu sudah menjadi saudara bodoh" jawab Ara dan melepaskan pelukannya dari Ardila dan menukul kepala Vino.
"Auuu" rengek Vino yang membuat semua orang tertawa dan ikut bahagia apa lagi Nathan.
"Sudah sudah, Ayo kita masuk kita makan malam ini sudah malam ayo" ajak Liza yang sudah memasak makan malam untuk semua orang. Semua orang masuk ke dalam rumah begitupun dengan Qori. Mereka pun makan bersama di dapur yang besar itu tapi makan di bawah karna tidak muat jika makan di atas.
Setelah makan malam Ara beranjak langsung menuju ke kamar dan semua orang balik ke rumah masing masing tapi tidak dengan Nathan yang menemani istrinya dan dia tau pasti istri nya itu belum mau pulang karna masih merindukan Rafael dan keluarga. Ara berdiri di dekat jendela kamar itu, Wajah nya tersenyum lebar karna suasana hati nya sudah sangat membaik.
Nathan langsung memeluk sang istri dari belakang dan meletakkan dagu nya di bahu sang istri. "Sayang" panggil Nathan.
"Hem" jawab Ara dengan senyum yang masih mengembang.
"Pernikahan kita sudah satu tahun labih beberapa hari" ucap Nathan. Ara langsung teringat kado yang ia belikan untuk Nathan dan diapun melepaskan tangan Nathan dari nya dan berlalu mencari kotak kado untuk Nathan itu. Ara menemukan kotak kado untuk suami nya itu dan kembali ke dekat jendela.
"Ini untuk mu, Selamat anniversary pernikahan yang pertama" ucap Ara sambil menyodorkan kotak kado tadi kepada Nathan.
"Kamu ingat?" tanya Nathan kepada sang istri karna pikirnya adalah Ara tidak ingat dengan hari pernikahan mereka. Ara menganggukkan kepala menandakan jika dia ingat dengan tanggal pernikahannya.
"Aku juga mempunyai sesuatu buat kamu" ucap Nathan.
"Apa itu?" tanya Ara. Nathan mengambil kotak kalung yang selalu ia bawa kemana pun itu dan mengeluarkannya. nathan membuka kotak itu dan menunjukkan isi nya kepada istri nya itu. Ara menanggapi nya dengan senyum bahagia dan air matanya menetes karna dia sangat merasa bahagia hari ini. Nathan pun mengenakan kalung itu ke leher Ara dan Ara tidak menolak nya dan sangat menerima nya.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai mu" ucap Ara dengan memeluk erat tubuh lelaki nya itu.
"Aku juga mencintai mu" jawab Ara dan membalas pelukan itu dengan penuh kasih sayang.