
"Kalian udah sarapan pagi?" tanya Kya karna dia sudah memasak untuk sarapan pagi karna dia yakin keponakannya itu akan datang ke rumah untuk mengantarkan anak nya.
"Belum bi" jawab Ara jujur karna memang dia belum makan sejak tadi malam.
"Yaudah ayo kita makan bibi udah masak tadi" ajak Kya. Ara Nathan dan juga Rafael pun berjalan menuju ke dapur itu.
"Kamu mau makan apa?" tanya Ara kepada Nathan.
"Apa aja" jawab Nathan yang asik bermain dengan Rafael. Ara memasukkan makanan yang sama untuk sang suami dengan untuk dirinya.
"Ini" ucap Ara sambil menyodorkan piring yang sudah terisi oleh makanan kepada sang suami.
"Terima kasih" ucap Nathan dengan melebarkan senyuman nya menghadap ke arah sang istri. Ara tidak menjawab nya dan dia mendudukkan tubuh nya tepat di samping sang suami dan menyantap makanan milik nya yang ia ambil.
Sedang kan Rafael dia sudah menyantap makanan terlebih dahulu dari mereka. Setelah selesai makan Ara membantu Kya untuk membersihkan bekas makan mereka sedangkan Nathan dan Rafael mereka di taman belakang sedang bermain ntah apa yang mereka main kan.
"Bibi emang nya paman kemana?" tanya Ara karna dia memang jarang melihat paman nya itu.
"Dia kerja sayang" jawab Kya.
"Bukan nya pekerjaan paman gak ada di sini? bukan nya kerjaan paman semua nya di amsterdam?" tanya Ara menatap lekat Kya. Kya terdiam karna dia tidak tau ingin menjawab apa lagi. Ara menatap ke anehan dari wajah bibinya itu.
"Masih lama ya?" tanya Nathan yang baru sampai di dekat dapur dengan membawa Rafael.
"Emang nya kamu mau kemana?" tanya Ara.
"Besok kan acara nikah nya Andita sama Azlan" jawab Nathan.
"Itu kan besok bukan sekarang" ucap Ara.
__ADS_1
"Kita seminggu di sini gak pernah ke rumah dia" jawab Nathan.
"Shit" umpat Ara kesal akan sang suami. Ara segera menyelesai kan pekerjaan nya itu.
"Yaudah bi Ara pamit ya" ucap Ara yang sudah berada di ruang keluarga begitupun dengan Kya dan Rafael dan juga sang suami.
"Hati hati ya sayang" ucap Kya kepada Ara. Ara mengangguk mengiyakannya dan langsung berlalu dengan Nathan dan Nathan tadi dia juga sudah berpamitan dengan Kya dan Kya menyuruh Nathan untuk menjaga Ara.
"Jalan kaki kita?" tanya Nathan kepada sang istri.
"Kenapa enggak" jawab Ara dan melanjutkan perjalanan nya dan Nathan hanya mengikuti nya dari belakang. Mereka berdua sudah keluar dari komplek perumahan mereka dan sudah berada di trotoar.
Swuuu
Sebuah mobil sedan hampir saja menabrak Ara dan untung nya dengan segera Nathan memeluk sang istri. "Hah" kejadian lima tahun lalu saat kecelakaan dengan Dewa kembali teringat oleh nya. tubuh Ara bergetar dan wajah nya di penuhi oleh keringat dingin dan Nathan bisa merasakan getaran tubuh sang istri.
"Kak Dewa" ucap Ara ketakutan karna dia kembali teringat akan kematian sang kekasih dan dia juga teringat akan kecelakaan itu. Ara menggenggam erat baju yang di kenakan sang suami. wajah nya memucat akibat ketakutan.
"Kak Dewa" ucap Ara dengan nada rendah dengan tubuh yang masih bergetar.
"Ketakutan nya balik lagi" guman Nathan yang mengerti akan ucapan sang istri itu. Rahang Nathan mengeras saat mengingat mobil tadi dan gara gara itu juga sang istri kembali takut.
"Kamu tenang" ucap Nathan memeluk sang istri.
"Hikkksssss kak Dewa" ucap Ara dan langsung menangis di dalam pelukan sang suami.
"Aku takut" sambung nya lagi dengan terisak.
"Gak usah takut aku bakal ngejagain kamu" jawab Nathan dan mengusap lembut kepala sang istri. Nathan mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam saku celana nya dan menelpon pak Abi.
__ADS_1
"Pak tolong jemput saya dan juga Ara di jalan depan" perintah Nathan.
"Baik tuan" jawab pak Abi dan langsung mengambil mobil yang ada di garasi dan dengan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke jalan depan gang.
Ara tidak lagi berbicara dan dia hanya meneteskan air mata tanpa suara di dada bidang sang suami karna dia sangat takut akan kejadian lima tahun lalu yang menghabisi nyawa kekasih nya.
pak Abi sudah sampai di depan Ara dan Nathan dan langsung turun dan membukakan pintu untuk Nathan dan juga Ara. "Ayo" ajak Nathan kepada sang istri dan ingin memasukkan sang istri ke dalam mobil tapi Ara menolak nya.
"Aku takut" ucap Ara dengan kembali memegang erat baju sang suami.
"Gak usah takut, Kakak ada sama kamu" jawab Nathan meyakin kan sang istri dan mencoba menenagkan istrinya itu.
Nathan membimbing sang istri untuk masuk ke dalam mobil dan setelah itu dia masuk dan duduk di samping sang istri. Sedangkan orang yang hampir menabrak Ara tadi tersenyum puas melihat Ara yang ketakutan itu dan langsung melajukan mobilnya kembali ke tempat nya.
pak Abi melajukan mobil dengan kecepatan rendah karna itu permintaan Nathan karna Nathan takut jika pak Abi melajukan mobil dengan kecepatan sedang sang istri bertambah takut lagi.
Nathan mengusap lembut kepala sang istri yang terletak di dada nya itu berharap sang istri kembali tenang dan tidak takut lagi. Hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil itu karna Ara yang masih ketakutan dan Nathan yang mencoba menenangkan sang istri.
Tidak lama kemudian mobil mereka pun sampai di kediaman Adijaya. Nathan kembali membimbing sang istri untuk masuk ke dalam rumah tanpa menutup pintu mobil dan untungnya pak Abi mengerti keadaan saat ini. Nathan dan Ara masuk ke dalam rumah dan saat mereka masuk mereka berpasan dengan Erina dan Vino yang ingin keluar dari rumah.
"Kenapa lo?" tanya Vino. Ara tidak menjawab nya begitupun dengan Nathan. mereka berdua berlalu masuk ke dalam kamar mereka. vino dan Erina bingung melihat sikap kedua orang itu yang baru pulang sudah seperti orang ketakutan.
"Kenapa Ara pak?" tanya Erina kepada pak Abi saat mereka keluar.
"Saya juga tidak tau nona...waktu saya sampai di dekat mereka tadi nona Ara sudah ketakutan seperti itu" jelas pak Abi yang juga tidak tau kenapa Ara seperti itu karna dia tidak menanyakannya kepada Ara dan Nathan.
Ara dan Nathan sudah masuk ke dalam kamar mereka. Nathan mendudukkan tubuh istrinya itu di atas ranjang dan menatap lekat wajah wanita yang masih ketakutan itu.
"Istirahat lah" ucap Nathan kepada Ara.
__ADS_1