
Dengan berat hati Ara langsung mendudukkan tubuhnya di samping Nathan dan di dekat jendela pesawat itu. Ara tidak ernah melirik Nathan sedangkan Nathan selalu meliriknya tanpa di ketahui oleh siapapun.
"Gue kasian sama Nathan" ucap Vino yang terdengar oleh Azlan yang berada di sampingnya.
"Kasian kenapa?" tanya Azlan.
"Dia dari dulu suka sama Ara tapi kayaknya Ara enggak deh" ucap Vino menatap lekat Nathan dan Ara yang berada lumayan jauh di belakang Nathan.
"Sejak kapan dia suka sama Ara?" tanya Azlan.
"Kayaknya sejak kepergian Dewa" jawab Vino.
"Lama banget" ucap Azlan kaget.
"Gue sih setuju banget kalo mereka berdua jadian apa lagi sampe nikah" ucap Vino kembali sambil melebarkan senyumannya.
"Kenapa lo bisa se seneng itu?" tanya Azlan.
"Karna menurut gue semenjak kehadiran Ara di dalam hidup Nathan dia lebih banyak senyum dari pada dulu sebelum ada Ara....dan sebelum mereka ketemu beberapa hari lalu Nathan kembali kayak dulu lagi beberapa tahun belakangan ini dia kembali dingin dan jarang nampak senyum ikhlas di wajahnya" jelas Vino.
"Beneran?" tanya Azlan yang bekum percaya. Vino hanya mengangguk mengiyakannya.
Ara nampak sangat kantuk dia menahan kantuknya itu dan menatap awan awan yang ia lewati. Ara rasanya tak kuat lagi menahan kantuknya dan akhirnya dia menyenderkan kepalanya ke arah dekat Nathan bukan karna sengaja tapi memang lehernya sedikit sakit karna menghadap ke jendela sedari tadi.
Ara tertidur di kursi pesawat itu dan tidak sengaja sedikit memasuki kawasan tempat duduk Nathan.
Nathan langsung menatap Ara yang kepalanya sudah memasuki kawasan tempat duduknya itu dan akhirnya diapun juga ikut menyenderkan ke samping tubuhnya dan meletakkan kepala Ara di bahunya.
Senyumnya mengembang saat Ara tertidur di bahunya dia sangat senang akan itu.
"Liat tuh dia seneng banget kan" ucap Vino sambil menatap Nathan dan Ara.
"Tapi mereka cocok juga ya" ucap Azlan karna memang dia tidak menyukai Ara tapi dia mengagumi Ara.
Ara terbangun karna mendengar suara ornag mengumumkan jika pesawat sebentar lagi mendarat begitupun dengan Nathan yang segera membenarkan posisinya supaya Ara tidak marah.
Setelah pesawat mendarat semua ornag langsung turun dan mencari keluarga masing masing begitupun dengan Ara yang berdiri di samping Nathan tapi dia tidak melihat satupun keluarganya yang menjemputnya.
__ADS_1
"Ara sini" ucap Erina. Arapun menghampirinya dan juga Andita dan keluarga mereka masing masing. Ara menyalami kedua orang tua sahabat sahabatnya itu.
Erina dan Andita berbicara dengan kedua orang tua mereka masing masing dan itu tampak sangat bahagia. Ara mencari cari sekeliling tapi dia tidak mendapatkan satu orang pun keluarganya.
"Gue pulang dulu ya....om tante Ara pulang" ucap Ara kepada kedua sahabatnya dan langsung berpamitan dan langsung meninggalkan mereka berenam itu.
Nathannyang berdiri di luar bandara melihat Ara yang berjalan sendirian dan diapun langsung menghentikan Ara. "Kenapa ngadang jalan gue?" ketus Ara.
"Mau kemana?" tanya Nathan.
"Mau pulang lah mana mungkin mau kerumah lo" ketus Ara dan ingin langsung pergi tapi mobil melintas di depannya yang membuatnya kembali menghentikan langkah kakinya.
"Araa" panggil Nita saat keluar dari mobil itu mobil yang menghadang Ara tadi. Nathan dan yang lainnya yang menyaksikan itu kaget melihat Nita yang langsung memeluk Ara.
"Bunda" ucap Ara.
"Kamu apa kabar sayang? bunda kangen banget sama kamu" ucap Nita sambil memegang kedua belah pipi wanita itu.
"Ara baik baik aja kok bun" jawab Ara.
"Anak bunda juga udah pulang" ucap Nita dan memeluk anaknya itu dan kedua saudara anaknya itu.
"Bunda Ara permisi mau pulang" ucap Ara dan ingin berlalu tapi Nita melarangnya.
"Bareng bunda aja" ucap Nita.
"Ara bisa naik taxi kok bun" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya. Nathan peka akan senyum yang terpaksa itu diapun menarik tangan Ara.
"Ngapain pegang pegang tangan gue?" tanya Ara dengan nada sedikit sambil melototkan matanya kepada Nathan.
"Bunda kan tadi udah ajak kamu bareng sama dia" jawab Nathan yang masih memegang tangan Ara.
"Gue bisa naik taxi" jawab Ara dan berusaha melepaskan tangannya dari Nathan.
"Aku gak suka ngulang perkataan aku" ucap Nathan dan membawa Ara masuk ke dalam mobilnya.
"Mereka gimana?" tanya Ara yang menghentikan langkah kaki Nathan.
__ADS_1
"Itu bokap Azlan jemput jadi kamu bisa pulang sama aku" jawab Nathan saat melihat mobil orang tua Azlan sudah menjemput Azlan. Ara dan Nathan pun langsung masuk ke dalam mobil sedangkan Nita sudah lama masuk ke dalam mobil.
"Udah lepasin betah banget sih pegang tangan orang" ketus Ara dan menghempas kasar tangan Nathan.
"Emang gue betah" guman Nathan dan ingin sekali kembali menggenggam tangan wanita yang di sampingnya itu tapi Nita sedari tadi menatap mereka berdua dan Nathan sedikit malu untuk menggenggam tangan Ara kembali.
"Bunda Ara mau ke rumah kakek aja" ucap Ara saat melihat mobil yang ia tumpang itu ingin memasuki komplek perumahan orang tuanya.
"Emang kamu berani sendiri di sana?" tanya Nathan.
"Lo pikir gue takut?" ketus Ara. Nita tersenyum melihat itu Nathan dan Ara sudah semakin dekat pikirnya padahal nyatanya tidak.
"Jangan brantem....pak jalan ke komplek kita aja" ucap Nita. pak Abipun langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke komplek perumahan mereka.
Sudah beberapa menit akhirnya mereka pun sampai di depan rumah kakek Ara karna Nita yang menyuruh pak Abi menghentikan mobil itu.
"Bunda makasih" ucap Ara dengan senyuman yang mengembang.
"Sama sama" jawab Nathan.
"Emang gue makasih sama lo?" ketus Ara.
"Yaudah bunda pulang ke rumah bunda dulu ya sayang nanti kalo ada apa apa kesana aja gak usah sungkan" ucap Nita. Ara hanya mengangguk mengiyakannya dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam pekarangan rumah kakeknya itu.
Setelah menutup gerbang Ara langsung masuk ke dalam rumah karna dia memiliki kunci rumah itu di berikan oleh Rizal.
"Gak terlalu kotor" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya karna memang setiap minggunya ada orang yang membersihkan rumah itu atas perintah Ara.
Ara langsung masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya karna disitulah dia mendapatkan banyak poto kedua orang tuanya meskipun poto lama.
"Ara pengen banget tidur sama kalian lagi...Ara rindu kalian" ucap Ara menatap potonya dan juga orang tuanya dan di dalam poto itu juga ada laki laki ntah itu siapa tapi dia memang tidak mengingat laki laki itu.
Dritttt...
Suara ponsel Ara berbunyi diapun langsung mengangkat telpon itu tanpa melihat nama siapa yang menelpon.
"Halo" ucap Ara saat telpon itu sudah terangkat.
__ADS_1