Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Bingung


__ADS_3

Ara masuk ke dalam ruang ganti dan melepaskan sepatu nya dan ingin mengambil koper untuk menyiapkan baju suami nya, Tapi dia tidak sampai. Ara memilih kembali keluar dan mendudukkan tubuh nya di sudut ranjang. Ara melihat ponsel sang suami tergeletak di atas lemari di samping ranjang itu dan diapun mengambil nya.


Ara membuka dan mengotak atik ponsel sang suami. Dia melihat apa saja isi ponsel sang suami. Nathan yang baru saja selesai mandi melihat sang istri memainkan ponsel nya pun berjalan menghampiri wanita itu. "Apa yang kamu liat?" tanya Nathan yang sudah berdiri tepat di depan istrinya itu dengan handuk yang melekat di pinggang.


"Melihat poto ini" jawab Ara sambil menunjukkan poto yng ia lihat tadi. Nathan melihat nya.


"Yaudah mandi sana" ucap Nathan dengan mengusap kepala sang istri. Ara mengangguk mengiyakannya dengan senyum yang melebar sambil meletakkan ponsel sang suami di atas lemari tadi dan langsung masuk ke dalam kamar mandi karna tadi dia sudah mengambil baju handuk nya tadi.


Nathan langsung masuk ke dalam ruang ganti untuk mengenakan pakaian nya. Nathan memilih untuk mengmbil baju kaos lengan pendek dan celana pendek setelah itu dia langsung mengenakannya dan kembali ke luar dan saat keluar dari ruang ganti Nathan bersamaan keluar dengan sang istri yang baru selesai mandi.


"udah selesai?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Hem" jawab Ara sambil berjalan ke arah sang suami.


"Cepat sekali" ucap Nathan bingung akan sang istri yang lumayan cepat mandi itu.


"Hah?" ucap Ara.


"Aku baru saja selesai mengenakan baju dan kamu udah selesai mandi" jelas Nathan.


"Itu kamu yang terlalu lama mengenakan pakaian bukan aku yang terlalu cepat mandi, Minggir" ketus Ara dan langsung masuk ke dalam ruang ganti. Nathan tidak menjawab nya lagi dan memilih masuk ke dalam ruangan kerja nya dengan membawa ponsel nya.


Nathan menghubungi ayah nya untuk menanyakan berkas yang akan di bawa ke bandung tapi Andre bilang dia hanya harus mengawasi para pekerja di bandung dan tidak perlu meating atau apa lah itu.


"Kak Jo" teriak Ara dari dalam ruang ganti. Nathan yang mendengar teriakan sang istri pun bergegas menuju ke ruang ganti karna takut istrinya itu kenapa kenapa.


"Ada apa?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Ambilkan koper" jawab Ara dengan menunjuk ke arah koper. Nathan menggelengkan kepala nya melihat sang istri dan berjalan mendekat Nathan mengambil koper yang ada di atas lemari itu dan menurunkannya.


"Untuk apa?" tanya Nathan kepada sang istri.

__ADS_1


"Kan kamu mau ke bandung besok" jawab Ara langsung mendudukkan tubuh nya di atas lantai yang bersih tanpa debu itu dan mulai memilih baju baju yang akan di bawa oleh Nathan.


"Kamu benar benar gak mau ikut?" tanya Nathan meyakinkannya.


"Aku kan udah bilang, Aku ke sana saat tiga hari kamu disana" jawab Ara tanpa menatap sang suami dan fokus menata pakaian suaminya itu.


"Kamu janji?" tanya Nathan dengan berjongkok di hadapan sang istri.


"Iya" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya menatap ke arah sang suami.


"Aku bakal selalu nungguin kamu" ucap Nathan. Ara tersenyum menanggapinya dan kembali fokus akan pakaian sang suami.


"Aku ke luar" ucap Nathan.


"Hem" jawab Ara dengan menganggukkan kepala nya. nathan langsung berlalu dan turun dari kamar nya itu dan menuju ke belakang untuk menghampiri Qori.


"Pak" sapa Nathan.


"Tuan" sapa balik Qori yang sedang duduk di pandopo yang ada di belakang.


"Memangnya nona tidak ikut tuan?" tanya Qori.


"Dia bilang akan menyusul tiga hari lagi karna paman Rizal sebentar lagi akan pulang ke amsterdam" jawab Nathan.


"Baik tuan saya akan menjaga nona" jawab Qori tegas. Nathan mengangguk mengiyakannya dan berpamitan untuk pergi dan kembali menuju ke kamar nya.


"Aku harus menjaga tuan Rizal dari anak buah Teo" guman Qori yang baru saja membaca pesan yang dikirimkan oleh anak buah nya yang memang di suruh untuk mengawasi gerak gerik Teo.


"Tapi kan Aku juga harus menjaga nona" guman Qori yang bingung harus menjaga siapa.


"Suruh mereka saja" gumannya kembali dan langsung menelpon anak buah nya.

__ADS_1


Di dalam kamar.


Nathan baru saja sampai dan masuk ke dalam kamar dan melihat sang istri yang sedang duduk di kursi sofa yang ada di dalam kamar itu. "Dari mana?" tanya Ara kepada sang suami.


"Dari bawah" jawab Nathan sambil berjalan menuju ke dekat sang istri dan langsung mendudukkan tubuh nya di samping istrinya itu.


"Kenapa kamu menyukai k-pop?" tanya Nathan kepada sang istri saat melihat istri nya itu sedang memainkan laptop dan menonton konten yang berbau k-pop.


"Aku merasa terhibur jika menonton konten k-pop " jawab Ara.


"Sejak kapan kamu menyukai k-pop?" tanya Nathan.


"Beberapa tahun lalu, Saat aku menscroll beranda youtube dan melihat kelakuan kelakuan gila yang di lakukan oleh para k-pop" jelas Ara karna dia sangat terhibur akan kelakuan para k-pop.


"Apa kamu terhibur?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Sangat terhibur" jawab Ara dengan melebarkan senyumannya. Nathan ikut tersenyum saat mendengar jawaban sang istri dan ikut menonton apa yang di tonton oleh sang istri.


Mereka berdua tertawa terbahak bahak melihat tingkah demi tingkah yang mereka tonton itu. "Aku sangat menyukai tawa mu" guman Nathan yang melihat tawaan sang istri yang nampak sangat bahagia itu meskipun kenyataan nya tidak.


"Sudah waktu nya makan malam, Ayo kita turun makan" ajak Nathan akan sang istri. Ara mengangguk mengiyakannya dan mematikan laptopnya itu dan Nathan menunggu sang istri.


Ara yang sudah selesai pun turun ke bawah bersama dengan Nathan dengan tangan bergandengan. "Sepi sekali" ucap Ara yang tidak melihat siapapun di bawah dan hanya melihat bi Imah.


Nathan dan Ara mendudukkan tubuh mereka di kursi yang berbeda."Kamu mau makan apa?" tanya Nathan yang tiba tiba.


"Tidak usaj, Biar aku aja" jawab Ara.


"Biar aku saja menyiapkannya" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya.


"Mau makan apa?" tanya Nathan kembali.

__ADS_1


"Apa saja" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya. Nathan mengambil makanan untuk nya dan sang istri dengan menu yang sama dan setelah itu dia memberikan makanan itu kepada sang istri dan mereka pun menyantap makanan itu hanya berdua saja.


Hanya ada keheningan di meja makan itu karna biasanya ada Erina ataupun Vino yang berdebat dengan Ara dan Nathan berdebat pun di pancing oleh Vino sedangkan Nita dan Andre menanyakan keseharian mereka tapi saat ini hanya dia dan sang suami lah yang ada di sana.


__ADS_2