
"Ara dimana?" tanya bu adriana karna memang biasanya jika ada pertanyaan apapun pasti terdengan suara ara yang menjawab pertanyaan itu.
"Dia tidur buk" teriak timi karna memang dia sangat suka sekali melihat ara kena marah.
"Dimana?" tanya adriana kepada timi.
"Ini buk" jawab timi sambil menunjuk ke arah ara yang tertidur. Andita sangat geram akan timi karna dia sedari tadi berusaha melindungi ara supaya tidak ketahuan tapi timi malah mengadu kepada bu adriana.
Bu adriana menghampiri ara yang sedang tertidur di bangku paling belakang dan juga pling sudut. Sedangkan para donatur hanya melihat bu adriana yang menghampiri ara.
"Ara" panggil bu adriana saat telah sampai di samping meja ara.
"Hmm" jawab ara yang masih kantuk tanpa mendongakkan pandangannya yang membuat bu adriana sedikit marah.
"Ara" teriak bu adriana sambil memukul keras meja ara yang membuat ara langsung berdiri.
"Kenapa buk?" tanya ara dengan mata merah akibat tidur.
"Kenapa kamu tidur di jam belajar hah?" tanya bu adriana kepada ara.
"Bukannya udah istirahat buk?" tanya ara santai tanpa memperdulikan sekitarnya.
"Coba kamu liat jam" bentak bu adriana lagi. Ara langsung melihat jam yang melekat di tangannya yang menunjuk pukul 10:50 seketika matanya membulat sempurna karna kaget. Dia menatap ke arah Erina dan juga Andita dengan mata yang masih melebar. Erina dan Andita hanya mengangkat bahunya karna tidak tau.
"Hehe maapin ara buk" ucap ara sambil menyengir kuda kepada bu adriana.
"Kerjakan yang ada di papan tulis itu" perintah bu adriana dan langsung berlalu meninggalkan ara sedangkan ara masih mematung di tempat duduknya.
"Ayo kerjakan" perintah bu adriana kepada ara. Ara maju kedepan dengan ragu dia menatap nathan alfin dan juga viona yang menatapnya.
"Yang mana buk?" tanya ara kepada bu adriana karna soal yang ada di depan 2.
__ADS_1
"Semua" jawab bu adriana.
"Huh" ara mendengus kasar dan langsung mengambil spidol dan mulai mengisi soal yang ada di paan tulis.
Nathan Vino dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatap ara yang sedang fokus mengerjakan soal yang di berikan oleh nathan dan juga viona.
Ara mengisi soal soal itu dengan santai karna menurutnya itu sangatlah mudah. Ara tidak sadar jika nathan sedari tadi menatapnya sambil melebarkan senyuman. Viona menyadari itu langsung menatap tak suka kepada ara karna dia sangat menyukai nathan dan dia tidak suka jika nathan menatap wanita lain berlebihan padahal dia bukan siapa siapanya nathan.
"Udah bu" jawab ara santai sambil membalikkan tubuhnya dan hampir tertabrak dengan tubuh nathan.
"Maap pak" ucap ara dan ingin berlalu kembali ke kursinya tapi viona menghentikannya.
"Tolong jelaskan kepada teman teman kamu" ucap viona karna memang dia sengaja melakukan itu dan di pikirnya adalh pasti ara kesusahan untuk menjelaskan soal itu karna menurutnya soal itu sangatlah susah.
"Harus ya buk?" tanya ara kepada viona.
"Memang harus....karna bisa saja kamu mendapatkan jawaban ini dari google ataupun kamu menggunakan alat yang bisa mendengarkan dan menjawab semuanya" jelas viona dengan senyum liciknya yang membuat nathan tak suka akan itu begitupun dengan vino.
"Cih kalian pikir gue bego" umpat ara. Dia sebenarnya sangat malas karna dia baru saja bangun dari tidur.
"Silahkan di jelaskan" ucap viona sambil tersenyum licik melihat ara.
Ara menjelaskan apa yang ada di papan tulis itu dengan sangat teliti karna memang dia tau segala hal dan IQ nya memang tergolong tinggi. Viona yang mendengar penjelasan dari ara terkejut karna menurutnya ara tidak tau apa apa tapi dia salah ara bisa menjelaskan dengan baik dan dia juga menjelaskan seditle diltle nya mengenai soal yang ia isikan tadi.
Nathan dan Vino menatap kagum kepada ara karna ara itu baru saja bangun dari tidur dan tidak mungkin langsung bisa menjawab dengan benar dan menjelaskan semuanya seditle itu.
"Apa? dia bisa tau semuanya?" guman viona kesal karna niatnya ingin mengerjai ara tapi dia seperti memuji ara secara tidak langsung.
"Sekian terima kasih" ucap ara dengan membungkukkan sedikit tubuhnya krna dia sudah selesai menerangkan jawaban yang ia jawab itu kepada semua orang di kelas itu. Semua ornag bertepuk tangan bangga dan kagum akan kepintaran ara begitupun dengan nathan yang sangat bahagia melihat ara bisa sehebat itu dan Erina dan Andita lah yang paling heboh dia mengejek ngejek timi dan bersorak bangga akan sahabatnya itu.
"Boleh saya duduk buk?" tanya ara kepada adriana.
__ADS_1
"Boleh" jawab adriana sambil melebarkan senyumnya kepada ara. Ara langsung duduk di bangkunya dengan berjalan santai karna memang dia orang yang sangat santai tapi pasti.
"Baik anak anak sampai di sini dulu pertemuan kita hari ini" ucap nathan karna memang kelas ara kelas terakhir yang mereka datangai karna kelas ara terletak paling ujung.
"Yah udah pisah aja sama pak ganteng" ucap salah satu murid karna memang semua murid perempuan di sana terkesima akan ketampanan nathan termasuk Andita dan juga Erina tapi tidak dengan ara yang biasa saja karna menurutnya tidak ada orang setampan kekasihnya.
"Iya pak" jawab salah satu murid perempuan.
"Tenang tenang nanti lain waktu saya bakal sering sering kesini" ucap nathan sambil melebarkan senyumnya.
"Bener pak?" tanya salah satu murid perempuan itu dan nathan hanya mengangguk mengiyakan. Semua murid perempuan bertepuk tangan bahagia begitupun dengan Andita dan Erina tapi tidak dengan ara yang masih merasakan kantuk.
Nathan hanya menatap ara yang tampak sangat kantuk. "Yasudah kalau begitu saya permisi assalamualaikum wr.wb" ucap nathan dan berlalu keluar dari kelas 12 itu.
"Temenin gw ke UKS" ucap ara kepada Erina dan Andita.
"Kenapa? lo sakit?" tanya Andita panik.
"Bukan gw ngantuk" jawab ara.
"Alasannya apa?" tanya Erina.
Ara memikirkan alasan yang tepat untuk di katakan kepada guru nanti dan dia ingat jika kakinya terluka dan setaunya dia belum mengobatinya. "Kaki gw belum di obatin" jawab ara sambil menunjukkan kakinya kepada kedua sahabatnya itu.
"Lo jatuh dari mana sampe luka gitu?" tanya Erina panik.
"Gw juga gak inget" jawab ara.
"Yaudah ayo kita obatin" jawab Erina dan langsung mengajak ara ke ruang UKS.
Di depan kelas ara Erina dan juga Andita berpapasan dengan nathan Vino dan juga bu adriana yang belum pergi dari depan kelas mereka ntah apa yang mereka bicarakan. "Kalian kenapa keluar?" tanya bu adriana yang membuat ara, Erina dan juga Andita kaget.
__ADS_1