
"Hah" ucap Nathan dengan wajah sedih nya saat melihat sang istri pergi dari rumah dan tidak tau kemana. Vino yang baru sampai di lantai atas pun melihat ruangan cctv terbuka dan dia mendekat ke arah ruangan itu. Nathan menundukkan kepala nya dan langsung menangis dengan menggenggam erat cincin nikah milik sang istri.
"Astaga ini Benar benar terjadi" guman Vino yang bisa melihat rekaman cctv dari dekat pintu dan melihat Nathan yang nampak sedih dengan kepala menunduk itu.
"Kau sudah berjanji untuk tidak meninggalkan ku" guman Nathan dengan menggengam erat cincin dan juga surat yang di berikan oleh istri nya itu kepada nya.
Vino mendekat ke arah Nathan yang sedang menundukkan kepala itu. "Nat" panggil Vino kepada Nathan, Nathan tidak langsung mengangkat kepala nya dan menenangkan perasaan nya terlebih dahulu dan juga menghapus air mata nya, Setelah wajah nya kering dia langsung mendonggakkan kepala nya menatap Vino.
"Ada apa?" tanya Nathan datar dengan menatap lekat wajah Vino.
"Kau baik baik saja bukan?" tanya Vino kepada Nathan, Nathan tidak menjawab dan memilih untuk berlalu dari sana dan menaiki lift menuju ke lantai paling bawah, Sesampai di lantai bawah Nathan langsung keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil nya untuk mencari sang istri tanpa mengganti pakaian kemarin dan jelas saja tidak mandi. Vino memilih untuk turun dari tangga dan menuju ke lantai dua.
"Apa yang terjadi?" tanya Erina kepada suami nya itu.
"Ara pergi dari rumah" jawab Vino dan mendudukkan tubuh nya di samping sang istri.
"Hah? pergi kemana dia?" tanya Andre yang kaget akan ucapan Vino.
"Vino juga tidak tau" jawab Vino dengan wajah sedih nya menatap orang tua nya itu.
"Ada apa yah?" tanya Nita kepada Andre karna mendengar teriakan Andre tadi.
"Ara pergi dari rumah bun" jawab Andre dan langsung beranjak berdiri untuk mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi menantu nya itu. Nita juga ikut kaget mendengar itu dan mendekat ke arah Andre yang mencoba menghubungi Ara tapi sama sekali tidak terhubung.
Nathan terlebih dahulu berhenti di rumah kakek sang istri dan langsung turun dari mobil. Nathan mencoba membuka pagar besi yang terkunci itu tapi tidak tertuba sama sekali. "Sayang" teriak Nathan dengan sangat kencang karna tidak bisa membuka pagar itu.
__ADS_1
"Sayang buka pagar ini" teriak Nathan lagi tapi tidak ada sautan dari dalam.
"Sayang buka pagar ini, Aku ingin bertemu dengan mu" teriak Nathan lagi dengan sangat kencang dan membuat bu Syuhada tetangga di sana keluar dari rumah dan melihat Nathan yang sedang berdiri di depan pagar.
"Nathan ada apa?" tanya bu Syuhada kepada Nathan, Nathan menoleh ke arah bu Syahada.
"Sayang keluar" teriak Nathan lagi dengan pandangan ke dalam pekarangan rumah itu.
"Ara tidak ada di rumah ini" ucap bu Syuhada saat melihat Nathan yang berteriak. Nathan menoleh ke arah bu Syuhada dan setelah itu kembali menggoyangkan pagar besi itu dengan kencang.
"Sayang aku mohon keluar" teriak Nathan dan langsung terduduk akibat kelelahan mengguncang pagar itu.
"Astaga Nathan" ucap bu Syuhada dan langsung menghampiri Nathan.
"Sayang kau di mana?" ucap Nathan yang kembali terisak karna tidak menemui istri nya itu.
Nathan langsung turun dari mobil nya. "Di mana istriku?" tanya Nathan datar kepada bi Nur dan juga mang Mamat.
"Bukan nya Ara di rumah mu? bibi baru saja ingin menjenguk nya" jawab Nur karna dia memang merindukan keponakan nya itu.
"Huh" Nathan mendengus kasar dan kembali masuk ke dalam mobil tanpa berbicara lagi dan dia langsung melajukan mobil nya kembali dengan kecepatan tinggi menuju ke panti tempat terakhir yang kemungkinan besar di kunjungi oleh sang istri.
"Kerahkan seluruh orang untuk mencari keberadaan menantuku" perintah Andre kepada salah satu pengawal rumah itu.
"Baik tuan" jawab pengawal tadi dan langsung berlalu dari sana dan memulai mencari Ara dan menghubungi teman teman pengawal nya untuk membantu mencari Ara.
__ADS_1
Di tempat Ara.
"Cucu nenek seperti nya lelah sekali" guman Saidah saat melihat Ara belum terbangun saat jam delapan pagi. Ara memang sangat merasa kelelahan makanya dia belum bangun sampai saat ini.
"Nek" panggil Roky dan masuk ke dalam kamar nenek nya itu. Nek Saidah menoleh ke arah Roky yang membawa makanan itu.
"Siapa wanita ini nek?" tanya Roky kepada nek Saidah.
"Dia orang yang selalu membantu nenek saat di jakarta" jawab nek Saidah dengan melebarkan senyuman nya kepada Roky cucu kandung nya itu.
"Dia wanita yang nenek ceritakan?" tanya Roky kepada nek Saidah, nek Saidah mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar. Roky anak pintar dan tulus umurnya juga sudah menginjak dua puluh tujuh tahun tapi dia belum memiliki pasangan hidup ataupun kekasih, Dia terpisah dengan nek Saidah karna orang tua angkat nya yang memisahkan nya dulu sengan nek Saidah makanya mereka terpisah dan bertemu beberapa tahun lalu.
"Cantik sekali" guman Roky. Ara mengerjapkan matanya dan langsung duduk dan berdiri dari duduk nya dan itu membuat Roky dan nek Saidah kaget akan itu, Ara langsung keluar dari kamar dan menuju ke belakang dan muntah di kamar mandi belakang.
"Ada apa dengan nya nek?" tanya Roky kepada nek Saidah.
"Nenek juga tidak tau" jawab nek Saidah dan langsung menyusul Ara keluar.
Huekkk
Terdengar suara wanita itu sedang muntah. "Mual sekali tuhan" guman Ara yang merasa sangat mual pagi itu. ara membasuh mulut nya dan setelah itu dia langsung menghapus bekas air yang ada di mulut nya menggunakan tisyu yang ada di dalam kamar mandi itu dan kembali keluar dari kamar mandi itu.
"Nak kau kenapa?" tanya nek Saidah yang hawatir akan Ara. Roky juga nampak hawatir akan wanita itu.
"Tidak nek" jawab Ara dengan melebarkan senyuman nya menatap nek Saidah.
__ADS_1
"Kau benar tidak apa apa?" tanya Roky kepada Ara, Ara yang awal nya tidak memperdulikan Roky pun langsung menoleh ke arah Roky yang sedikit mendekat ke arah nya. Mual di perut Ara kembali lagi dan membuat nya kembali masuk ke dalam kamar mandi dan muntah muntah lagi.