
Vino dan Erina yang beru saja ingin masuk itu sedari tadi menatap Nathan dan Ara yang hanya saling pandang tapi tidak saling sapa.
Andita yang juga kecewa akan Nathan juga langsung berlalu masuk ke dalam apartemen miliknya. "Lepasin" ketus Nathan dan menepis kasar tangan Feli sampai terlepas dan dia langsung masuk ke dalam apartemennya.
Nathan masuk ke dalam kamar istrinya yang belum di benahi itu. Dia mengingat ingat apa saja yang pernah mereka lakukan di sana. Sedangakan Ara dia masuk ke dalam kamar yang di tempati Andita dan langsung mendudukkan tubuhnya di atas kasur.
Ara melepaskan sepatu yang ia kenakan dan juga mantel dia berjalan menuju ke jendela kamar itu dan mendudukkan tubuhnya di sana. Dia memangku kepalanya menggunakan lutut dan tangannya yang ia lipat.
"Huh"
"Huh" Ara dan Nathan mendengus bersamaan di kamar yang berbeda. Air mata Ara kembali mengalir karna memang dia sangat mencintai Nathan sekarang dan dia tidak mau kehilangan Nathan tapi takdir berkata lain dan Nathan memang bukanlah jodohnya pikir Ara.
Andita tidak berani dan tidak mau mengganggu Ara dan memilih masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Azlan dan memikirkan Nathan yang tega meminta cerai kepada Ara saat Ara sudah mencintainya.
"Kenapa gak dari dulu dia cerein gue" teriak Ara prustasi dan langsung menuju ke balkon apartemen itu.
"Kak....apa Ara emang gak boleh bahagia?" tanya Ara yang sudah mendudukkan tubuhnya di kursi balkon itu.
Di apartemen Nathan.
"Jujur aku beneran cinta sama kamu tapi ini yang terbaik buat kita karna sampai kapanpun kamu akan selalu cinta sama Dewa bukan aku" ucap Nathan dengan memegang poto Dewa yang ada di dalam bingkai poto di dalam kamar Ara itu dengan ujung mata yang berair karna sejujurnya dia juga tidak mau kehilangan wanita itu.
__ADS_1
Nathan tidak sadar jika di balik poto Dewa itu terdapat potonya yang tertutup poto Dewa karna Ara gengsi dan kalu jika dia ketahuan oleh Nathan menyimpan potonya.
"Kak Nathan" teriak Andita yang kesal.
Nathan mengahpus air matanya dan langsung keluar dari kamar istrinya itu dan menuju ke dekat pintu untuk membuka pintu.
"Ada apa?" tanya Nathan datar.
"Gue mau ambil baju Ara" jawab Andita datar. Nathan mempersilahkan Andita masuk dan membereskan baju wanita yang sangat ia cintai itu.
"Dasar iblis...kenapa kakak gak dari dulu aja cerein Ara?" ketus Andita kesal dan langsung berlalu karna memang dia sudah selesai membereskan barang barang Ara.
"Kenapa emangnya?" tanya Nathan. Andita tidak menjawabnya dan memilih berlalu dari apartemen itu dan masuk ke apartemen yang mereka tempati.
"Kenapa kak Nathan mau bercerai dengan Ara? bukannya dia cinta sama Ara?" tanya Erina kepada Vino.
"Aku juga gak tau....tapi kita gak boleh biarin mereka cerai" jawab Vino karna dia sangat menyetujui jika Nathan dan Ara selalu bersama.
"Gimana caranya?" tanya Erina menatap sang suami.
Di balkon Ara masih termenung dengan air mata yang tidak mau berhenti menangis. "Ara rindu kalian" ucap Ara dan membaringkan kepalanya ke meja yang ada di balkon sambil menatap poto kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Ara mau ketemu kalian Ara rindu" jawab Ara dan memeluk poto itu dan akhirnya dia tertidur di balkon itu.
"Aku beneran sayang sama kamu, Aku gak mau kehilangan kamu..Tapi kalo kamu emang mau cerai gapapa, Aku terima" ucap Nathan dan memeluk ponselnya yang berisi poto sang istri yang tengah tertidur di bahunya.
Keesokan paginya
Ara tertidur di balkon tadi malam. Nathan menuju ke balkon seperti biasa setiap pagi. Nathan terlebih dahulu menatap ke apartemen istrinya itu dan melihat sang istri yang tengah tertidur pulas di balkon.
"Wajah yang selalu aku lihat waktu bangun tidur" guman Nathan dengan senyum yang mengembang.
"Ara" panggil Andita yang baru saja sampai di balkon dan Nathan langusng berlalu untuk bersiap pergi ke kantor.
"Emmm" jawab Ara sambil memaksa membuka matanya.
"Gak kerja hari ini?" tanya Andita. Ara mengangguk mengiyakannya dan langsung berlalu meninggalkan Andita sendiri.
Ara sudah selesai mandi dan dia juga sudah selesai bersiap siap begitupun dengan Andita. "Ayo" ajak Ara kepada Andita dan langsung keluar apartemennya.
Saat keluar dia berpasan dengan Nathan yang juga sudah rapi untuk berangkat ke kantor. Setelah melepas rindu beberapa saat akhirnya mereka memalingkan wajah masing masing dan berlalu ingin masuk ke dalam lift.
Saat ingin masuk Ara juga melihat Nathan yang ingin masuk juga dan akhirnya dia tidak jadi masuk. "Ayo" ajak Andita yang sudah berada tepat di samping Nathan.
__ADS_1
"Lo duluan aja ke bawah....barang gue ada yang ketinggalan" jawab Ara dan langsung berlari menuju ke apartemennya padahal tidak ada satupun barangnya yang tertinggal.