Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Keluhan


__ADS_3

"Enak makan bareng tau" jawab Ara.


"Tapi...." ucap Nathan terpotong oleh Ara.


"Lo kalo mau makan di sana makan aja gue makan sama mereka" ketus Ara dan langsung meninggalkan Nathan


"Balik lagi galaknya" guman Nathan sambil menggelengkan kepalanya dan langsung mengikuti istrinya itu.


"Kenapa kesini?" tanya Ara kepada Nathan saat melihat Nathan menghampirinya.


"Mau makan siang" jawab Nathan.


"Bapak mau makan siang sama kita pak?" tanya salah satu tukang.


"Iya" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya.


"Ini" ucap Ara sambil menyodorkan nasi kotak kepada Nathan. Nathan menerimanya dengan senang hati tapi dia sedikit ragu untuk memakannya karna dia belum pernah makan bersama tukang dan makan di dekat bangunan.


"Hah pak Nathan makan di sana?" ucap Doni bingung karna dia tidak pernah melihat bos nya itu makan bersama tukang.


"Kenapa pak?" tanya Viona melihat Doni menatap bingung ke arah Nathan.


"Itu bu saya baru pertama kali liat pak Nathan makan sama mereka" jawab Doni. Viona langsung menoleh ke arah Nathan dan benar saja Nathan memang sedang makan bersama dengan para tukang dan dia juga ikut tertawa bersama mereka.


"Pertama kalinya pak Nathan makan sama tukang...pasti gara gara wanita itu" guman Viona sedikit tak suka melihat wanita yang ada di samping Nathan karna memang Nathan sedari tadi menatap wanita itu.


"Nona" panggil salah satu tukang itu kepada Ara.


"Hmm" jawab Ara yang menghentikan makannya dan menatap tukang itu.


"Nona pacarnya bos Nathan ya?" tanya tukang itu.


Uhukkkk....uhukkkk


Ara tersedak ntah kenapa dia bisa tersedak. Nathan yang melihat itu sesegera mungkin mengambil air untuk istrinya itu dan memberikannya kepada Ara.


"Hati hati kalo makan" ucap Nathan dan membimbing istrinya itu untuk minum.

__ADS_1


"Marah marah mulu" ketus Ara.


"Bapak pacaran ya sama nona ini?" tanya tukang yang tadi karna dia melihat jelas perhatian yang di berikan oleh Nathan kepada Ara.


"Dia..." ucap Nathan terpotong saat Ara menginjak kakinya.


"Auuu" rengek Nathan kesakitan dan mengelus kakinya yang di injak oleh istrinya itu.


"Saya hanya tamu disini pak...mana mungkin saya pacaran sama bos besar kayak pak nathan iya kan pak?" tanya Ara kepada Nathan sambil melebarkan senyumannya agar Nathan mengerti maksudnya.


"Iya pak" jawab Nathan dan ikut melebarkan senyumannya.


Setelah selesai makan siang semua tukang kembali bekerja begitupun dengan Ara yang juga ikut bekerja Sedangkan Nathan dia masih berbincang dengan pak Doni dan Viona masalah pembangunan itu.


Mata Nathan tak henti hentinya mengawasi istrinya itu yang sedang ikut bekerja. Ara bukan bekerja yang berat berat dia hanya mmbantu memasangkan semen ke bangunan itu bukan mengangkut bata atau hal hal berat lainnya karna tadi Nathan melarangnya dan dia terpaksa mengiyakannya.


"Mungkin satu atau dua bulan lagi bangunannya akan selesai pak" ucap pak Doni kepada Nathan.


"Saya percayakan proyek ini kepada anda" ucap Nathan sambil melebarkan senyumannya karna memang dia sangat percaya dengan Doni.


"Pak" panggil Ara ke salah satu tukang.


"Bapak kerja di sini di perlakukan dengan baik?" tanya Ara.


"Iya nona memangnya kenapa?" tanya Tukang itu dan dia juga berbohong masalah di perlakukan baik atau tidak.


"Tapi pak saya saat melihat bapak itu saya kurang yakin jika kalian di perlakukan dengn baik" jelas Ara sambil menunjuk ke arah pak Soni karna memang dia sedikit bisa membaca karakter orang.


"Tidak nona...kami di perlakukan dengan baik oleh nya nona" jawab tukang itu dengan senyum yang nampak terpaksa.


Ara menatap lekat wajah tukang itu. Dia menatap mata tukang itu untuk mencari kebohongan dari tukang itu karna dia kurang yakin jika pak Doni memperlakukan mereka dengan baik dan mungkin dia memperlakukan pekerjanya dengan baik saat Nathan berkunjung saja.


"Keliatan banget bapak boong sama saya" ucap Ara saat melihat senyum paksa di wajah pak tukang itu.


"Saya tidak bohong nona" jawab tukang itu.


"Pak..bicarakan dengan saya...bapak mau tiap hari di perlakukan tidak baik oleh atasan bapak? pasti dia memperlakukan kalian dengan baik hari ini karna Nathan dateng kan?" tanya Ara memegang bahu pak tukang itu.

__ADS_1


pak tukang itu bingung ingin menjawab apa. Jika dia menjawab yang sejujurnya dia takut di pecat oleh Doni karna itu ancaman yang di berikan Doni kepada seluruh pegawai.


"Bapak gak usah takut ngungkapin kebenerannya saya akan membantu bapak dan pekerja lainnya untuk mendapatkan perlakuan yang baik" jelas Ara yang melihat tukang itu ragu untuk menjawab.


"Nona benar pak Doni memang dari dulu tidak pernah memperlakukan kami semua dengan baik...makan saja dia tidak pernah memberikannya dan semen bangunan ini juga semen dengan kualitas yang buruk nona dan waktu itu ada salah seorang tukang yang cidera dan dia tidak mau mempertanggung jawabkannya nona makanya kita sedikit malas untuk bekerja dan pak Doni memperlakukan kami dengan baik saat pak Nathan kesini" jelas tukang itu yang memberanikan diri karna dia percaya kepada Ara.


"Dimana tukang yang cidera itu pak?" tanya Ara.


"Dia ada di rumahnya nona" jawab tukang itu.


"Apa dia sudah sembuh?" tanya Ara. tukang itu menggelengkan kepalanya dan menundukkan kepalanya dan terisak.


"Bapak kenapa?" tanya Ara yang melihat tukang itu menangis.


"Saya waktu itu ingin meminjam uang nona tapi tidak di kasih padahal waktu itu anak saya di rumah sakit dan uang itu untuk berobat anak saya tapi pak Doni tidak pernah ingin memberikan pinjaman" jelas tukang itu.


"Trus anak bapak udah sembuh?" tanya Ara yang ikut iba mendengar penjelasan dari tukang itu.


"Anak saya sudah tidak ada nona" jawab tukang itu dan kembali terisak. Ara sangat geram mendengar itu kenapa Nathan bisa memperkerjakan orang seperti itu? itulah pikir nya.


"Saya turut berduka cita pak" ucap Ara sambil mengelus bahu tukang itu.


"Terima kasih nona sudah ingin mendengar keluhan saya" ucap pak tukang itu. Ara melebarkan senyumannya.


"Jangan sedih lagi dong pak...senyum" ucap Ara ambil melebarkan senyumannya. tukang itupun ikut tersenyum kepada Ara.


"Hey" panggil Nathan yang membuat Ara dan tukang itu menoleh ke arahnya.


"Ayo pulang" ajak Nathan. Ara langsung berdiri dan ingin mengatakan sesuatu kepada suaminya itu tapi dia tidak sampai.


"Turunin dikit tubuh lo" ucap Ara. Ara membungkukkan sedikit tubuhnya.


"Ada cctv disini?" tanya Ara sambil berbisik kepada suaminya itu.


"Mana ada cctv di bangunan yang belum jadi" jawab Nathan lembut.


"Pasang cctv di sini" ucap Ara yang masih berbisik.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Nathan bingung dan kembali menegakkan tubuhnya.


__ADS_2