
Ara langsung membalikkan tubuhnya dna menatap lekat laki laki yang ada di atas ranjang itu. "Kenapa?" tanya Nathan yang melihat Ara menatapnya lekat.
"Lo kenapa peluk peluk gue hah?" bentak Ara dengan melototkan matanya menghadap ke arah Nathan.
"Kenapa emangnya?" tanya Nathan.
"Kok lo sih yng nanya seharusnya gue yang nanya kenapa lo lancang banget meluk gue hah?" ketus Ara dan meletakkan kedua tangannya di atas pingganya.
"Kita kan udah jadi suami istri" jawab Nathan santai.
"Oiya gue udah nikah kemaren sama dia" guman Ara mengingat ingat kejadian kemarin.
"Cariin pulpen sama kertas" perintah Ara karna dia tidak tau di mana letak barang barang Nathan.
"Ambil di sana" jawab Nathan datar dan menunjuk menggunakan bibirnya ke ruangan kerjanya.
"Ambilin" ketus Ara.
"Ambil sendiri" jawab Nathan. Ara langsung masuk ke dalam ruang kerja Nathan yang terletak di dalam kamar itu dan duduk di kursi kerja Nathan. Ara nampak sudah menemukan pulpen dan juga kertas diapun menulis di atas meja kerja Nathan itu.
Setelah selesai menulis dia langsung kembali keluar dan menemui Nathan yang masih berbaring di atas tempat tidur.
"Ini peraturan kita" ucap Ara sambil menyodorkan kertas.
"Apa ini?" tanya Nathan.
"Makanya liat dulu" ketus Ara dan menyodorkan kertas itu kepada Nathan. Nathan menerima kertas itu dan membacanya.
"1. Nathan tidak boleh memeluk Ara saat tidur dan tidak boleh melakukan hal yang di luar nalar kepada Ara
Nathan harus tidur di atas lantai
Ara dan Nathan tidak boleh satu ranjang
Nathan tidak boleh meminta hal aneh aneh kepada Ara
Nathan harus menuruti kemauan Ara
Nathan tidak boleh mencampuri urusan Ara begitupun dengan Ara
Nathan tidak boleh protes"
itulah isi surat yang di tuliskan oleh Ara. "Apaan ini?" tanya Nathan kepada Ara.
"Peraturan gue" jawab Ara dan melipatkan kedua tangannya di atas perut.
"Ini gak adil kok cuma aku yang gak boleh" protes Ara.
"Baca nomor tujuh" perintah Ara.
__ADS_1
"Aku tetep gak terima" jawab Nathan.
"Baca nomor tujuh" perintah Ara lagi.
"Siniin pulpennya" ucap Nathan. Ara langsung memberikan pulpen yang di tangannya itu kepada Nathan. Nathan membuka lembar baru buku itu.
"1. Ara harus mencium pipi Nathan belum tidur
Ara harus mencium tangan Nathan saat berangkat bekerja dan Nathan mencium kepala Ara saat pergi kemanapun tanpa Ara.
Ara wajib melayani Nathan
Ara tidak boleh menolak ataupun protes. " isi tulisan yang di tulis oleh Nathan.
"Ini" ucap Nathan sambil menyodorkan buku itu kepada Ara. Ara membaca apa yang di tulis oleh Nathan.
"Apa apaan ini" teriak Ara tak terima.
"Kalo kamu mau aku nerima persyaratan kamu kamu juga harus terima persyaratan dari aku gimana?" tanya Nathan dengan senyum menangnya karna dia berpikir bahwa Ara asti tidak sanggup.
"Gue gak mau" jawab Ara dan melempar buku itu kepada Nathan.
"Yaudah aku juga gak mau ngelakuin syarat yang kamu kasih" jawab Nathan. Ara mengambil buku yang ada di dada Nathan itu dan melemparnya ke atas lantai dan menginjak injak buku itu dengan kesal.
"Aaaa" teriak Ara menginjak injak buku itu. Nathan tersenyum menang melihat itu.
"Kenapa? ini kan kamar aku" jawab Nathan.
"Gue mau mandi" ketus Ara.
"Mandi bareng aja" jawab Nathan yang mencoba menggoda Ara.
"Ogah" ketus Ara. Nathan belum juga beranjak dari tempat tidurnya itu.
"Keluar" ucap Ara sambil menarik tangan Nathan. Nathan pun keluar sebentar dan setelah itu masuk lagi saat Ara sudah di dalam kamar mandi. Dia mengambil buku yang di injak oleh Ara tadi dan membacanya kembali.
Nathan terkekeh membaca peraturan peraturan yang ada di dalam buku itu mau itu peraturan dari Ara maupun darinya. "Ara...Ara" ucap Nathan sambil menggelengkan kepalanya dan meletakkan buku itu di dalam laci yang ada di samping ranjangnya itu.
"Untung bibi bawa sabun gue" ucap Ara dan langsung mandi. dia merendamkan tubuhnya sebentar dans etelah itu keluar.
"Baju gue dimana?" guman Ara karna dia tidak melihat kopernya.
"Nathan dimana?" guman Ara karna dia tidak tau bajunya dimana. Ara mencari cari Nathan tapi dia tidak mendapatkan Nathan.
"Nathannnn" teriak Ara dari dalam kamar dan kepalanya sajalah yang di keluarkan.
"Kenapa nak?" tanya Nita yang ikut berteriak.
"Baju Ara gak ada" jawab Ara yang menyembunyikan tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian handuk milik Nathan.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Nathan yang baru saja sampai dan berdiri tepat di depannya karna dia berada di kamar Alfin sedari tadi.
"Baju gue mana?" tanya Ara yang berusaha menyembunyikan tubuhnya dari Nathan.
"Di ruang ganti" jawab Nathan datar.
"Gak ada" jawab Ara.
"Minggir" perintah Nathan yang ingin masuk ke dalam kamar itu tapi Ara tidak beranjak dari sana.
"Huh...kenapa?" tanya Nathan.
"Gak boleh masuk lah gue belum make baju" jawab Ara.
"Bukannya mau di tunjukin tempat baju kamu?" tanya Nathan. Ara hanya mengangguk mengiyakannya.
"Biarin aku masuk" ucap Nathan.
"Gak boleh" jawab Ara.
"Cari sendiri aja baju kamu" ucap Nathan yang sudah mulai kesal tapi masih lembut.
"Gue udah cari tadi" jawab Ara.
"Makanya biarin aku masuk ke dalam Ara riyanti" jawab Nathan yang berusaha menahan emosinya.
"Bentar" ucap Ara dan langsung berlalu dan menutup pintu itu dan mengambil selimut untuk menutup tubunya yang terbuka apa lagi di bagian dadanya.
"Masuk" teriak Ara yang sudah berbalut dengan selimut. Nathan langsung masuk ke dalam kamarnya itu. Dia menatap lekat wanita yang berbalut selimut tebal itu.
"Ngapain liatin gue gitu cepat sana cari" ucap Ara meninggikan suaranya dan mengikuti Nathan dari belakang.
"Ini lemari baju kamu" ucap Nathan dan membuka lemari husus untuknya dan di dalam lemari itu banyak sekali baju karna bi Imah yang menyiapkannya atas perintah Nita.
"Ini bukan baju gue" jawab Ara mengeratkan selimut itu di tubuhnya.
"Ini baju kamu" jawab Nathan.
"Bukan...liat ini...baju gue gak gini" jawab Ara sambil mengambil sah satu dres.
"Ini bunda yang nyiapin buat kamu" jawab Nathan.
"Gue gak mau" bantah Ara.
"Trus?" tanya Nathan.
"Baju lama gue mana?" tanya Ara.
"Cari aja sendiri" jawab Nathan yang sudah kesal akan istrinya itu.
"Ini bukan baju gue Nathan" jawab Ara yang juga sudah kesal. Nathan langsung berlalu meninggalkan istrinya itu yang sedang mengoceh sendirian di dalam ruang ganti itu dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Ini dia baju gue" ucap Ara saat mendapatkan baju kaos miliknya dan celana pendek karna dia lebih menyukai pakaian seperti itu dari pada menggunakan dres yang menampakkan lekuk tubuhnya.
__ADS_1
Ara memang banyak sekali mempunyai baju kaos berbagai macam warna dan juga model karna memang dia sangat menyukai baju baju yang over size.