
"25jt dek biayanya" ucap suster itu. dan ara langsung mengambil dompet miliknya dan mengambil kartu kredit yang di berikan oleh papinya dan memberi kartu itu kepada suster tadi.
"Ini sus" ucap ara sambil menyodorkan cradit card itu.
Suster langsung mengambilnya dan menggesekkannya di atm.
"Silakan di tulis pinnya" ucap suster itu sambil menyodorkan mini atm itu kepada ara. arapun langsung mengisi pin atmnya dan kembali memberikan atm itu kepada suster tadi. setelah selesai suster itu mengembalikan credit card milik ara dan ara hendak beranjak dari sana tapi ponsel miliknya berbunyi menandakan ada yang menelpon.
"Erina?" gumannya dan langsung mengangkat telpon dari temannya itu.
"Ra lo dimana? kita nungguin lo.....disini juga ada kak dewa" teriak Erina dari sebrang telpon.
"Gw sekarang lagi di rumah sakit" ucap ara.
"Siapa yang sakit? rumah sakit mana?" tanya Erina bersamaan.
"Rumah sakit melati deket deket panti" ucap ara. Erina langsung mematikan telpon itu sebelah pihak.
"Ara di rumah sakit" ucap Erina kepada Andita dan juga dewa.
"Dia kenapa?" tanya dewa hawatir.
"Gak tau" jawab Erina.
"Yaudah ayo kita kesana" ucap dewa semakin hawatir dan langsung masuk ke dalam mobil dan melakukan mobilnya menuju lokasi yang di bilang oleh Erina tadi.
Sesampai di rumah sakit Erina dan Andita langsung masuk ke dalam rumah sakit itu tapi tidak dengan dewa dia harus memarkirkan mobilnya dulu. Andita mencari cari ara di dalam rumah sakit yang lumayan besar itu.
"Itu dia" ucap Erina saat melihat ara di depan salah satu ruangan yanga da di rumah sakit itu. merekapun langsung berjalan sedikit berlari menuju ara.
"Ra lo gapapa?" tanya Andita sambil memeriksa tubuh ara.
"Sakit bego" ucap ara sambil memukul pelan kepala Andita. Andita pun melepaskan tubuh ara.
"Gw gapapa ibu barqi yang sakit bukan gw" ucap ara lagi.
"Ibu lo kenapa qi?" tanya Erina karna mereka juga kenal dengan barqi dan reza tapi mereka tidak mengenal teman teman barqi yang lain.
__ADS_1
"Ibu gw kepleset di toilet Er" jawab barqi.
"Trus gimana keadaannya?" tanya Andita kaget.
"Sekarang masih di dalam proses operasi.....makanya kita masih nunggu" jelas barqi. karna tadi sebelum Andita dan Erina datang ibu barqi sudah di bawa ke ruang operasi.
"Ara kamu gapapa?" tanya dewa yang baru sampai dengan wajah yang sangat panik.
"Ara gapapa kok" jawab ara. dewa langsung mendengus lega.
"Syukur kamu gapapa....trus kamu kenapa disini?" tanya dewa sambil menatap ke arah semua teman preman ara dengan tatapan bingung karna dewa memang belum kenal dengan mereka.
"Ibunya barqi tadi jatoh dan kebetulan ara lewat jadi ara bawa deh ke rumah sakit" jelas ara kepada dewa.
"Mereka siapa?" tanya dewa sedikit berbisik.
"Oiya kenalin ini temen temen ara" ucap ara memperkenalkan semua preman itu kepada dewa.
"Kenalin ini pacar gw" ucap ara memperkenalkan dewa kepada teman teman premannya.
"Barqi" ucap barqi sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman keada dewa.
"Udah saling kenal gini kan enak gak ada yang bingung bingung lagi" ucap ara sambil melebarkan senyumannya.
"Kamu belum ganti baju?" tanya dewa dan ara hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu belum pulang kerumah?" tanya dewa lagi dan ara hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa belum pulang? nanti di cariin sama mami kamu" ucap dewa.
"Mereka mana peduli sama ara" ucap ara dan tiba tiba Teo menarik tangannya dan itu membuatnya sedikit kaget.
"Papi" ucap ara sambil melihat ke arah teo dan juga windi karna mereka baru selesai menjenguk teman windi yang di rawat disana.
Plakkk....
Satu tamparan mendarat di pipi ara yang membuat semua orang kaget dan ingin membantu tapi Andita dan Erina melarang karna memang mereka tidak bisa menghentikan pertengkaran antara teo dan juga ara.
__ADS_1
"Papi kenapa tampar ara?" tanya dewa heran dan arapun segera memegang tangan dewa supaya dewa tidak ikut campur.
"Kamu siapa?" tanya teo dengan nada bentakan kepada dewa. dewa ingin menjawab tapi ara melarangnya.
"Papi ngapain kesini?" tanya ara dengan wajah biasa saja.
"Seharusnya papi yang tanya sama kamu....kamu ngaain kesini? sama anak anak gak jelas lagi" bentak teo yang membuat siapapun mendengarnya tidak suka.
"Siapa yang gak jelas pi?" tanya ara dengan menaikkan kedua alisnya.
"Ini preman preman ini" bentak teo lagi.
"Mereka temen ara" jawab ara datar.
"Kamu temenan sama preman preman ini?" tanya windi sedikit kaget.
"Iya mereka temen ara" jawab ara.
"Pantas aja kamu boros pantas aja kamu bodoh ternyata kamu temenan sama orang orang bodoh juga....kamu hura hura sama mereka.....papi capek cari uang dan kamu malah hura hura?" bentak teo yang membuat semua orang kaget dan marah akan perkataannya.
"Papi bukan gitu...uang papi ara sum...." ucap ara terputus saat tangannya di tarik oleh teo.
"Pulang" bentak teo.
"Ara masih ada urusan pi" jawab ara dan berusaha melepaskan tangannya dari teo.
"Papi bilang pulang" bentaknya lagi dan ara hanya mengikuti dan menuruti perkataan orang tuanya itu.
FLASH BACK OFF
"Mungkin kalo bukan karna lo nyokap gw udah gak ada sekarang ra, Lo terlalu baik buat hidup di keluarga kayak gitu" ucap barqi dan langsung berlalu dari dekat ara dan merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu di samping ara.
Tidak lama dia merebahkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya akhirnya dia ikut terlelap di tamu anti itu. sedangkan deny masih duduk di dalam mobil untuk mengawasi ara. dia tidak melihat siapa siapa lagi di depan panti itu dan diapun langsung pulang ke rumah majikannya.
Keesokan harinya ara terbangun lebih dahulu di banding yang lainnya ara melihat barqi yang sedang tertidur di atas sofa ruang tamu yang ada di atas kepala nya. dia sedikit kaget karna dia takut barqi macam macam dengan nya diapun langsung memeriksa seluruh bajunya. dia melihat bajunya masih utuh setelah itu dia langsung beranjak berdiri dan berniat ingin melaksanakan kewajiban semua umat muslim yaitu sholat.
Setelah selesai berbagi cerita dengan yang maha kuasa dia kembali ke ruang tamu dan membangunkan barqi. "Qi bangun" ucap ara sambil mengoyangkan tubuh barqi tidak terlalu kencang.
__ADS_1
Barqi menggeliuk tubuhnya karna dia merasa sedikit terganggu. "Hmm" jawab barqi dengan mata masih tertutup.
"Bangun lo gak sholat" bentak ara kesal dan kembali menggoyangkan tubuh barqi. Barqi langsung bangkit dari tidurnya dab segera beranjak duduk menatap sekeliling dengan mata yng sedikit terkantuk.