Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gimana rencana kita


__ADS_3

Waktu sudah menunjuk ke jam 11:23 sedangkan Erina, Andita dan juga ara masih nyaman dengan pelukan mereka. Erina dan Andita tidak sadar jika ara sudah terlelap sedari tadi mungkin karna kecapean. "Er ara ketiduran" ucap Andita kepada Erina seperti orang berbisik.


Erina yang mendengar perkataan Andita yng mengatakan bahwa ara tertidur langsung melihat ke arah ara dan ingin melepaskan pelukan ara dan menidurkan ara dengan benar begitupun dengan Andita.


"Jangan tinggalin ara" ucap ara dengan mata yang masih terpejam dan mengeratkan pelukannya kepada Erina dan juga Andita saat Erina dan Andita ingin melepaskan pelukan mereka.


"Gimana?" tanya Andita bingung.


"Udah....kita biarin aja dulu" jawab Erina kepada Andita dan mereka berdua membiarkan ara memeluk mereka.


Nathan Vino dan juga papi ara masuk ke dalam ruangan ara dan melihat ara Erina dan juga Andita masih berpelukan erat di atas ranjang. sedangkan nita dan windi tidak ikut masuk. Mata nathan tertuju kepada ara yang terlihat tertidur di pelukan Erina dan juga Andita.


Erina dan Andita yang sadar jika ada orang yang masuk ke dalam ruangan langsung melihat ke arah pintu dan terlihat nathan Vino nita dan juga kedua orang tua ara. "Kalian kenapa?" tanya nathan kepada Erina dan Andita yang melihat mereka.


"Ara ketiduran .....tapi dia gak mau lepasin kita" jawab Erina kepada nathan.


Nathan mendekat ke arah tempat tidur. "Ara" panggil nathan kepada ara dan melepaskan pelukan ara dari Erina dan juga Andita. niat nathan tadi ingin membaringkan ara di atas tempat tidur tapi ara malah memeluknya.


"Jangan tinggalin ara kak dewa" ucap ara dengan memeluk erat tubuh nathan.


Sedangkan orang yang berada di ruangan tersebut kaget akan ara yang memeluk nathan tiba tiba tapi memanggil nama dewa. "Jangan tinggalin ara" ucap ara lagi dengan mata yang masih terpejam mungkin dia mengigau. Nathan tidak tau ingin berbuat apa dan dia menjawab perkataan ara.


"Iyaa.....iyaa kakak ga bakal ninggalin kamu" jawab nathan sambil mengelus lembut rambut ara dan duduk di samping ara. sedangkan ara tersenyum dan mengeratkan pelukannya kepada nathan. Vino sangat kaget akan perkataan nathan yang dia dengar.


"Nathan kayaknya emang suka deh sma ara" guman Vino dalam hatinya. Erina dan Andita hanya kaget dan melihat tingkah nathan dan juga ara.


"Iri gw Er" ucap Andita iri melihat ara dan nathan berpelukan.


"Lo ngomong apaan sih......pasti ara ngigo.....kalo dia bangun dan masih meluk kak nathan pasti dia kaget banget" jelas Erina kepada Andita.


"Iya juga ya" jawab Andita.

__ADS_1


"Ehhhh tapi lo liat deh....mereka emang cocok kan?" tanya Andita kepada Erina. Vino yang mendengar bisikan Erina dan juga Andita langsung mendehem.


"Ekhemmm" dehem Vino yang mengagetkan Erina dan juga Andita.


"Lo apaan sih ngagetin kita aja" bentak Erina.


"Tau lo" sambung Andita. yang baru ingat jika papi ara datang ke rumah sakit.


"Eh papi" sapa Andita kepada teo dan menyalami teo begitupun dengan Erina.


"Mami gak ikut pi?" tanya Erina kepada teo karna dia tidak melihat windi di ruangan tersebut.


"Mami lagi di luar" jawab teo kepada Erina.


"Ngapain?" tanya Andita kepada teo sedangkan teo mengangkat bahunya menandakan dia tidak tau.


Terlihat sunyi di ruangan tersebut. Andita melihat kearah teo yang sedang memainkan ponselnya dengan tatapan sedikit tak suka karna teo tidak ada niat sedikitpun menanyakan ara dan teo juga tampak biasa saja tidak hawatir terhadap ara. "Gak ada niat gitu mau nanyain keadaan anaknya" guman Andita di dalam hatinya.


Nathan menatap lekat wajah ara yang terlihat sembab karna memang ara tertidur setelah menangis. orang yang berada di ruangan tersebut tidak sadar jika nathan sedang menatap ke arah ara karna mereka sibuk dengan urusan mereka masing masing. Vino memainkan ponselnya begitupun dengan teo sedangkan Erina dan Andita bercerita. ntah apa yang mereka ceritakan tapi terlihat sedikit sedih di raut wajah mereka berdua.


Tidak lama kemudian terdengar suara orng membuka pintu.


Ckklekkk......


suara pintu terbuka dan semua orang di ruangan tersebut melihat ke arah pintu yang terbuka tersebut dan terlihatlah nita masuk ke dalam ruangan dan di ikuti oleh windi di belakangnya.


"Bunda darimana aja?" tanya nathan kepada nita yang sedang meletakkan rantang yang berisi makanan di samping sofa ruangan tersebut.


"Bunda tadi ada urusan" jawab nita sambil melebarkan senyumannya.


Erina dan Andita menyalami windi secara bergantian. "Mami dari mana?" tanya amel kepada windi.

__ADS_1


"Mami tadi ada urusan bentar " jawab windi dengan tersenyum.


FLASH BACK ON.


Di parkiran nita bertemu dengan windi. "Eh windi" sapa nita kepada windi.


"Eh nita" jawab windi dan langsung memeluk nita dan mereka berdua cupika cupiki.


"Kamu apa kabar?" tanya windi sambil tersenyum kepada nita.


"Alhamdulilah aku baik.......kamu apa kabar?" tanya nita kepada windi.


"Aku baik kok" jawab windi sambil tersenyum.


"Oiya kamu ngapain disini?" tanya windi kepada nita.


"Aku mau jenguk anak kamu" jawab nita sambil tersenyum. windi tidak terlalu kaget karna dia tau jika nita mngenali anak anaknya.


"Yaudah ayo kita masuk" ajak windi kepada nita.


"Kita bisa bicara berdua aja?" tanya nita kepada windi.


"A Boleh boleh" jawab windi.


"Papi duluan aja nanti mami nyusul" ucap windi kepada teo sang istri.


"Kamu duluan aja nak nanti bunda nyusul" ucap nita kepada Vino dan Vino mengiyakan. nathan Vino dan juga teo terlihat meninggalkan nita dan juga windi di parkiran.


"Kita ngomong di sana aja" ajak nita kepada windi dan windi mengiyakan. mereka berdua berjalan menuju tempat duduk yang ada di bawah pohon di dekat rumah sakit tersebut. mereka berdua sudah sampai dan langsung duduk.


"Kenapa?" tanya windi kepada nita.

__ADS_1


"Gimana rencana kita?" tanya nita kepada windi. windi sedikit bingung karna dia merasa tidak pernah membuat rencana apa apa kepada nita.


__ADS_2