
"Nenek mama nya ibu di mana?" tanya Yuna dengan menatap ayah nya saat dia sudah selesai memperkenalkan semua orang yang ada di ruangan itu. Nathan terdiam begitupun dengan semua orang yang ada di dalam sana dan setelah itu Nathan menoleh ke arah sang istri. Ara langsung tersenyum menatap anak nya itu.
"Mama dan papa ibu sudah tidak ada, Mereka sudah di syurga" jawab Ara akan pertanyaan anak nya itu dengan senyum yang mengembang.
Yuna tidak menjawab nya dan diam begitupun dengan semua orang, Amel tidak bisa melihat suana yang mengharukan bagi nya itu. "Ayo kita pulang" ajak Erina kepada Yuna dan menggendong Yuna.
"Mah aku juga mau di gendong" ucap Naila yang cemburu akan ibu nya yang menggendong Yuna.
"Suruh papa mu menggendong mu" jawab Erina dan menggendong Yuna yang tidak terlalu berat itu. Ara tersenyum melihat itu begitupun dengan Nathan saat melihat Naila yang cemburu kepada Yuna sedangkan dokter tadi mengizinkan Yuna untuk pulang tapi harus menghindari beberapa macam makanan untuk beberapa saat.
"Kau ikut dengan ibu?" tanya Ara kepada Okta, Okta menoleh ke arah Yuda dan juga istri nya. Yuda mengangguk mengizinkan Okta untuk mengikuti Ara dan Nathan begitupun dengan istri nya yang juga mengizinkan nya. Okta kembali menoleh ke arah Ara dan mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap Ara.
"Ayo" ucap Nathan dan langsung menggendong Okta dan berlalu keluar dari sana begitupun dengan yang lainnya yang mengikuti dari belakang. Mereka naik ke dalam mobil masing masing dan ada beberapa mobil di sana, Nathan dan Ara menumpang dengan Amel dan Alfin.
Mobil pun melaju satu persatu meninggalkan tempat itu dan menuju ke kediaman Adijaya. Sesampai di sana mereka langsung masuk ke dalam rumah dan makan siang bersama di rumah itu dengan makanan yang sangat banyak dan sudah di siapkan oleh pelayan rumah itu. "Aku sangat bahagia melihat semua orang yang aku cintai bahagia" guman Nathan saat melihat senyuman demi senyuman yang terpancar di wajah masing masing orang yang ada di meja makan itu.
"Kenapa kau hanya diam?" tanya Vino kepada Nathan, Nathan menggelengkan kepala nya dan langsung melahap makanan nya dan di sana juga ada Yuda dan istri nya yang juga ikut ke sana.
Malam hari nya.
__ADS_1
"Aku pulang dulu" ucap Okta kepada Yuna. Yuna mengangguk mengiyakan nya karna tadi dia sudah memaksa dan membujuk agar Okta ingin tidur bersama nya tapi tetap saja Okta tidak mau dan memilih untuk pulang bersama dengan Mama dan papa nya.
"Besok ke sini lagi ya" ucap Yuna saat Okta ingin berlalu dari sana. Okta mengangguk mengiyakan nya dan Yuda pun langsung menggendong anak nya itu dan menuju ke mobil dan setelah itu mobil pun langsung berlalu dari sana.
"Ayo kita ke atas, Ini sudah sangat larut" ajak Nathan kepada anak dan istri nya itu. Ara mengangguk mengiyakan nya dan Nathan pun langsung menggendong Yuna menuju ke kamar atas.
"Ini kamar mu" ucap Nathan dan menurunkan Yuna anak nya itu di kamar sebelah kiri kamar nya. Yuna mengangguk mengiyakan nya dan Nathan pun menurunkan anak nya itu dari nya dan meletakkan nya di atas kasur.
"Jika perlu apa apa hampiri ibu dan ayah ya" ucap Nathan dengan mengusap lembut kepala anak nya itu.
"Em" jawab Yuna mengangguk mengiyakan ucapan sang ayah.
"Yasudah tidurlah dengan nyenyak" ucap Nathan dan mencium pucuk kepala anak nya itu dan setelah itu Yuna menutup mata nya dan Nathan pun langsung mematikan lampu kamar anak nya itu.
"Tidak ada perubahan" guman Ara saat tidak melihat sedikit pun perubahan di kamar suami nya itu. Nathan menghempaskan tubuh nya ke atas ranjang nya karna sedikit kelelahan.
"Kau tidak mandi?" tanya Nathan kepada sang istri yang sedari tadi hanya diam, Bukan hanya sedari tadi tapi sedari mereka bertemu istri nya itu hanya diam tidak seperti dulu yang selalu banyak bicara.
"Aku tidak memiliki baju" jawab Ara singkat.
__ADS_1
Nathan menoleh dan menatap lekat ke arah istri nya itu. "Di dalam ruang ganti baju wanita itu milik siapa jika bukan milik mu hem?" tanya Nathan dengan menatap lekat sang istri.
"Tapi itu bukan milikku dan bukan aku yang membeli nya" jawab Ara.
"Aku dan bunda menyiapkan nya untuk mu jadi itu milik mu" ucap Nathan dengan menatap lekat istri nya itu. Ara tidak menjawab nya dan memilih untuk diam seribu bahasa di atas ranjang itu dengan posisi masih duduk.
"Kenapa hanya diam?" tanya Nathan kepada sang istri dan mendekatkan tubuh nya ke arah sang istri. Ara menggelengkan kepala nya menandakan jika tidak ada apa apa padahal dia sangat canggung akan suasana yang sudah lama tidak ia lihat dan rasakan itu. Nathan mendudukkan tubuh nya di hadapan istri nya itu dan menatap lekat wajah wanita itu.
"Kau kenapa menjadi pendiam Seperti ini?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri. Ara kembali menggelengkan kepala nya menandakan jika tidak apa apa. Nathan tidak melanjutkan pertanyaan nya dan menatap lekat wajah sang istri yang sangat ia rindukan itu, Nathan mengusap lembut wajah wanita itu sedangkan Ara biasa saja karna dia sangat canggung akan suasana itu.
"Kau nampak canggung sekali di dekat ku" ucap Nathan yang mengerti akan wajah sang istri.
"Ku tidk canggung" jawab Ara datar.
"Kau tidak nyaman tidur dengan ku?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri.
"Aku nyaman" jawab Ara dan membaringkan tubuh nya. Nathan yang masih duduk pun sedikit heran dan menatap lekat wanita itu, Setelah itu dia ikut membaringkan tubuh nya di samping sang istri dan memeluk erat tubuh wanita itu dari belakang.
"Apa yang di rasakan perasaan mu saat ini hem?'' tanya Nathan dengan mengusapkan wajah nya di leher sang istri.
__ADS_1
"Aku tidak merasakan apa apa" jawab Ara kembali datar. Nathan sangat heran akan sang istri dan tidak yakin akan istri nya itu yang tidak merasakan persaan apa apa, Wajah wanita itu nampak sedih dan seperti nya dia sedang menyembunyikan sesuatu dari Nathan.
"Jawab lah pertanyaan ku dengan jujur dan jangan pernah berbohong keada ku" ucap Nathan dengan mengalihkan tubuh sang istri hingga menatap nya.