
Ara yang merasa tangannya di pegang langsung menoleh ke arah aldi dengan tatapan sedikit tak suka. aldi langsung berdiri tapi ara masih menatap ke arah tangan aldi yang memegang tangannya dengan tatapan sedikit tak suka. aldi pun langsung melepaskan tangan ara. "Maap" ucap aldi.
Ara tidak menjawab perkataan aldi dia hanya menatap ke arah aldi.
"Biar aku antar kamu" ucap aldi tapi ara tetap tidak mengubris perkataan aldi dia hanya menatap ke arah aldi.
"Kenapa masih diem?" tanya aldi yang melihat ara hanya mematung dan tidak bergerak.
"Ayo" ajak aldi lagi dan langsung memasukkan koper milik ara ke bagasi mobilnya dan ara hanya mematung.
Tiba tiba....
"Hey" panggil seorang preman yang membuat aldi menoleh ke arahnya tapi tidak dengan ara yang masih mematung.
"Kenapa mas?" tanya aldi sopan.
"Sini kunci mobil lo" bentak preman itu yang membuat ara menuju ke arah aldi.
"Kamu tunggu disini" ucap aldi dan menghadang tubuh ara dengan tubuhnya yang lebih besar dari tubuh ara.
"Sini" bentak preman itu lagi.
"Ini kan punya saya mas kok mas mau ambil" bantah aldi.
"Banyak omong lo" bentak preman itu dan langsung memukul pipi aldi hingga aldi tersungkur dan itu membuat ara sedikit hawatir.
"Dokter gakpapa" ucap ara langsung membantu aldi untuk berdiri. Deny yang melihat perkelahian itu ingin membantu ara dan juga aldi tapi niatnya terurung saat dia mendengar preman itu memanggil nama ara.
"Ara" panggil salah satu preman itu karna memang ara berteman dengan siapapun dan tidak memandang harta tahta.
"Kalian" ucap ara geram.
__ADS_1
"Lo ngapain di sini malem malem?" tanya barqi kepada ara. nama kedua preman itu adalah barqi dan reza mereka teman di anggap oleh ara tapi mereka menganggap ara bos mereka tapi ara tidak suka dengan itu.
"Gw yang seharusnya nanya....kalian ngapain malak hah" bentak ara sambil memukul kepala kedua preman itu tapi mereka tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya.
"Kalian denger gak gw nanya.....kalian ngapain malak hah? kalian kurang makan? atau kalian kurang uang?" tanya ara dengan nada yang meninggi. aldi yang melihat ara membentak kedua preman itu sedikit bingung begitupun dengan deny yang mengawasi ara dari dalam mobil pribadi miliknya.
"Kita emang kurang makan" jawab reza karna barqi tidak berani menjawab perkataan ara.
"Kenapa kalian bisa kekurangan makan? ibu panti gak mau ngasih kalian makan?" tanya ara dengan nada marah karna ara sudah melarang mereka untuk mencuri dan ara juga sempat membantu keluarga mereka dan itu membuat mereka mendengarkan apa yang di katakan oleh ara. dan jika lapar dan mereka tidak mempunyai uang atau makanan pasti mereka meminta dengan ibu panti karna sebelumnya ara juga sudah bilang kepada ibu panti untuk memberi makanan kepada siapapun yang meminta dan memerlukan makanan itu.
Ara memang suka membantu orang siapapun itu dia tidak pernah memilih meskipun orang itu preman seperti reza dan barqi. Reza dan barqi dulu pernah mencopet dan ara tidak sengaja berpapasan dengan ara.
FLASH BACK ON.
Ara baru saja pulang dari sekolah waktu itu dia masih kelas 1 SMK dan belum pacaran dengan dewa tapi mereka sudah mendirikan panti asuhan itu saat 7 sapai 8 bulan mereka bertemu.
Ara pulang sekolah dengan berjalan kaki karna memang di sengaja tidak membawa mobil maupun menyuruh mang mamat untuk menjemputnya karna memang dia sudah lama tidak berjalan kaki.
"Eh bocah kalo jalan tuh liat liat" bentak barqi. iya copet itu adalah barqi dan reza dan di sinilah awal mula mereka bertemu dan menjadi teman.
"Siapa yang lo bilang bocah" ucap ara dan langsung menoleh ke arah barqi.
"Balikin tas ibu itu" perintah ara.
"Siapa lo mau nyuruhin kita ngembaliin tas ini" bentak barqi tapi ara tidak memperdulikan ucapannya dan langsung mengambil paksa tas itu dari tangan barqi.
"Balikin" bentak barqi.
"Ini bukn punya kalian" ucap ara datar dan ingin meninggalkan barqi dan juga reza. tapi tiba tiba barqi ingin memukul ara dari belakang tapi ara bisa mengelak. barqi tidak menyerah dia terus ingin memukul ara begitupun dengan reza tapi mereka kalah karna ara memang hebat dalam bela diri karna kakeknya adalah guru tekondo dan ilmu tekondo kakeknya itu turun kepadanya.
Setelah reza dan juga barqi kalah ara menundukkan tubuhnya karna dia ingin memperingatkan barqi dan juga reza. "Kalian jangan nyopet lagi" ucap ara dan langsung berdiri dan ingin pergi tapi reza ingin memukulnya dari belakang dan dia bisa mengelak itu.
__ADS_1
"Kalian kalo gak suka bisa ajak temen temen kalian buat nemuin gw" ucap ara tanpa menoleh ke arah mereka dan berlalu pergi ingin mengembalikan tas milik ibu ibu yang sempat dia ambil dari pencopet.
Setelah selesai mengembalikan tas milik ibu ibu tadi ara langsung menuju ke rumahnya. sesampai di rumah dia langsung menaiki tangga dan langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan diri ara langsung merebahkan tubuhnya dan ingin beristirahat namun ketukan pintu mengurungkan niatnya. "Masuk gak di kunci" teriak ara dan orang yang mengganggunya adalah sheyla.
"Ngapain lo?" tanya ara.
"Tidur bareng" jawab sheyla dan langsung merebahkan tubunya di samping ara.
Ara langsung memeluk tubuh kakaknya itu karna memang itu yang sering mereka lakukan jika tidur bersama.
Keesokan harinya....
Ara baru pulang dari sekolah dan langsung kembali ke rumah dan langsung mengganti pakaiannya karna dia ingin ke anti karna sudah berjanji dengan dewa ingin ke panti.
"Non mau kemana?" tanya bi nur saat melihat ara turun dari tangga dengan pakaian yang sudah rapi.
"Ara mau ke panti bi.....nanti kalo sheyla nanyain ara bilang ara ke anti ya bi" ucap ara dan bi nur hanya mengangguk mengiyakan. dan ara langsung keluar.
"Non hati hati" ucap bi nur dan ara langsung meninggalkan rumah milik keluarganya itu dan berjalan kaki ke panti karna memang dia suka berjalan kaki dari pada naik kendaraan.
Ara berjalan dengan meloncat seperti anak kecil di sepanjang jalan tapi tiba tiba ada bnyak preman yang menghadang jalannya. dan itu membuatnya sedikit geram.
"Minggir gw mau lewat" ucap ara kepada preman preman yang menghalangi jalannya. tapi itu tidak membuat preman preman itu bergerak.
"Ini yang lo bilang?" tanya salah satu preman itu kepada reza dan barqi dan itu adalah ketua preman itu. reza dan barqi pun langsung mengangguk. ara menatap ke arah mereka dengan tatapan datar. ketua preman itu berjalan mengelilingi ara dia menatap lekat tubuh ara yang melekat baju oversize itu.
"Cantik juga" ucap ketua preman itu dengan senyum liciknya.
"Apa lo liat liat" bentak ara dengan membulatkan matanya dan menatap ke arah ketua preman itu.
__ADS_1