Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gak mungkin gw suka sama dia


__ADS_3

"Ntar gak gw bayar beneran baru tau rasa lo.....udah ah gw capek" ucap ara dan berlalu pergi naik ke kamar atas yang telah di tetapkan sebagai kamarnya.


Ara merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap dengan mata terpejam dan sedikit kaki masih menjulur. "Huh" ara mendengus panjang sambil membuka matanya dan tanpa sadar air matapun terjatuh di pipinya itu. Dia menangis tanpa suara di kamar panti yang telah di tunjukkan untuknya dan tanpa sadar dirinya tertidur mungkin karna kelelahan.


****


Nathan mengendarai mobilnya dengan tersenyum senyum sendiri karna dia merasa bahagia karna seharian penuh bersama dengan ara dan dia juga mengingat ingat apa saja yang ia lakukan dengan ara tadi siang. "Gw kenapa jadi mikirin dia" ucap nathan yang tersadar akan lamunannya.


Tidak lama kemudian nathan sampai di kediaman Adijaya dan dia langsung memarkirkan mobil pribadi miliknya ke dalam garasi dan setelah itu langsung masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah lebih tepatnya ruang keluarga terlihat nita,,, andre,,, dan juga Vino sedang berkumpul sambil tertawa. Mereka yang mendengar ada yang membuka pintu langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu.


"Udah pulang?" tanya nita keada nathan.


"Dari mana aja lo hah.....gw sendiri tau ngurusin kerjaan lo di kantor" ketus Vino.


"Kamu dari mana aja nat? kok gak bantu Vino?" tanya andre. Mereka yang berada di ruang tamu langsung menghujani pertanyaan kepada nathan.


Nathan masih berdiri di depan mereka bertiga dan menatap sedikit kesal kepada mereka bertiga. "Nathan dari panti yah" jawab nathan.


"Ngapain kamu ke panti? panti mana?" tanya andre berturut turut.


"Nganterin ara pantinya panti asuhan mutiara yah" jawab nathan dan langsung duduk di kursi single yang di samping andre.


"Nganterin ara? emang kamu ketemu dia dimana?" tanya andre penasaran sedangkan nita tidak penasaran karna dia tau semua yang ara dan nathan lakukan hari ini.


"Tadi nathan liat ara kayak ketakutan gitu di pinggir jalan tapi awalnya nathan gak yakin kalo itu ara soalnya tangannya udah sembuh" ucap nathan terhenti karna kehabisan nafas.


"Nah nathan kan jadi penasaran akhirnya nathan samperin dan ternyata itu beneran ara" jelas nathan lagi.

__ADS_1


"Dia ketakutan kenapa nak?" tanya nita yang tidak mengetahui tentang itu.


"Mungkin karna liat mobil lalu lalang di depannya bunda dan mungkin dia sedikit trauma akan kecelakaan yang dia alami sama dewa" jelas nathan yang belum terlalu yakin.


"Seharian lo sama dia?" tanya Vino dan nathan hanya mengangguk mengiyakan.


"Wah kayaknya lo emang suka sama ara nat" ucap Vino dengan nada tinggi yang membuat nita dan juga andre menoleh ke arah Vino dan juga nathan secara bergantian.


"Paan sih" ucap nathan sambil melemparkan bantal yang ada di sofa ruang tamu ke wajah Vino.


"Bener kan bunda? ayah?" tanya Vino kepada kedua orang tua angkatnya itu.


"Ngomong sekali lagi gw sumbat tuh mulut pake ini" ucap nathan dengan melihatkan sepatu pentopelnya yang dia gunakan kepada alfin.


Sedangkan nita dan andre sedikit terkekeh akan tingkah mereka berdua. "Hahaha Bunda sama ayah juga gak masalah kamu mau suka sama ara nak" ucap nita sambil menghentikan tawanya.


"Udah nathan mau ke kamar aja mau ke kamar aja mau istirahat" ucap nathan dan berlalu pergi meninggalkan mereka semua yang masih ada di ruang keluarga.


Nathan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur di dalam kamarnya dia menatap langit langit kamarnya tanpa membersihkan diri ataupun mengganti pakaian. "Huh" nathan mendengus kasar dia mungkin sedang banyak fikiran ntah itu memikirkan bisnis atau perasaannya.


"Kenapa gw jadi mikirin ara" ucap nathan kesal langsung duduk dan mengacak acak rambutnya. "Apa gw beneran suka ya sama dia?" tanya nathan kepada diri sendiri.


"Ah gak mungkin gw suka sama dia, Mungkin gara gara Dewa nitipin dia makanya kepikiran terus" ucap nathan lagi dengan nada kesal dan kembali merebahkan tubuhnya.


Tidak lama dia merebahkan tubunya matanya pun terpejam mungkin karna kelelahan. Nita masuk ke dalam kamar nathan karna berniat ingin melihat nathan sudah tidur apa belum. Nita membuka pelan pintu kamar nathan karna takut membangunkan nathan.


"Udah tidur" ucap nita sambil melebarkan senyumnya melihat nathan.


"Capek banget ya nak?" tanya nita dengan nada kecil dan mencium pucuk kepala anaknya itu dan melepaskan sepatu dan jas yang masih di pakai oleh nathan.

__ADS_1


Setelah itu nita menyelimutkan tubuh nathan menggunakan selimut yang lumayan tebal. Dan setelah itu dia langsung keluar dan menuju kamarnya untuk beristirahat.


Keesokan paginya dan tepatnya di panti ara bangun jam 5 pagi karna dia memang selalu bangun sepagi itu untuk melaksanakan sholat dan setelah itu dia kembali tidur karna memang setiap hari dia seperti itu.


Sedangkan di kediaman Adijaya semua orang sudah bangun dan sholat berjamaah di mushola pribadi yang ada di lantai bawah dan semua melekasanakan sholat termasuk semua pekerja yang berada di rumah itu.


Setelah selesai melaksanakan sholat semua orang bubar dan kembali melakukan kerjaan mereka masing masing. Nathan membersihkan diri karna dia hari ini masuk ke kantor karna dia juga kasihan jika alfin terus terusan mengerjakan kerjaannya.


Setelah selesai mandi dan mengganti baju menggunakan baju kantor nathan langsung turun dari lantai tiga karna kamarnya terletak di lantai tiga. Nathan menuju dapur dan di dapur sudah ada semua orang karna jam juga sudah menunjuk 06:40.


Nita menyiapkan makanan untuk andre dan juga anak anaknya karna memang dia sudah biasa melakukan itu. Setelah selesai memberikan makanan itu kepada andre dan juga anak anaknya nita langsung duduk di kursi dan langsung menyantap makanan yang dia ambil untuk dirinya begitupun dengan andre nathan dan juga alfin merekapun menyantap makanan itu dengan lahap tanpa banyak candaan.


****


Di panti ara masih nyaman akan tidurnya itu. "Ara mana buk?" tanya aini kepada ibu fatimah karna memang Barqi reza dan keluarga sudah tinggal di panti itu karna permintaan ara.


"Kayaknya belum bangun" jawab fatimah.


"Mas bangunin ara" ucap aini yang melihat reza baru saja ingin turun dari tangga menuju ke dapur. Reza mengiyakan perkataan istrinya itu dan membangunkan ara.


Tok..tok..tok...


Ketuk reza. "Ra bangun udah siang" ucap reza yang belum membuka pintu kamar ara.


Reza yang tidak mendengar jawaban dari ara maupun respon dari ara langsung memberanikan diri masuk ke dalam kamar.


Reza membuka pelan pintu kamar ara karna takut ara terganggu. "Ra" panggil reza tapi ara tetap tidak menjawab dan itu membuat reza langsung masuk ke dalam kamar ara tanpa menutup pintu kamar itu.


Reza melihat ke arah temat tidur dan dia melihat ara masih tertidur pulas. "Pantesan gak di jawab masih tidur" ucap reza sambil melebarkan senyumnya.

__ADS_1


__ADS_2