
"Pasang cctv di sini" ucap Ara yang masih berbisik.
"Kenapa?" tanya Nathan bingung dan kembali menegakkan tubuhnya.
"Pasang aja" jawab Ara dan melihat di mana bagusnya meletakkan cctv itu supaya terlihat apa saja yang di lakukan oleh pak Doni kepada seluruh tukang itu.
"Dimana emang mau asang cctvnya?" tanya Nathan.
"Disana" ucap Ara sambil menunjuk ke arah pohon besar yang lumayan dekat dan bisa melihat apa saja yang terjadi di daerah pembangunan itu.
Nathan mengikuti arah tunjuk istrinya itu. "Nanti aku suruh orang pasang di sana" ucap Nathan.
"Tunggu semua orang pergi baru pasang" jawab Ara. Nathan semakin bingung di buat sifat istrinya itu.
"Iya" jawab Nathan.
"Ikut" ucap Ara sambil menarik tangan suaminya itu. Nathan hanya mengikutinya. langkah kaki Ara terhenti.
"Pak tempat semen dimana?" tanya Ara kepada tukang yang berkeluh tadi kepadanya.
"Disana nona" ucap tukang itu sambil menunjuk ke belakang yang terdapat banyak semen tapi tak terlihat.
"Makasih pak" ucap Ara dan kembali melanjutkan jalannya dengan menarik tangan suaminya itu.
"Liat ini" ucap Ara saat sudah sampai di belakang dan menunjukkan semen itu kepada suaminya.
"Ini semen" jawab Nathan menatap bingung istrinya itu.
"Iya gue tau itu semen" jawab Ara kesal.
"Trus?" tanya Nathan.
"Semennya semen yang gak bagus pantesan ada yang cidera" jawab Ara yang menahan amarahnya.
"Tau dari mana kamu kalo semennya gak bagus?" tanya Nathan bingung. Ara membuka bungkusan itu dan ternyata bungkusan semen itu dua lapis dan di lapis dengan merek semen bagus.
__ADS_1
Mata Nathan membulat sempurna dan sedikit tak percaya saat melihat merek asli semen itu dan ternyata semen itu semen yang tidak bagus.
"Ngerti sekarang?" tanya Ara kepada suaminya itu.
"Tapi uang yang selalu aku kasih lebih" jawab Nathan yang masih menatap semen itu.
"Dia korupsi tandanya...uang nya habis terus kan?" tanya Ara. Nathan mengangguk mengiyakannya.
Ara menatap ke atas dan ada beberapa batu bata yang ingin menimpa kepala Nathan dengan secepat kilat Ara mendorong Nathan sampai Nathan tersandar ke banyaknya semen dan dialah yang terkena batu bata itu.
Kepala Ara terasa sakit. Dia memegang tengkuk kepalanya yang terasa sangat sakit akibat benturan yang sangat keras dari batu bata yang menimpanya itu. dan tidak lama setelah itu diapun tak sadarkan diri di sana.
Tubuh Nathan sedikit kesakitan akibat terbentur di semen banyak tapi itu tidak terlalu sakit. Dia menatap istrinya yang tak sadarkan diri dengan beberapa batu bata yang ada di kepala istrinya itu.
Semua tukang yang di atas melihat salah satu bangunan retak langsung melihat ke bawah. Nathan dengan segera membuang batu bata yang ada di kepala istrinya itu dan dengana segera dia menggendong istrinya itu.
"Pak kenapa?" tanya tukang yang tadi saat melihat Nathan melihat Nathan menggendong Ara yang tak sadarkan diri.
"Siapkan mobil" perintah Nathan kepada Viona tanpa menjawab perkataan tukang itu. Tukang itu mengerti pasti Nathan sangat hawatir dan tukang itu juga menebak pasti Nathan dan nona yang berbicara dengannya tadi mempunyai hubungan.
"Cepat siapkan mobil" bentak Nathan saat melihat Viona hanya menatap Ara tanpa bergerak. Semua mata tertuju kepada Nathan yang nampak sangat marah dan hawatir karna memang Nathan tidak pernah marah dengan siapapun.
"Mobil sudah siap pak" ucap Viona. Nathan langsung masuk ke dalam mobil dan membaringkan istrinya itu di sampingnya.
Nathan sngat hawatir akan istrinya itu dia tidak mau istrinya itu kenapa napa. "Cepat" ucap Nathan tegas. sopir itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit terdekat.
Sesampai di rumah sakit Nathan langsung berlari dengan menggendong istrinya itu dan langsung di sambut oleh beberapa suster yang membawa roling orang sakit. Nathan pun membaringkan istrinya itu dan melepaskan helm pelindung yang ada di kepala istrinya itu.
"Bapak harap tunggu di luar" ucap Suster itu. Nathan pun menunggu di luar.
"Aaaahh" ucap Nathan dan langsung menghempas helm yang ada di tangannya itu ke lantai.
Viona yang melihat itu kaget karna dia sedari duku tidak pernah melihat bosnya itu semarah itu. "Laporkan Doni ke polisi" perintah Nathan dan langsung duduk di kursi yang ada di depan ruangan istrinya itu.
"Aaaaahhh" ucap Nathan lagi dan menghempas helm miliknya yang sudah ia lepas itu.
__ADS_1
"Cepat laporkan dia ke polisi" bentak Nathan kepada Viona. Viona sesegera mungkin berlalu meninggalkan rumah sakit itu dan menuju ke kantor polisi untuk melaporkan Doni dan dia juga belum tau atas tuduhan apa dia melaporkan Doni ke polisi.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu polisi saat Viona datang.
"Saya ingin bapak menyelidiki penyebab kecelakaan di pembangunan gedung A" jelas Viona.
"Memangnya terjadi kecelakaan apa bu?" tanya polisi itu.
"Tadi ada orang yang tertimpa batu bata pak di sana...dan saya minta tolong untuk bapak memeriksa kejadian itu apa di sengaja atau tidak pak" jelas Viona.
"Orang itu di mana bu?" tanya polisi itu.
"Sekarang masih berada di sumah sakit pak" jawab Viona.
"Yasudah ibu laporan saya terima dan nanti kami akan menemui korban" ucap pak polisi itu.
"Terima kasih pak" ucap Viona dn menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan polisi itu. polisi itu menerima dan mereka berduapun bersalaman dan setelah itu Viona pun berpamit untuk kembali ke rumah sakit dan diikuti oleh polisi itu untuk memintai keterangan.
Sesampai di rumah sakit terlihat Nathan yang masih hawatir akan istrinya karna sedari tadi dokter belum keluar. "Pak" panggil Viona. Nathan menoleh ke arahnya dan melihat ada polisi di sana.
"Kenapa malah di bawa kesini? bukannya saya nyuruh kamu buat lapor Doni ke polisi" ucap Nathan datar.
"Saya belum tau permasalahannya pak makanya saya membawa polisi ke sini untuk meminta penjelasan dari korban dan juga bapak" jelas Viona.
"Doni telah menipu kita dia telah melakukan korupsi" jawab Nathan.
"Bapak tau dari mana?" tanya Viona.
"Semen yang di belikan Doni itu bukan semen yang bagus makanya bangunan itu ambruk dan menimpa istri saya" jelas Nathan yang menahan emosinya.
"Hah? istri?" guman Viona bingung dan tak percaya bahwa bos nya itu telah menikah.
"Saya juga telah memberikan uang untuk membeli bahan bangunan yang bagus tapi dia malah membeli yang jelek....dan di lokasi pembangun semen semen itu dia lapisi dengan kertas semen yang bagus" jelas Nathan lagi.
Ckleeekkk
__ADS_1
Pintu terbuka dan keluarlah suster. "Keluarga pasien?" tanya suster itu.
"Viona kamu urus masalah bukti uang yang di kasih perusahaan kepada Doni untuk di jadikan bukti saya tidak bisa mengurusnya" ucap Nathan. saat melihat seorang suster keluar dari dalam ruangan istrinya itu dan meminta untuk keluarga masuk ke dalam.