Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Pertemuan pertama Erina dan Vino


__ADS_3

"Apa kamu gak mau pulang hah?" ucap Rizal sambil melebarkan matanya menghadap ke layar ponsel itu karna memang dia sudah menyuruh Ara untuk pulang sebulan sekali tapi Ara menolak itu dan katanya jika dia ingin pulang baru dia pulang.


"Iya Ara gak mau pulang" jawab Ara yang terdengar oleh Azlan.


"Matiin aja kalo gak mau pulang" ketus Rizal. Ara terkekeh melihat tingkah pamannya itu.


"Dady jangan di matiin" ucap Rafael saat Rizal ingin mematikan panggilan yang masih terhubung itu.


"Dady kamu baperan" ledek Ara di layar ponsel itu sambil terkekeh.


"Kamu udah makan?" tanya Rizal kepada Ara.


"Baru aja udah makan" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Makan apa tadi?" tanya Rizal kepada Ara.


"Makan cumi asam manis" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Siapa yang masak?" tanya Rizal.


"Ya bi Ria lah mana mungkin Ara kan Ara lagi mager" jawab Ara.


"Kamu udah jalan jalan keliling amerika nak?" tanya Kya kepada Ara.


"Udah" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Siapa yang nemenin kamu? bi Ria?" tanya Kya kepada Ara.


"Bukan bi Ria" jawab Ara.


"Trus siapa?" tanya Kya.


"Ada orang indonesia yang tinggal di sebelah apartemen Ara" jelas Ara.


"Dia nemenin kamu?" tanya Kya.


"Iya bi jawab Ara tanpa menoleh ke arah dan mengetahui jika Azlan yang duduk memeperhatinya di sebrang sana.


"Kemana aja tadi?" tanya Kya.


"Kemall ke salon" jawab Ara.


"Kesalon buat ganti rambut baru?" tanya Kya kembali.

__ADS_1


"Iyaa" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Yaudah istirahat aja sana kan udah malam juga disana" ucap Rizal.


"Ara tadi udah istirahat" jawab Ara.


"Tapi mau gimana pun di sana masih malem dan nanti bakal jadi kebiasaan kamu tidur siang sayang" jelas Rizal.


"Yaudah deh Ara matiin" jawab Ara.


"Onty" panggil Rafael yang membuat Ara tadinya ingin mengakhiri telpon itu tidak jadi.


"Kenapa sayang?" tanya Ara kepada Rafael.


"Muaaahhh selamat malam Onty" ucap Rafael sambil menondongkan bibirnya seperti orang mencium di balik layar ponsel itu. Ara terkekeh melihat itu sungguh nampak sangat menggemaskan keponakannya itu.Kya dan Rizal juga ikut tertawa dan setelah itu Arapun langsung mematikan telpon itu setelah dia membalas kissbay dari Rafael.


Ara meletakkan ponselnya kembali ke dalam saku celananya dan menatap langit langit malam tanpa sadar akan Azlan yang sedari tadi menatapnya.


***


"Gak salah sih tapi waktu perkataan lo itu yang salah" ketus Vino kepada Nathan.


"Emang kalian belum jadian?" tanya Nathan.


"Kenapa belum?" tanya Nathan.


"Gue sih maunya langsung nikah tapikan dianya masih terlalu kecil tapi sikapnya dewasa" jelas Vino.


"Baru kali ini gue ngeliat lo seserius ini sama cewek Vin" ucap Nathan.


"Gue sama Erina dulu pernah ketemu sebelum ini" ucap Vino.


"Kapan kalian ketemu sebelum sekarang?" tanya Nathan.


FLASH BACK ON


Erina dalam perjalanan menuju ke rumah Andita karna Ara dan Andita sudah menunggunya disana. Waktu di dalam perjalanan dia di begal oleh dua orang preman.


"Turun" perintah preman itu sambil mengetuk pintu kaca mobil Erina. Erina sangat ketakutan karna dia bukanlah Ara yang tidak pernah takut akan apapun.


"Kalo lo gak mau turun gue pecahin kaca mobil lo" ancam preman itu. Erina sebenarnya sangat takut tapi dari pada dia celaka di dalam mobil lebih baik dia keluar.


Erina langsung turun dari mobilnya dengan tubuh yang bergetar hebat. "Serahin kunci mobil lo sama kita" ucap preman itu. Erina tidak langsung memberikan kunci mobil miliknya kepada preman itu.

__ADS_1


Plakkk


Suara seseorang menendang tubuh salah satu preman itu. Teman preman yang satunya lagi itu murka saat melihat temannya tergeletak di atas aspal.


"Kamu gapapa?" tanya Vino. ya orang itu adalah Vino karna dia tak sengaja lewat di sana dan dia melihat Erina yang sedang di begal. Erina menggelengkan kepalanya.


"Siapa kamu hah?" tanya preman itu.


"Kenapa?" ketus Vino. Preman itu langsung memukul Vino tapi dengan cepat Vino mengelak dan memukul bagian perut preman itu.


Vino melindungi Erina di balik tubuhnya yang jauh lebih besar dari tubuh Erina dan saat menyentuh tangan Erina sangat terasa sekali getaran dari tubuh wanita itu.


Vino langsung menghajar kedua preman itu sampai akhirnya preman itu kalah dan langsung pergi meninggalkan Erina dan juga Vino.


Saat preman itu pergi Erina langsung memeluk erat tubuh Vino mungkin karna ketakutan. Vino sangat terkejut akan wanita itu yang tiba tiba memeluknya tapi dia tidak melepaskan pelukan Erina dari tubuhnya mungkin karna dia mengerti situasi Erina saat ini.


"Aku takut" ucapan yang keluar pertama kali dari mulut Erina.


"Gak usah takut kamu aman sekarang" jawab Vino yang mencoba menenangkan Erina. Erina semakin mengeratkan pelukannya dan genggamannya terhadap Vino. jantung Vino sedikit tak karuan saat Erina memeluk erat tubuhnya.


"Yaudah biar aku yang antar kamu pulang" ucap Vino. Erina tidak menjawab Vino pun langsung membimbing Erina masuk ke dalam mobilnya dan Erina tidak menolak itu dan mobil Erina, Vino sudah menyuruh pegawainya untuk menjemput mobil Erina dan mengantar ke alamat lama Erina.


FLASH BACK OFF


"Gitu ceritanya" ucap Vino saat sudah selesai menceritakannya kepada Nathan.


"Itu berapa tahun yang lalu?" tanya Nathan.


"Enam tahunan kalo gak salah" jawab Vino sedikit ragu.


"Berarti itu waktu lo putus sama Permata kan?" tanya Nathan.


"Iya" jawab Vino karna memang saat itu Vino baru saja putus dengan Permata teman Sheyla dan langsung jatuh hati dengan Erina sampai sekarang.


"Udah lama banget ya" ucap Nathan tak percaya. Vino hanya dia dan memilih merebahkan tubuhnya di kasur di dalam kamar Nathan dan langsung tertidur begitupun dengan Nathan.


Beberapa minggu kemudian tepatnya di saat pengumuman nilai ujian siswa. Nathan nampak sudah rapi begitupun dengan Vino karna dia ingin memberikan biaya siswa itu sendiri kepada penerima dan Nathan juga berharap agar Ara hadir di acara itu karna beberapa minggu lalu dia selalu mengawasi rumah kakek Ara setiap paginya untuk melihat wanita yang ia sukai itu.


Nathan dan Vino langsung masuk ke dalam mobil saat sudah berpamitan dan yang mengendarai mobil itu adalah Nathan sedangkan Vino dia duduk di samping kemudi.


Setelah sampai di sekolah Nathan dan Vino langsung turun saat mobil itu sudah terparkir rapi. Nathan menatap sekeliling sekolah itu seperti sedang mencari seseorang tapi orang yang ia cari tak kelihatan.


Nathan terlihat murung saat dia tak menemui pujaan hatinya itu di sekolah itu. Saat mereka ingin berjalan menuju ke tempat acara mobil lewat di depan mereka dan itu hampir saja menabrak Nathan dan juga Vino.

__ADS_1


__ADS_2