Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Mana kue tadi?


__ADS_3

Andita ara dan Erina memang dekat dengan keluarga arfel karna mereka sering main ke rumah arfel karna di suruh oleh ornag tua arfel. kerna menurut orang tua arfel ara Andita dan juga Erina adalah anaknya sendiri. orang tua mereka juga berteman dekat sama seperti mereka.


"Makasih" ucap Andita dan menerima paper bag yang di ulurkan oleh arfel.


Andita membuka paper bag dan ada box makanan di dalam paper bag tersebut. Andita langsung membuka box makanan tersebut dan isinya yang di katakan oleh arfel tadi yaitu kue.


"Mama lo yang bikin fel?" tanya Andita mengambil satu kue tersebut.


"Iya" jawab arfel.


"O iya ra.....gimana keadaan lo?" tanya arfel kepada ara yang terlihat masih menunduk karna dia tidak mau arfel tau bahwa dirinya baru selesai menangis.


"Gw baik baik aja kok" ucap ara sambil mendongakkan kepalanya dan kini dia menatap ke arah arfel.


"Dit bagi dong" ucap Erina yang melihat Andita makan kue yang di bawakan oleh arfel dengan sangat lahap.


"Nih" ucap Andita sambil menyodorkan box yang berisi kue tersebut kepada Erina. Erina mengambil box yang di berikan Andita kepadanya.


"Lo mau ra?" tanya Erina kepada ara.


"Nanti aja" jawab ara.


"Gak ada tempat duduk fel". ucap ara yang masih melihat arfel berdiri di depan nya.


"Gapapa kok" ucap arfel sambil tersenyum.


"Kita ke ruangan aja" ajak ara kepada Erina, Andita dan juga arfel.


"Kan lo mau keluar tadi" jawab Erina dengan menelan semua kue yang tersisa di tangannya.


"Kita kan udah lama juga........kasian nih si arfel bediri" ucap ara kembali.


"Yaudah ayo" ucap Erina dengan segera memakan kue yang sempat ia ambil tadi.

__ADS_1


"Bagi dong Er" ucap Andita ingin mengambil alih box yang di tangan Erina tapi Erina mengelak.


"Kan udah tadi.....ini buat ara" ucap Erina.


"Banyak itu Er gapapa kasih aja ke Andita...ntar kalo abis tinggal minta di buatin aja sama mama kalo gak beli" ucap arfel karna memang dia membawa cukup banyak kue untuk ara.


"Yaudah ayo" ajak ara kepada mereka bertiga.


Mereka bertiga berjalan menuju ruangan ara dengan sedikit candaan dan perdebatan antara Erina dan juga Andita yang merebutkan kue yang sempat di bawa oleh arfel. arfel dan juga ara hanya melihat mereka berdebat sambil menggelengkan kepala akibat perdebatan mereka berdua.


"Oiya fel.....lo tau dari mana kalo gw di rumah sakit?" tanya ara kepada arfel.


"Kemaren mama liat tante windi sama om Teo baru pulang jadi mama nanya sama mereka kenapa mereka pulangnya cepat banget dari eropa" ucap arfel terpotong karna kehabisan nafas.


"Trus?" tanya ara lagi.


"Mereka bilang mereka pulang karna dapat kabar kalo lo kecelakaan makanya mama bikin kue itu dan suruh gw buat kesini.....karna dia belum sempet kan mereka juga ke eropa buat kerja" jelas arfel kepada ara.


Ara dan teman temannya baru saja sampai di depan ruangannya dan ingin membuka pintu ruangan tersebut. Setelah membuka pintu ruangan tersebut ara dan yang lain langsung masuk ke dalam ruangan itu.


Nathan dan yang lain yang berada di dalam ruangan tersebut langsung menoleh ke arah pintu saat mereka mendengar suara pintu terbuka dan terlihatlah ara Andita Erina dan juga satu orang pria yang terlihat asing di mata mereka tapi tidak di mata bi nur karna arfel sejak kecil memang suka main ke rumah ara.


"Pria ini siapa?" guman nita dalam hati ketika melihat arfel begitupun dengan nathan dan alfin yang menatap bingung ke arah arfel.


"Kamu udah udah balik nak" ucap nita sambil berjalan ke ara.


"Iya bun" jawab ara sambil melebarkan senyumannya.


"Bunda gak capek?" tanya ara kepada nita karna sekarang sudah sore dan hampir malam.


"Bunda gak capek kok" jawab nita sambil tersenyum. "Ini siapa nak?" tanya nita melihat ke arah arfel.


"Oiya ara lupa" ucap ara sambil terkekeh.

__ADS_1


"Bunda kenalin ini arfel.....arfel kenalin ini bunda nita bibinya kak dewa.....ini nathan dan ini Vino" ucap ara sambil memperkenalkan nita dan juga nathan Vino.


"Arfel tante....arfel...arfel" ucap arfel sambil menyalami nita dan berjabat tangan dengan nathan dan juga Vino begitupun sebaliknya.


"Oiya ra....dewa emangnya mana?....gak jenguk lo?" tanya arfel karna dia tidak melihat dewa sama sekali di ruangan ara. Ara langsung terdiam dan berlalu meninggalkan arfel dan mengambil bonekanya dan duduk di atas ranjangnya sambil memeluk bonekanya itu. Arfel bingung karna ara tidak menjawab pertanyaanya dan malah berlalu pergi. Semua orang di ruangan tersebut menatap ke arah Arfel dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Gw salah ngomong?" tanyanya di dalam hati. Erina dan Andita membulatkan kedua matanya kepada arfel. Arfel menatap k arah Erina dan juga Andita dengan tatapan bingung.


"Kenapa?" tanya arfel sedikit berbisik.


"Kak dewa udah gak ada" jawab ara yang masih menundukkan kepalanya. Arfel langsung membulatkan matanya dengan sempurna karna dia benar benar tidak tahu bahwa dewa sudah meninggal.


"Maapin gw ra....gw ga tau" ucap arfel berjalan ke dekat ara.


"Gw beneran ga tau ra....maapin gw" ucap arfel lagi. ara mengangkat kepalanya dan memalihat lekat ke arah Arfel.


"Gapapa" ucap ara sambil melebarkan senyuman melihat ke arah arfel. semua orang menatap ke arah ara ada yang menatap dengan perasaan sedih ada yang menatapnya dengan tatapan datar salah satunya nathan.


"Maapin gw" ucap arfel lagi.


"Udah gapapa kan lo juga gak tau" ucap ara sambil melebarkan senyumannya. sedangkan arfel hanya menatap lekat wajah ara yang terlihat memaksakan senyuman itu. ara yang melihat arfel hanya diam langsung memudarkan senyumannya dan mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


"Mana kue tadi" ucap ara sambil mencari cari kue yang di bawa arfel tersebut tapi arfel tidak menjawab. ara yang tidak mendapat jawaban dari arfel pun langsung melihat ke arah Erina dan juga Andita.


"Siniin kuenya" ucap ara yang menyadarkan semua yang menatap ke arahnya. ara yang tidak mendapat jawaban apa apa dari Erina maupun Andita langsung berjalan menuju mereka.


"Sini" ucap ara sambil mengambil alih kue dari tangan Erina. semua orang di ruangan tersebut hanya menatap ke arah ara. termasuk arfel.


"Lo kok kuat banget sih ra" guman arfel di dalam hati.


"Dia gak bisa ngeluapin sedih nya di depan orang banyak" ucap nathan di dalam hatinya karna dia tadi sempat melihat perlakuan orang tua ara kepada ara.


Ara membuka box yang berisikan kue yang sempat di bawakan Arfel untuknya dan menghitungnya. setelah dua menghitung kue di dalam box tersebut dia menghitung orang yang ada di ruangannya tersebut dan kue yang sempat di bawa oleh arfel tadi ternyata kelebihan satu karna arfel membawanya sebelas sedangkan yabg ada di ruangan tersebut hanya delapan orang.

__ADS_1


__ADS_2