
"Hey jangan" ucap Ara yang sedikit merasa geli.
"Ini sangat nyaman" ucap Nathan dan menenggelamkan wajah nya di perut rata sang istri.
"Kau tidak ingin mandi?" tanya Ara kepada Nathan.
"Sebentar lagi" jawab Nathan dengan suara rendah karna masih berada di perut rata Ara.
"Kenapa sebentar lagi?" tanya Ara dengan mengusap lembut kepala lelaki itu. Nathan tidak menjawab nya dan malah mengusap usap kepala nya ke perut sang istri.
"Hey, Geli" ucap Ara karna merasa geli akan Nathan yang mengusap kepala di perut nya itu. Nathan menghentikan usapan nya itu dan melingkarkan tangan nya di pinggang ramping istri nya itu. Ara tidak melarang atau pun mengeluarkan perkataan dia pun mengusap lembut rambut suami nya itu.
"Kamu kelelahan?" tanya Ara kepada Nathan dengan tangan yang terus mengusap rambut suami nya itu.
"Em" jawab Nathan dan menggelengkan kepala nya dan itu menandakan jika dia tidak kelelahan.
"Jika tidak kelalahan kenapa kamu seperti ini?" tanya Ara lagi kepada suami nya itu.
"Aku merindukan mu, Makanya aku tidak ingin jauh dari mu" jawab Nathan akan pertanyaan sang istri.
"Memang nya kamu dari mana sampai merindukan ku? bukan nya kamu tidak kemana mana?" tanya Ara dengan menatap lekat sang suami yang masih berada di perut nya itu.
"Hem, Aku meemang tidak kemana mana" jawab Nathan yang maih berada di pangkuan istri nya itu.
"Jadi?" tanya Ara dengan menatap lekat sang suami.
"Aku hanya merindukan mu" jawab Nathan dan mempererat pelukan nya kepada istri nya itu. Ara tidak menjawab nya lagi dan memilih untuk membiarkan Nathan memeluk nya seperti itu.
Kruyukkk
Perut Ara berbunyi dan itu terdengar jelas oleh Nathan yang sedang berada di dekat perut istri nya tersebut. "Kau lapar?" tanya Nathan kepada Ara.
"Hem?" ucap Ara yang berpura pura tidak tau apa yang di tanyakan Nathan kepada nya.
"Kamu lapar?" tanya Nathan lagi kepada istri nya itu.
__ADS_1
"Enggak, Aku tidak lapar" jawab Ara sambil melebarkan senyuman nya kepada Nathan.
"Benar?" tanya Nathan lagi kepada istri nya karna dia tidak yakin jika Ara tidak lapar.
"Hem" jawab Ara sambil melebarkan senyuman nya kepada Nathan. Nathan menatap lekat wajah sang istri yang tersenyum menatap nya itu dengan tatapan sedikit aneh.
"Dia pasti tidak ingin mengganggu kenyamanan ku" guman Nathan yang bisa melihat jelas wajah yang nampak kelaparan di hadapan nya itu.
"Kamu ingin makan apa?" tanya Nathan kepada Ara dengan beralih menelungkup dan menengadah menatap istri nya itu.
"Aku tidak ingin makan, Kembalilah berbaring seperti semula" jawab Ara dan ingin meletakkan kembali kepala suami nya itu di atas paha nya.
"Tidak, Kamu ingin makan apa?" tanya Nathan lagi dengan meletakkan kembali tangan sang istri ke bawah.
"Biar aku saja yang masak, Kamu ingin makan apa?" ucap Ara dan ingin berlalu tapi dengan segera Nathan menarik tangan wanita itu.
"Tapi....." ucap Ara yang terpotong oleh Nathan.
"Biar aku yang masak" tegas Nathan dan itu membuat Ara tidak berani lagi menjawab atau pun membantah.
"Kamu ingin makan apa?" tanya Nathan kepada istri nya itu sambil mengenakan baju yang ada di dekat sana.
"Apa saja yang penting tidak ada racun'' jawab Ara dengan senyum yang melebar menatap Nathan. Nathan tidak menjawab nya dan langsung berlalu keluar dan menuruni anak tangga.
Ara yang sudah melihat Nathan berlalu pun langsung mengambil ponsel nya dan mengotak atik ponsel nya itu.
"Nathan?" sapa Rizal kepada Nathan.
"Iya paman" jawab Nathan.
"Di mana Ara? kamu mau kemana?" tanya Rizal kepada Nathan.
"Ara ada di kamar, Nathan mau mengambil makanan" jawab Nathan.
"Untuk Ara?" tanya Kya kepada Nathan.
__ADS_1
"Iya bi" jawab Nathan dan berlalu ke dapur.
"Mereka memang saling mencintai" guman Rizal dengan senyum yang melebar melihat Nathan yang perhatian dengan keponakan nya itu.
"Nathan ke atas paman, Bi" pamit Nathan kepada Rizal dan Kya.
"Iya" jawab Kya dengan senyum yang melebar sedangkan Rizal dia hanya melebarkan senyuman nya dan mengangguk mengiyakan nya. Setelah mendapat jawaban dari Rizal dan Kya pun, Nathan langsung menaiki anak tangga dan kembali masuk ke dalam kamar nya.
Ara yang melihat dan mendengar pintu terbuka pun menoleh ke arah pintu dan masuk lah Nathan dengan membawa nampan yang berisikan makanan tapi Hanya satu piring. "Kenapa hanya membawa satu?" tanya Ara dengan beranjak dari ranjang itu.
"Mau kemana kamu?" tanya Nathan dengan membulatkan mata nya menatap istri kecil nya itu.
"Duduk di sana" jawab Ara dengan menoleh ke arah kursi sofa yang ada di dalam kamar itu.
"Tidak usah, Tetap duduk di sana" ucap Nathan dan berjalan ke arah ranjang dan meletakkan nampan yang berisikan makanan tadi ke atas lemari kecil di samping ranjang itu. Ara tidak bergerak atau pun beranjak dari berdiri nya tadi dan itu membuat Nathan heran karna sang istri belum mendekat ke arah nya.
"Kenapa kamu masih di sana?" tanya Nathan kepada Ara. Ara tidak menjawab nya dan hanya menatap datar ke arah Nathan. Nathan yang tidak mendapatkan jawaban pun berjalan mendekat ke arah wanita itu dan membimbing wanita itu untuk duduk di atas ranjang sofa yang ada di dalam kamar itu.
"Duduklah" ucap Nathan dan mendudukkan tubuh sang istri di atas ranjang sofa yang ada di dalam itu. Ara tidak menjawab dan hanya mengikuti apa yang di lakukan oleh suami nya itu.
Nathan mengambil makanan tadi dan menyiapkan nya untuk di makan oleh sang suami. "Buka mulut" perintah Nathan. Ara melebarkan senyuman nya dan langsung membuka mulut nya. Nathan tersenyum melihat sang istri yang mengikuti ucapan nya dan makan makanan yang ia suapi. Ara mengunyah makanan yang di suapi oleh suami tercinta nya itu.
"Kamu yang memasak?" tanya Ara kepada Nathan.
"Tidak" jawab Nathan sambil melebarkan senyuman nya.
"Pantas saja tidak enak" ucap Ara bergurau.
"Jadi menurut mu masakan ku tidak enak?" tanya Nathan yang kembali menyuapi istri nya itu. Ara juga kembali menerima makanan itu.
"Hem" jawab Ara sambil mengangkat kedua bahu nya.
"Kamu pernah mencicipi masakan ku?" tanya Nathan kepada istri nya itu.
"Entah lah" jawab Ara dengan meneguk makanan yang sudah ia kunyah itu. Nathan tidak berbicara lagi dan hanya menyuapi sang istri tercinta nya itu makan.
__ADS_1
"Kau tidak makan?" tanya Ara dengan mengunyah makanan kepada Nathan.