
"Ara?" ucap Andita yang kaget saat melihat Ara bersama dengan Nathan dan yang lain. Semua orang yang mengenali dan merindukan Ara pun menoleh ke arah mana tatapan Andita dan benar saja itu memang Ara yang datang bersama Nathan dan Yuda dengan menggendong Okta.
"Kapan dia datang?" guman Erina yang tidak tau ingin bahagia atau sedih saat ini karna keadaan yang sangat membuat perasaan nya ragu.
"Ah nanti saja masalah itu" guman Erina kembali dna fokus memperhatikan orang yang sedang memakamkan jenazah Delina. Okta menangis tersedu sedu saat melihat ibu nya di makamkan, Ara juga ikut sedih akan Okt yang menangis itu tapi dia tidak ikut menangis karna jika dia menangis takut nya nanti Okta akan tambah menangis makanya dia lebih memilih menahan tangis dan mencoba membujuk Okta.
"Sayang jangan menangis nanti mama mu sedih melihat mu sedih seperti ini" ucap Ara yang mencoba menenangkan Okta yang sekarang Sudah berada di pusaran sng ibu yang baru beberapa menit lalu di makamkan dan selesai.
"Mama" ucap Okta dengan isakan nya yang menjadi jadi di hadapan pusaran ibu nya.
"Anak papa jangan menangis" ucap Nathan dengan menghapus air mata yang jatuh di pipi Okta.
"Mama meninggalkan ku" ucap Okta dengan menatap Nathan lekat sedang Yuda dia membiarkan nya karna dia tau anak nya itu belum terlalu terbiasa dengan nya dan masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Nathan bukan ayah nya dan dia lah yang ayah kandung Okta sebenar nya.
"Tapi kan masih ada ibu" jawab Ara akan ucapan Okta. Okta menoleh ke arah Ara dan sedikit menghentikan tangis nya dan menatap lekat wajah Ara, Ara tersenyum menatap Okta dengan senyum tulus nya.
"Hikkss" Okta kembali menangis dan langsung memeluk tubuh Ara yang memang ia peluk. Ara tidak menjawab nya dan mengusap lembut punggung Okta dan beranjak berdiri karna banyak orang yang sudah berlalu dari sana dan kembali ke rumah masing masing.
"Kita pulang ya sayang" ajak Ara kepada Okta, Okta mengangguk mengiyakan nya dengan memeluk erat tubuh Ara Sedangkan yuda dia membiarkan nya karna itu yang di butuhkan anak nya saat ini. Mereka berempat kembali masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan siapapun yang melihat mereka termasuk Amel dan yang lain, Ara duduk di belakang dengan Okta yang duduk di atas nya dengan kepala yang masih menyender di bahu Ara. Nathan masuk ke dalam mobil bagian samping kemudi dan Yuda yang mengemudi mobil itu.
"Sudahlah jangan menangis lagi, Nanti ibu akan ikut menangis" ucap Ara yang sangat kasihan akan Okta yang sedari tadi menangis, Okta tidak menjawab nya dan mencoba menghentikan tangis nya meskipun susah dan masih terdengar isakan. Ara tidak melanjutkan ucapan nya dan memeluk erat anak itu dengan tangan yang mengusap lembut punggung nya.
__ADS_1
"Pastas saja Nathan sangat mencintai nya" guman Yuda saat melihat Ara yang sangat lembut dan perhatian dengan anak nya. Nathan menoleh ke belakang dan melihat Ara sedang memeluk dan mengusap lembut punggung Okta. Ara menguap karna dia kelelahan akibat tadi malam tidak beristirahat karna memikirkan Nathan.
"Kau mengantuk?" tanya Nathan kepada sang istri yang menguap, Ara langsung menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak mengantuk padahal sangat jelas jika dia itu sedang mengantuk. Nathan tidak menjawab nya dan kembali menoleh ke depan.
"Kapan Ara datang?" tanya Andita kepada Erina sedangkan suami nya berjalan di belakang nya begitupun dengan Vino yang juga berjalan di belakang mereka.
"Hem, Aku juga tidak tau kapan dia datang" jawab Erina dengan mengangkat kedua bahu nya menandakan jika dia juga tidak tau kapan Ara datang.
Beberapa menit menempuh kemudi akhirnya mereka sampai di rumah sakit, Nathan kembali menoleh ke belakang dan melihat sang istri matanya sudah terpejam. "Aku tidak tega membangunkan nya" guman Nathan yang tidak tega membangunkan sang istri sedangkan Okta dia juga sudah tertidur karna hari juga sudah larut.
"Kau bawa saja istrimu pulang, Okta biar aku yang membawa nya pulang" ucap Yuda yang bisa melihat jika Nathan tidak tega untuk membangunkan Ara. Yuda beranjak berdiri dan berpindah membuka pintu belakang, Dia melepaskan Okta pelan dari Ara supaya Ara tidak terbangun tapi usaha nya itu sia sia, Ara tetap terbangun akibat merasa ada yang menyentuh nya.
"Sudah sampai?" tanya Ara menatap ke arah Yuda dan setelah itu menatap ke arah Nathan.
"Mau kemana kau?" tanya Nathan yang menghentikan Ara yang ingin turun.
"Ke ruangan Yuna" jawab Ara yang kembali menguap.
"Tidak usah, Kita pulang saja" ucap Nathan.
Ara menoleh ke arah Nathan dengan tatapan tak suka. "Tidak mau, Jika kau ingin pulang, Pulang saja sendiri" jawab Ara dan langsung berlalu keluar dari mobil itu dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit itu. Nathan tidak bisa menghentikan sang istri dan memilih untuk mengikuti nya dan menuju ke ruangan anak nya.
__ADS_1
Saat Ara masuk ke dalam ruangan nya dia melihat Yuna yang sedang duduk. "Ada apa bunda?" tanya Ara kepada Nita.
"Ibu" panggil Yuna.
"Iya sayang, Ada apa?" tanya Ara kepada Yuna.
"Ibu dari mana? aku takut" ucap Yuna. Ara langsung mendudukkan tubuh nya di samping anak nya dan langsung memeluk anak nya itu.
"Takut kenapa? tidak ada yang ingin jahat kepadamu" jawab Ara dan mengusap lembut wajah anak nya itu.
"Tadi ada orang yang mengaku sebagai kakek dan nenekku" ucap Yuna. Ara menoleh ke arah Nita dan juga Andre dan setelah itu menoleh ke arah Nathan.
"Mereka memang kakek dan nenek mu" jawab Ara yang jujur. Nathan tersenyum lebar saat mendengar pengakuan Dari sang istri yang mengatakan jika Yuna memang anak nya dan senyum itu nampak sangat bahagia.
"Benarkah?" tanya Yuna kepada Ara.
"Hem, Sangat benar, Jadi kau istirahat sekarang dan nanti saat perban ini bisa di buka kau bisa melihat kakek nenek dan ayahmu" jelas Ara kepada Yuna supaya Yuna sedikit tenang. Yuna mengangguk mengiyakan nya dan Ara membimbing anak nya itu untuk berbaring di atas ranjang itu.
"Isirahat yah" ucap Ara dan mencium pucuk kepala anak nya itu dan setelah itu Yuna pun langsung tertidur.
"Bunda dan ayah pulang lah, Istirahat" ucap Ara dengan nada sopan kepada Nita dna juga Andre.
__ADS_1
"Siapa yang akan menjaga cucu ayah jika ayah pulang?" tanya Andre dengan menatap lekat Ara karna dia tidak ingin berpisah dengan Yuna yang baru ia temui hari ini.