Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Qori dan keluarga


__ADS_3

"Huh" Nathan mendengus kasar karna dia yakiin sang istri akan mendiam kan nya lagi. "Dia adalah sopir pribadi mu dan...." ucap Nathan terpotong saat Qori sudah berada di tangga dan nampak bersama istri dan anak nya yang masih bayi.


"Ini dia pak Qori, pak Qori perkenalkan ini Ara istri saya" ucap Nathan memperkenalkan sng istri kepada Qori dan mengenalkan Qori ke istri nya. Ara melepaskan tangan nya dari sang suami.


"Saya Ara pak" ucap Ara sopan sambil melebarkan senyuman dan bersalaman dengn Qori. Qori menerima salam dari Ara dan langsung di cium oleh Ara punggung tangan yang sudah menyabotase mobil kedua orang tua nya itu.


"Saya Qori nona" jawab Qori. Ara mengangguk mengerti akan itu dan beralih menatap istri Qori yang nampak sedang menggendong anak.


"Saya Ara bu" ucap Ara sopan sambil bersalaman dengan istri Qori.


"Saya Putri nona" jawab Putri yang juga ikut tersenyum akan Ara dengan senyum hangat nya.


"Ini siapa nama nya bu?" tanya Ara melihat anak Qori yang tidur di gendongan Putri.


"Ini nama nya Andra nona anak saya" jawab Putri sambil melebarkan senyuman nya.


"Hey sayang" ganggu Ara akan Andra yang sedang tertidur itu dan mungkin umur Andra sekitar dua sampai tiga tahun.


"Hey jangan mengganggu nya" ucap Nathan saat melihat sang istri mengganggu Andra yang sedang tertidur.


"Suka suka lah" ketus Ara dan kembali memainkan pipi gembul Andra. sedangakan Putri dan Qori dia hanya menanggapi dengan senyum saja dan Ara mencium pipi Andra.


"Nona mau kemana?" tanya Qori kepada Ara saat melihat Ara yang nampak ingin berlalu. Ara menatap ke arah sang suami.


"Pergi" ketus Ara dengan mengusir sang suami.


"Ini rumah aku, Kamu gak berhak ngusir aku dari sini" jawab Nathan yang ingin mendengar jawaban dari sang istri meskipun dia sudah mengetahui tujuan sang istri ingin kemana.

__ADS_1


"Yaudah" ketus Ara dan langsung berlalu turun dari tangga lantai dua dan menuju ke lantai satu.


"Pak tolong ikuti dia dan jangan bilang dengan nya jika bapak bodyguard nya nanti dia akan menolak" perintah Nathan karna dia juga ingin bersiap siap untuk berangkat ke acara Elin dan Azlan.


"Baik tuan" jawab Qori ragu karna dia belum mengantar sang istri tapi dia sudah berjanji keada Rizal untuk menjaga Ara dan dia juga sudah bercerita dengan istri nya dan dia memilih untuk berlalu dan menyusul Ara.


"Bi" panggil Nathan saat melihat bi Gesya lewat.


"Iya tuan" jawab bi Gesya.


"Bibi tolong antar kan bu Putri ke tempat nya, saya mau bersiap siap" perintah Nathan.


"Baik tuan" jawab bi Gesya sopan. Nathan langsung berlalu karna dia sudah di dahulukan oleh sang istri.


"Mari bu" ajak bi Gesya. Putri mengangguk mengiyakan nya dan mengikuti Gesya dari. belakang.


"Ada apa pak?" tanya Ara keada Qori dan menghentikan jalan nya dan menatap ke arah Qori.


"Mari saya antar kan nona ke tujuan nona" jawab Qori.


"Tidak usah pak saya bisa di antar oleh pak Abi kan bapak baru sampai lebih baik bapak istirahat saja" jawab Ara sopan dengan melebarkan senyuman nya.


"Tapi nona saya melamar kerja di sini kemarin dan hari ini saya harus mulai bekerja" ucap Qori.


"Yaudah" jawab Ara pasrah karna dia tidak mau Qori di marahi oleh Nathan karna teringat akan tadi.


Qori dengan segera mengambil kunci mobil dan segera kembali masuk ke dalam mobil dan membukakan pintu untuk Ara. Ara masuk ke dalam mobil itu dan setelah itu Qori masuk ke dalam mobil itu dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


"Mau kemana kita nona?" tanya Qori kepada Ara.


"Ke rumah teman saya pak" jawab Ara.


"Di mana alamat nya nona?" tanya Qori sopan karna dia belum tau di mana alamat tujuan nya mengantar kan Ara.


"Oiya Ara lupa" jawab Ara memukul pan kepala nya dan mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya itu.


"Astaga kenapa kebawa ponsel Nathan?" tanya Ara saat melihat ponsel Nathan lah yang ia bawa dan bukan ponsel nya. Ara tidak mengambil pusing dan mencari alamat Andita dan setelah itu memberikan nya kepada Qori.


Qori menerima nya dan langsung melajukan mobil nya menuju ke alamat yang di berikan oleh Ara kepada nya.


Beberapa menit menempuh jalan akhir nya mobil yang di kendarai oleh Qori dan di tumpangi oleh Ara pun sampai di kediaman Andita dan nampak sangat ramai orang di sana. "Bapak kalo mau pulang pulang aja" ucap Ara daan langsung turun dari mobil itu.


"Saya akan menunggu nona" jawab pak Qori.


"Yasudah mari masuk saja pak" ajak Ara.


"Saya menunggu nona di sini saja" jawab Qori sopan.


"Yasudah pak nanti jika mencari saya, saya ada di dalam ya" ucap Ara sopan Qori mengangguk mengiyakan nya. Dan Ara pun langsung berlalu masuk ke dalam rumah.


"Ara" teriak Arfel saat melihat Ara dan dia juga hadir bersama kekasih nya. Ara menoleh ke arah Arfel.


"Hey" sapa balik Ara.


"Sendiri?" tanya Arfel kepada Ara.

__ADS_1


__ADS_2