Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Ngapain minta maap?


__ADS_3

Sedangkan nathan Vino dan juga mang mamat duduk di atas sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Kasian ara" guman nathan yang duduk di atas sofa tapi matanya memandang ke arah ara.


Erina, Andita dan juga nita berdiri di samping ara nita menyingkirkan rambut rambut yang menutupu wajah ara sambil menatap wajah ara yang sembab akibat menangis sedangkan bi nur meletakkan makanan yang dia bawa tadi di dekat rantang milik nita sedangkan baju baju ara dan juga boneka dia tempatkan di tikar yang sempat ia bawa kemarin.


Seusai meletakkan barang barang yang ia bawa bi nur langsung berjalan ke dekat ranjang ara dan menatap kasihan ke arah ara. bi nur mendekat ke arah nita dan hendak mencium wajah ara nita yang sadar jika bi nur ingin di berdiri di dekat dirinya berdiri langsung memindahkan posisinya.


Bi nur terlihat sedang mengusap pipi ara yang sedikit terlihat merah karna tamparan dari papinya tapi orang tidak sadar akan hal itu. ara yang merasa pipinya sedikit geli akibat bi nur yang mengelus nya langsung terbangun dan memeluk bi nur.


"Bibi" panggil ara dan kembali menangis di pelukan bi nur lebih tepatnya di perut bi nur yang terlihat rata.


Semua orang yang berada di kamar tersebut langsung terkejut akan ara yang tiba tiba bangun dan langsung duduk memeluk bi nur. bi nur membiarkan ara mendekap di pelukannya karna hal itu sering di lakukan oleh ara jika ada masalah. Bi nur terlihat mengusap usap kepala anak majikannya tersebut dan mencoba menenangkannya. Tapi itu percuma karna ara masih tetap menangis dan dia tidak sadar bahwa banyak orang di dalam ruangan tersebut.


"Non" panggil bi nur.


"Bibi kenapa tinggalin ara......kan ara udah bilang bibi jangan tinggalin ara.......ara cuma mau bibi di sini bukan mami sama papi" ucap ara sedikit kesal dan masih menangis histeris karna dia mengingat ingat kejadian tadi.


Semua orang di dalam ruangan tersebut hanya memperhatikan ara dan tidak mau berbicara termasuk nathan. nathan merasa iba akan ara karna dia melihat kejadian yang sesungguhnya.


"Tadi bibi masak buat non.....makanya bibi pulang" ucap bi nur yang masih mengelus lembut rambut ara.


"Ara udah bilang gak usah......ara cuma mau bibi......ara gak mau makanan" ucap ara dengan tangisnya.


"Maafin bibi" ucap bi nur.

__ADS_1


"Kenapa bibi minta maap kan bibi gak ada salah apa apa" ucap ara dan langsung melepaskan pelukannya dari bi nur dan menatap bi nur dengan expresi wajah kesal dengan bibir manyunnya dengan pipi basah akibat menangis.


Ara sedikit terkejut ketika melihat nita di samping bi nur dan dia melihat ke seluruh ruangan terlihat banyak orang di dalamnya dan semua mata tertuju akan dirinya.Ara dengan segera menghapus air mata yang membasahi pipinya.


"Bibi kenapa gak bilang kalo banyak di orang di sini" ucap ara dengan menundukkan pandangannya dan menghapus segera air matanya.


"Kan non tadi yang meluk bibi tiba tiba jadi bibi gak sempet ngasih tau sama non" jelas bi nur dan ara langsung mendongakkan kepalanya dan tersenyum ke arah nita.


"Maapin ara" ucap ara kepada seluruh orang yang berada di ruangan tersebut.


"Ngapain lo minta maap?" tanya Andita.


"Iya ya kenapa gw minta maap?" tanyanya kepada diri sendiri. semua orang di dalam ruangan tersebut langsung tertawa mendengar perkataan ara tapi tidak dengan nathan yang hanya diam saja.


"Kenapa ketawa?" tanya ara dengan mata bengkaknya melihat ke arah Andita dan yang lainnya secara bergantian.


Memang niat semua orang yang tertawa tersebut ialah menghibur ara supaya ara tidak larut akan kesedihan. ruangan tersebut di penuhi dengan tawaan yang nampak sangat bahagia. nathan yang tidak ikut tertawa hanya melihat ara yang tertawa terbahak bahak. seketika sudut bibirnya terangkat ketika melihat tawaan ara.


"Gw salut sama dia, Dalam keadaan kayak gini dia bisa ketawa gitu" guman nathan dalam hati dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Vino yang melihat nathan tersenyum sambil menatap ara pun langsung menuruti arah mata nathan dan dia langsung menyenggol bahu nathan. Nathan yang termenung langsung terkejut oleh Vino yang menyenggol bahunya.


"Lo suka ya sama ara?" tanya Vino kepada nathan tapi nathan hanya diam dan menghentikan senyumannya.


Andita menghentikan tawaan nya. "Hah capek juga ketawa yah" ucap Andita. nita yang berada di sebelah Andita pun mendengar apa yabg di katakan oleh Andita.

__ADS_1


"Iya ya nak.....bunda capek juga ketawa tapi bunda seneng banget" ucap nita dengan melebarkan senyumannya.


"Gw laper" ucap Andita dengan nada yang meninggi dan semua orang pun menghentikan tawanya dan menatap ke arahnya. Andita melihat semua orang menatap ke arahnya.


"Kenapa?" tanyanya bingung sekaligus malu.


"Ini udah lewat waktunya makan siang yaudah ayo kita makan" ucap mang mamat dengan melihat jam di tangannya.


"Kamu ikut makan juga ya" ucap nita dan ara hanya mengangguk mengiyakan perkataan nita tersebut.


"Ikat rambut dulu ya non" ucap bi nur dan mengambil ikat rambut yang ada di dalam tas dan mengikat rambut ara. bi nur memang selalu mengikat rambut anak majikannya tersebut karna ara sendiri tidak terlalu tau mengikat rambut makanya dis selalu menggeraikan rambut panjangnya tersebut. setelah mengikat rambut ara bi nur meminta izin untuk menyiapkan makanan untuk semua orang di ruangan tersebut.


"Udah" ucap bi nur dan langsung di jawab senyuman oleh ara.


"Bibi siapin semuanya dulu ya non" ucap bi nur dan ara hanya mengangguk dan melemparkan senyumannya kepada bi nur.


"Kamu makan di atas aja ya nak" ucap nita.


"Ara mau makan di bawah" ucap ara dengan wajah memohonya.


"Yaudah" jawab nita. ara mencoba berdiri dari tempat tidurnya itu tapi sedikit kesusahan.


"Sini bunda bantuin" tawar nita dengan memegang tangan kiri ara dan mengajak ara duduk di bawa karna ara tidak mau makan di atas ranjangnya.


Ara sudah terlihat duduk di samping nita sedangkan nathan di samping kiri ara dia berada di antara nita dan juga nathan awalnya dia ingin duduk di samping Erina dan juga Andita tapi tempat di sana sudah di isi oleh Vino yang duduk tepat di antara bi nur dan juga Erina. semuanya mengambil makanan masing masing tapi tidak dengan ara karna dia tidak bisa mengambilkan makan untuknya. nita yang melihat ara tidak bisa mengambil makanan langsung mengambilkan makanan untuk ara.

__ADS_1


"Kamu mau makan apa nak?" tanya nita kepada ara.


__ADS_2