Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Keadilan


__ADS_3

"Viona kamu urus masalah bukti uang yang di kasih perusahaan kepada Doni untuk di jadikan bukti saya tidak bisa mengurusnya" ucap Nathan saat melihat seorang suster keluar dari dalam ruangan istrinya itu dan meminta untuk keluarga masuk ke dalam.


Nathan langsung masuk ke dalam ruangan istrinya itu dan matanya pertama sekali melihat wanita yang sangat ia cintai itu terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Nathan yang nampak sangat hawatir.


"Istri bapak tidak apa apa hanya luka luar saja dan itupun luka kecil dan tidak terlalu parah" jawab dokter itu.


"Kenapa dia belum sadar?" tanya Nathan.


"Mungkin akibat benturan tadi pak tapi bapak jangan terlalu hawatir karna beliau tidak apa apa dan untungnya tadi beliau menggunakan pelindung kepala" jelas dokter itu.


"Huh terima kasih dok" ucap Nathan sedikit lega karna istrinya itu tidak kenapa napa.


"Yasudah kalau begitu saya permisi pak" ucap dokter itu. Nathan mengiyakannya dn dokter itupun langsung keluar meninggalkan Nathan dan juga Ara.


"Aaauuu" rengek Ara saat terbangun sambil memegangi kepalanya. Nathan yang mendengar suara istrinya itu langsung menoleh ke arahnya.


"Mau ngapain?" tanya Nathan.


"Gue kenapa bisa disini?" tanya Ara yang sudah duduk di bantu oleh Nathan.


"Kamu kenapa tadi nolongin aku? untung aja kamu gak kenapa kenapa" ketus Nathan. Ara menatap bingung akan laki laki itu.


"Kenapa lo jadi marah marah?" tanya Ara yang ikut meninggikan suaranya.


"Kamu tadi kenapa dorong aku biar aku aja yang kena itu dari pada kamu" ucap Nathan yang tak kalah tinggi suaranya itu.


"Jadi nya juga sama lo juga masuk rumah sakit kalo lo yang kena" ketus Ara yang tak mau kalah.


"Huh" Nathan mendengus kasar karna dia juga tidak mau lagi berdebat dengan istrinya itu dan dia juga tau pasti istrinya itu tidak mau mengalah.


"Kenapa diem?" ketus Ara yang masih kesal.


"Aku udah lapor polisi masalah ini" ucap Nathan.


"Trus?" tanya Ara yang masih menatapnya dengan tatapan kesal.


"Gak tau...Viona yang urus semua" jawab Nathan. Ara tidak menjawab perkataannya.


"Masih sakit kepala kamu?" tanya Nathan lembut.


"Lumayan" jawab Ara dan memegang kepalanya itu.

__ADS_1


"Mau di sini atau pulang?" tanya Nathan.


"Pulang ke indonesia" jawab Ara.


"Belum bisa kita masih ada urusan sama masalah ini" jawab Nathan.


"Biar orang aja yang urus" jawab Ara.


"Gak bisa" jawab Nathan.


"Tapi..." ucapan Ara terpotong saat Nathan sudah menempelkan bibirnya di bibir istrinya itu. Ara berusaha melepaskan bibirnya dari bibir suaminya itu dengan memukul dada bidang suaminya itu.


Tapi Nathan tidak memperdulikannya dan masih menikmati manisnya bibir sang istri. Ara memundurkan sedikit tubuhnya supaya bisa terlepas dari suaminya itu tapi Nathan malah memegang tubuhnya dan ikut duduk dan kembali menikmatinya.


Ara yang tadinya berusaha melepaskan bibirnya pun ikut terbawa suasana akan kelembutan yang di berikan Nathan kepadanya. Ara membalas ciuman dari suaminya itu.


Nathan yang sudah di kuasai oleh nafsu ingin membuka baju yang di kenakan oleh istrinya itu tapi Ara tersadar dan dengan segera menepis tangan suaminya itu dan melepaskan ciuman mereka.


"Bego?" ketus Ara kesal dan sedikit malu karna tadi dia membalas ciuman dari suaminya itu.


"Kenapa?" tanya Nathan bingung karna niatnya terhenti oleh istrinya itu.


"Gue mau pulang" ucap Ara dan langsung turun dari tempat tidur itu dan beranjak berdiri dan keluar ruangan itu.


Nathan dan Ara pun langsung masuk ke dalam mobil dans sebelum itu dia membayar biaya rumah sakit istrinya itu.


Dritttt


Suara ponsel Nathan yang ada di dalam tas Ara. Ara langsung mengambil ponsel suaminya itu yang ada di dalam tas miliknya itu.


"Viona" ucap Ara dan memberikan ponsel itu kepada sang pemilik.


"Angkat aja" jawab Nathan. Ara langsung mengangkat telpon itu.


"Halo pak" ucap Viona.


"Kenapa?" tanya Nathan karna ponselnya itu spikernya di aktifkan.


"pak Doni sudah di bawa ke kantor polisi dan bukti bukti yang ada sudah kuat dan menyatakan pak Doni bersalah" jelas Viona.


"Siapa yang akan mengganti pak Doni pak?" tanya Viona.


"Siapa tadi nama tukang yang ngomong sama kamu?" tanya Nathan kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Gak tau" jawab Ara yang terdengar oleh Viona di balik panggilan itu.


"Sekarang semua tukang masih di sana?" tanya Nathan kepada Viona.


"Masih ada pak" jawab Viona.


"Saya akan kesana sekarang" ucap Nathan.


"Matiin" perintah Nathan. Ara langsung mematikan telpon itu.


"Tadi kata bapak yang ngomong sama gue dia bilang kalo ada salah satu bekerja yang kecelakaan di tempat pembangunan itu dan pak Doni gak mau tanggung jawab katanya" jelas Ara yang baru ingat akan pekerja yang di ceritakan oleh salah satu tukang tadi.


"Siapa orangnya?" tanya Nathan. Ara mengangkat kedua bahunya tanda dia tidak mengetahuinya.


Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Nathan pun sampai di tempat pembangunan. Nathan dn Ara langsung turun dari mobil itu.


"Pak" sapa Viona saat melihat Nathan mendekatinya.


"Baik saya akan langsung memberitahu kalian siapa yang akan menggantikan pak Doni....kamu" ucap Nathan sambil menunjuk ke slah satu tukang yang berbicara dengan istrinya tadi.


"Saya pak?" tanya tukang itu.


"Iya kamu...siapa nama kamu?" tanya Nathan karna dia tidak mengetahui nama tukang itu.


"Nama saya Kris pak" jawab Kris.


"Yasudah kamu saya percayakan untuk mengurus dan mengawasi proyek ini tapi kamu jangan sampai mengecewakan saya sama dengan pak Doni....dan perlakukan mereka semua dengan baik...jika tidak kamu akan kembali ke pekerjaan awal kamu" jelas Nathan.


"Bapak yakin?" tanya Kris yang kurang percaya. Meskipun Kris hanya seorang tukang tapi pengetahuannya masalah bangunan lumayan bagus karna sudah terbiasa melihat orang orng memilih mana yang bagus mana yang tidak dan dia juga sudah lama bekerja sebagai tukang di perusahaan Nathan.


"Saya percaya kamu" ucap Nathan.


"Terima kasih pak" ucap Kris sambil bersalaman dengan Nathan.


"Nona terima kasih telah memberikan kami keadilan" ucap salah satu pekerja itu kepada Ara.


"Hah?" ucap Ara bingung karna dia sama sekali tidak mengerti maksudnya.


"Iya nona sejak Kris menceritakan keluhan kami kepada nona keadilan berpihak ke kami dan sekarang kami jadi lebih semangat bekerja karna yang mengawasi kami ornag baik dan lembut" jelas pekerja itu. Ara sangat bingung akan itu dan belum juga mengerti akan itu.


"Iya" ucap Ara dengan senyum yang mengembang padahal dia tidak mengerti apa apa.


"Kami juga berterima kasih dengan bapak sudah menegakkan keadilan" ucap tukang itu kepada Nathan.

__ADS_1


"Seharusnya saya yang berterima kasih kepada kalian yang telah memberitahu saya masalah ini jika tidak pasti perusahaan akan rugi besar dan tidak ada lagi yang mau bekerjasama dengan perusahaan kita" jelas Nathan.


__ADS_2