
"Baik nona saya sama suami saya permisi untuk kembali ke kamar dulu nona" ucap Ria. Ara mengangguk mengiyakan dan setelah itu mereka pun kembali ke dalam apartemen di sebelah apartemen Ara.
Ara langsung masuk ke dalam apartemen itu dan melihat sekeliling ruangan itu. Sungguh seperti keinginannya karna Rizal dan Kya sangat tahu keinginan keponakannya itu makanya dia menyuruh bi Ria mendekorasi seperti itu.
Ara langsung masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di dalam apartemen itu karna apartemen yang Ara tempati itu memiliki dua kamar. Ara meletakkan koper miliknya ke sembarang tempat di dalam kamar itu dan dia melihat jika ada boneka miliknya di dalam kamar itu dan boneka itu adalah pemberian dari Dewa.
"Paman ambil di rumah?" tanya Ara dan langsung memeluk boneka kesayangannya itu.
Drittt...
Suara ponsel Ara berbunyi menandakan ada yang menelpon. Arapun langsung mangambil ponselnya yang terletak di dalam tas.
"Paman Rizal" tulisan yang tertera di layar ponsel itu. Rizal menelpon vidio keponakannya itu.
"Udah sampe?" tanya Rizal langsung saat Ara mengangkat telpon darinya.
"Iya Ara udah nyampe" jawab Ara sambil melebarkan senyum bahagianya.
"Coba tunjukin isi kamarnya" perintah Rizal. Ara langsung mengalihkan kamera belakang.
"Suka sama desainnya?" tanya Rizal.
"Suka banget lah" jawab Ara kembali memutarkan kamera menjadi kamera depan.
"Oiya paman dimana paman ngambil boneka ini?" tanya Ara sambil menunjukkan boneka kepada Rizal.
"Bibi kamu yang ambil waktu itu di rumah kamu" jawab Rizal.
"Makasih paman" ucap Ara sambil mencondongkan bibirnya seperti orang mencium. Rizal terkekeh melihat tingkah keponakan nya itu.
"Onty" teriak Rafael dari belakang dengan menggunakan handuk mungkin baru selesai mandi.
"Kenapa?" tanya Ara keada Rafael.
"Ael gak ada temen disini" jawab Rafael dan mengambil alih ponsel ayahnya itu.
"Momy sama dady kamu kan ada" jawab Ara.
"Ael mau main sama Onty sama uncle" ucap Rafael.
"Nanti Onty bakal sering sering pulang" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Jam berapa di sana nak?" tanya Kya kepada Ara sambil mengenakan pakaian Rafael saat ponsel sudah di ambil oleh Rizal.
"Jam delapan bi" jawab Ara sambil melihat jam yanga da di tangannya itu.
"Malem?" tanya Kya.
"Iyaa" jawab Ara.
__ADS_1
"Yaudah kamu istirahat dulu aja kan kamu juga baru sampai" ucap Rizal.
"Yaudah Ara matiin ya" ucap Ara tapi belum mematikan ponselnya.
"Iya" jawab Rizal.
"Beneran ini" ucap Ara lagi.
"Besok kamu beli apa yang kamu mau kartu kredit yang paman kasih itu unlimited jadi kalo mau beli apa apa tinggal beli aja ya" jelas Rizal.
"Siap" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya. Rizal dan Kya hanya terkekeh melihat keponakan mereka yang sudah besar itu seperti anak kecil.
"Yaudah istirahat" perintah Rizal. Ara menganggukkan kepalanya dan setelah itu diapun langsung mematikan panggilan itu.
Ara langsung merebahkan tubuhnya tanpa mengganti pakaian diapun tertidur dengan mengenakan pakaian yang ia pakai tadi dan sepatu yang masih melekat.
****
"Nat" panggil Vino tanpa mengetuk pintu Nathan. Nathan yang mendengar itu langsung membukakan pintu.
"Kenapa?" tanya Nathan saat pintu itu telah terbuka.
"Boleh masuk?" tanya Vino. Nathan tidak menjawab dia meninggalkan Vino.
"Keluar yuk nat" ajak Vino yang merebahkan tubuhnya di atas kasur kamar Nathan.
"Kemana aja" jawab Vino. Nathan tidak menjawab perkataan Vino dia kembali menatap layar ponsel yang ada wanita kesayangannya itu.
"Gimana kalo kita ke rumah kakeknya Ara aja mana tau disana juga ada Erina" ajak Vino.
"Gue gak mau" jawab Nathan datar tanpa melihat ke arah Vino.
"Kenapa bukannya lo suka ketemu sama Ara?" tanya Vino kepada Nathan.
"Kalo gak kita ke cafe aja" ajak Vino kembali karna tadi Nathan tidak menjawab perkataannya.
"Yaudah ayo" jawab Nathan karna memang dia tau jika Ara ingin ke amerika tapi dia tidak tau apa tujuan Ara ke amerika.
Nathan mengenakan jaket miliknya karna dia sudah mengenakan baju kaso pendek. Sedangkan Vino masih mengganti baju di dalam kamarnya.
"Mau kemana nak?" tanya Nita saat Nathan sudah turun di lantai dua.
"Mau keluar sama vino bun" jawab Nathan.
"Udah siap lo nat?" teriak Vino di lantai tiga mungkin karna dia tidak tau jika Nathan sudah di bawah.
"Gue di bawah" teriak Nathan kembali. Vino yang tadinya sedang merapikan pakaian langsung melihat ke arah saudaranya yng sudah berada di bawah itu.
Vino langsung turun dan menghampiri Nathan dan juga Nita. "Bunda kita keluar bentar ya bun" ucap Vino sambil mencium punggung tangan ibu angkatnya itu begitupun dengan Nathan.
__ADS_1
"Hati hati" ucap Nita. Mereka berduapu. langsung turun dari lantai dua menuju ke bawah dan saat sampai di luar mereka berduapun langsung masuk ke dalam mobil dengan posisi Vino yang menyetir dan Nathan yang duduk di samping kemudi.
Setelah itu Vino pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di saat melewati rumah kakek Ara mata Nathan langsung menatap lekat Orang yang ada di halaman rumah itu dan disana tidak ada Ara.
"Kenapa?" tanya Vino yang melihat Nathan murung.
"Gapapa" jawab Nathan datar. Vino tidak menjawab perkataan Nathan dia kembali pokus ke kemudinya.
"Udah sampe" ucap Vino saat mobilnya sudah terparkir di depan cafe yang pertama kali Nathan dan Ara bertemu.
"Ngapain kesini?" tanya Nathan kepada Vino.
"Kenapa?" tanya Vino bingung mungkin dia tak tau maksud Nathan.
"Ayo turun" ajak Vino yang baru saja ingin turun tapi tidak dengan Nathan yang hanya menatap cafe itu.
Nathan langsung turun dari mobil itu dan mengikuti Vino.
****
Ara baru saja terbangun dari tidurnya dan langsung melihat jam di tangannya dan jam sudah menunjuk pukul sembilan malam. Ara baru saja ingin mengganti pakaiannya tapi pandangannya teralihkan oleh pemandangan yang tampak sangat cantik di malam hari di amerika.
"Cantik banget" ucap Ara dan memilih untuk keluar dari kamarnya lewat jendela dan menuju ke dekat kursi yang ada di balkon kawasan apartemen miliknya.
Ara tersenyum bahagia melihat pemandangan yang sangat jarang ia lihat itu. "Haha" Ara terkekeh.
"Itu siapa?" guman laki laki saat melihat ke samping dan dia melihat Ara yang tersenyum bahagia.
"Kayaknya penghuni baru" guman laki laki misterius itu lagi. Laki laki itu mendekati Ara karna memang apartemen Ara dan apartemen laki laki terletak paling ujung.
"Hey" panggil laki laki itu kepada Ara. Ara yang mendengar suara itu langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Saya" tanya Ara.
"Iya kamu" jawab laki laki itu.
"Kenapa" tanya Ara.
Dritt...
suara ponsel Ara yang membuat Ara langsung mengangkat telpon itu.
"Halo kenapa?" tanya Ara kepada Erina yang menelponnya itu.
"Lo dimana hah?" tanya Erina dengan nada tinggi.
"Kenapa?" tanya Ara dengan nada tinggi.
"Lo dimana?" ketus Erina kembali. Ara tidak mau menjawab itu diapun langsung mematikan panggilan itu.
__ADS_1