Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Carle


__ADS_3

"Kamu harus terbiasa sama ini" jawab Nathan dengan mengusap tangan sanh istri dengan senyum yang mengembang tapi masih fokus akan kemudi. Ara tidak menjawab nya dan memilih untuk diam dan menatap ke depan. nathan melepaskan tangan sang istri karna mereka sudah sampai di tempat tujuan.


"Ayo" ajak Nathan akan sang istri. Ara mengangguk mengiyakannya dan mereka turun bersama dari mobil itu.


Ara dan Nathan masuk ke dalam restoran yang di katakan oleh Viona tadi dan mencari nomor meja yang sudah di janjikan dan nampak sudah ada orang yang menunggu di meja itu. Nathan menggenggam tngan sang istri dan mengajak sang istri menuju meja itu.


"Selamat siang" sapa Nathan yang belum melihat siapa rekan kerja nya itu. Lelaki yang duduk di atas meja sambil meminum tadi menatap ke arah Nathan dan juga Ara.


"Nathan?" ucap Carle teman SMA Nathan dan dia sekarang udah menjadi orang sukses dan dia memang dari kalangan orang sukses.


"Carle?" ucap Nathan kembali.


"Apa kabar bro" ucap Carle sambil memeluk Nathan. Nathan membalas pelukan temannya itu.


"Baik, Lo sendiri apa kabar?" tanya Nathan dan melepaskan pelukan mereka.


"Gue baik, Jadi lo pemilik perusahaan F?" tanya Carle. Nathan mengangguk mengiyakannya dengan melebarkan senyumannya.


"Ah kalo gue tau pasti udah gue temuin lo dari lama" ucap Carle. Nathan hanya melebarkan senyumannya.


"Silahkan duduk" ucap Carle yang belum memperhatikan Ara. Nathan mengangguk mengiyakannya dan duduk di hadapan Carle sedangkan Ara dia ingin berlalu tapi Nathan yang menyadari sang istri ingin berlalu pun langsung menarik tangan wanita itu.


Carle baru sadar akan kehadiran Ara. "Kamu mau kemana?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Mau kesana" jawab Ara datar dengan berusaha melepaskan tangannya dari sang suami.


"Siapa dia Nat?" tanya Carle.


"Perkenalkan dia istri gue" jawab Nathan.


"Lo udah menikah?" tanya Carle yang tidak tahu akan itu.


"Iya, Kami nikah udah satu tahun" jawab Nathan dengan masih memegang tangan istri nya itu.


"Silahkan duduk" ucap Carle mempersilahkan Ara duduk.


"Saya disana saja" jawab Ara sopan.

__ADS_1


"Hey jangan membantah" ucap Nathan.


"Kamu mau kerja dan biarkan aku duduk di tempat lain" jawab Ara datar.


"Tidak apa apa nona, Silahkan duduk, Urusan pekerjaan gampang dia adalah teman saya jadi bisa di bahas lain waktu" jelas Carle.


"Silahkan nona" ucap Nathan dengan mendorong kursi untuk sang istri. Ara terpaksa mengiyakannya dan duduk di samping sang suami. Carle menatap Ara dan Nathan secara bergantian karna dia tidak mengetahui masalah pernikahan Nathan.


"Kenapa lo nikah ngabarin gue Nat?" tanya Carle kepada Nathan.


"Kami menikah emang gak ngundang orang banyak" jawab Nathan.


"Kenapa? apa gak punya biaya?" tanya Carle bergurau. Nathan yang tau akan Carle yang mulutnya sama seperti perempuan tidak memasukkan ke hati perkataan Carle itu.


"Kami menikah karna perjodohan dan dia gak mau ngajak orang banyak di acara waktu itu" jelas Nathan. Carle mengangguk mengerti akan ucapan temannya itu.


"Perkenalkan nama saya Carle teman Nathan" ucap Carle dengan menyodorkan tangannya kepada Ara.


"Ara" ucap Ara dengan menerima jabatan tangan dari Carle.


"Lo pikir gue gak bisa bayar makanan ini?" tanya Nathan.


"Gue tau lo bisa beli apa aja, Bahkan kalo lo mau lo bisa membeli resto ini" jawab Carles. Nathan menanggapinya dengan tawaan sedang kan Ara dia hanya diam.


"Istri sama anak lo mana? apa mereka sehat?" tanya Nathan karna Carle menikah sudah tiga tahun lalu dan mengundang semua temannya dan pernikahan itu di adakan di luar negri karna istri nya orang luar negri.


"Mereka di rumah dan alhamdulillah mereka sehat" jawab Carle sambil melebarkan senyumannya. Mereka berbincang bincang masalah masa lalu mereka dan apa saja yang mereka lalui selama ini tanpa memperdulikan Ara. Ara merasa bosan dan sangat bosan.


"Lebih baik aku di rumah sakit" guman Ara kesal menatap sang istri. Nathan bisa melihat jika sang istri bosan.


"Bagaimana kerja sama kita ini Carle?" tanya Nathan yang mengalihkan percakapan.


"Gue nerima kerja sama kita" jawab Carle.


"Tapi kan aku belum menjelaskannya" jawab Nathan.


"Aku mempercayai mu, Mana berkas yang harus aku tanda tangani?" tanya Carle.

__ADS_1


"ini" ucap Nathan sambil menyodorkan berkas kepada Carle. Carle menandatanganinya tanpa membaca karna dia mempercayai Nathan dan tidak mungkin juga Nathan menipu nya.


"Kapan kapan kita harus makan malam bersama" ucap Carle.


"Bisa di atur" jawab Nathan dengan membereskan berkas tadi.


"Yasudah aku pamit dulu, Masih banyak pekerjaan aku ini" ucap Carle dengan bergurau karna memang mereka sudah lama mengobrol.


"Yasudah semoga lancar kerja sama kita" jawab Nathan. Carle berjabat tangan dengan Nathan sambil melebarkan senyumannya dan mengangguk dan langsung berlalu meninggalkan Nathan dan Ara.


"Lama sekali kalian mengobrol" ketus Ara saat Carle sudah berlalu.


"aku dan dia sudah lama gak bertemu makanya kami banyak mengobrol" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya.


"Yasudah ayo cepat, Aku ingin ke rumah sakit" ucap Ara..Nathan mempercepat membereskan berkas itu dan setelah itu dia mengajak sang istri untuk berlalu dan makanan tadi sudah di bayar oleh Carle.


Ara dan Nathan masuk ke dalam mobil dan Nathan pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit Ara langsung turun tanpa memperdulikan dan menunggu Nathan Ara sedikit berlari masuk ke dalam rumah sakit itu dan masuk ke dalam ruangan Erina tapi dia tidak menemukan Amel.


"Dimana Erina?" guman Ara bingung. Nathan yang bru sampai di dekat sang istri heran melihat wajah bingung sang istri.


"Ada apa? kenapa tidak masuk?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Sus" panggil Ara tanpa menjawab perkataan Nathan dan memanggil suster yang lewat di depannya.


"Iya nona" jawab suster itu dengan menghentika langkah kakinya.


"Pasien yang menunggu ruangan ini kemana sus?" tanya Ara. Nathan pun membuka pintu itu dan melihat ke dalam dan benar saja tidak ada siapapun di dalam.


"Yang melahirkan kemarin nona?" tanya suster itu. Ara mengangguk mengiyakannya.


"Beliau baru saja pulang nona karna sudah di bolehkan pulang" jawab suster itu.


"Ooh, Yasudah makasih ya sus" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya. Suster tadi membalas senyuman Ara dan langsung berlalu dari sana.


"Ini gara gara kamu" ketus Ara kepada sang suami.


"Kenapa jadi aku?" tanya Nathan yang heran akan sang istri yang tiba tiba menyalahkannya.

__ADS_1


__ADS_2