
Ara merebahkan tubuh nya di atas kasur pengantin itu. "Kenapa perasaan gue gini?" guman Ara karna emosi yang tidak setabil dan rasa nya dia ingin sekali menangis sekarang ntah karna apa itu.
Beberapa menit Ara merebahkan tubuh nya di atas kasur pengantin itu akhir nya dia tertidur di atas kasur itu.
Sedangkan di bawah acara baru saja berakhir dan semua tamu undangan juga sudah berangsuran pergi meninggalkan tempat itu. "Mana Ara kak?" tanya Andita kepada Nathan saat dia ingin naik ke atas bersama dengan Azlan dan melihat Nathan tapi tidak melihat Ara.
"Aku duluan ya sayang" ucap Azlan. Andita mengangguk mengiyakan nya. Azlan langsung berlalu naik ke atas ke dalam kamar sang istri dan saat masuk dia langsung melihat Ara tertidur di atas ranjang nya dan sang istri.
Azlan kaget akan itu dan berjalan mendekat.
"Ara bangun" ucap Azlan dengan menggoyangkan sedikit tubuh Ara.
"Emmm" jawab Ara dengan menggeliat dan sedikit membuka mata nya.
"Mana Andita?" tanya Ara kepada Azlan.
Di bawah.
"Ara kata nya...." jawab Nathan yang langsung teringat jika sang istri berpamitan ke kamar atas. Nathan langsung bergegas manaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar pengantin itu dan melihat Azlan yang nampak sedang berdebat dengan istri nya itu.
Andita heran akan itu dan mengikuti Nathan masuk ke dalam kamar nya dan melihat Ara yang sedang berbaring di kasur dan Azlan nampak mengomel.
"Hey ada apa?" tanya Nathan yang bergegas menghampiri mereka berdua.
"Bawa bini lo balik ke rumah lo" jawab Azlan.
"Andita" panggil Ara lemah karna kepala nya sedikit pusing akibat di paksa bangun oleh Azlan. Andita menghampiri sahabat nya itu.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Andita. Ara langsung memeluk Andita dengan penuh kasih sayang karna dia merindukan pelukan itu.
"Eh lo kenapa?" tanya Andita kepada Ara.
"Jangan banyak gerak" jawab Ara dan kembali memeluk erat tubuh Andita. Andita tidak menjawab nya dan dia lebih memilih untuk diam dan memeluk Ara dengan penuh kasih sayang.
Nathan dan Azlan menatap bingung akan itu. "Sayang" panggil Nathan dengan mengusap lembut kepala sang istri tapi wanita itu tidak menjawab. Andita sedikit melonggarkan pelukan nya dan melihat mata Ara sudah terpejam.
"Dia tidur kak" jawab Andita karna dia tau ciri ciri Ara tertidur dan pingsan. Nathan ingin mengambil sang istri dari pelukan Ara kembali memeluk erat tubuh Andita.
"Hey ayo kita pulang ke rumah" ajak Nathan kepada sang istri. Ara yang sadar langsung menggelengkan kepala nya dan kembali memeluk erat tubuh Andita.
"Sayang mereka juga mau istirahat" ucap Nathan. Ara tetap menggelengkan kepala nya karna dia membutuh kan sahabat nya sekarang dan dia tidak mungkin memeluk Erina yang perut nya sudah mulai membesar itu dan hanya Andita lah yang bisa ia peluk saat ini.
"Tapi sayang...." ucap Nathan terpotong oleh Andita.
"Gapapa kak biar dia tidur di sini aja" jawab Andita.
Andita juga ikut memejam kan mata nya karna dia juga sedikit kelelahan akibat acara pernikahan nya itu dan dia tertidur dengan memeluk tubuh Ara begitupun dengan Ara karna mereka sudah lama tidak tidur bersama.
"Ara ganggu aja" ketus Azlan.
"Lo bilang apa tadi hah?" ketus Nathan yang tak terima jika Azlan mengatai istri nya.
"Azlan kenapa keluar?" tanya Liza saat melihat Nathan dan juga Azlan turun dari tangga dan Azlan tidak masuk ke dalam kamar.
"Ara sama Andita tidur di dalam ma" jawab Azlan dengan nada kecewa.
__ADS_1
"Kenapa Ara tidur di dalam?" tanya Erland.
"Gak tau pa tadi waktu Nathan ajak dia pulang dia gak mau" jawab Azlan. Erland hanya menggelengkan kepala nya dan masuk ke dalam kamar nya yang ada di lantai bawah karna Azlan dan Nathan tadi sudah berada di lantai bawah.
Beberapa jam Azlan dan Nathan duduk di sofa ruang tamu sambil menonton televisi dan kadang juga mengobrol. "Ara ganggu banget" ucap Azlan yang masih memikirkan Ara yang mengganggu malam pertama nya dengan Andita.
"Ngomong apa lo barusan?" tanya Nathan kepada Azlan. Azlan tidak menjawab nya dan memilih untuk berlalu menaiki kamar sang istri begitupun dengan Nathan yang ingin membawa istri nya itu pulang ke rumah.
Azlan masuk ke dalam kamar itu dan melihat Elin tertidur dengan memeluk erat Ara dan Ara tertidur dengan satu tangan yang memegang kepala. "Sayang bangun" ucap Azlan yang mencoba membangun kan Andita.
Andita mengerjapkan mata nya dan langsung melihat Ara tertidur di depan nya. "Bawa Ara pulang nat" perintah Azlan. Nathan tidak menjawab nya dan dia langsung menggendong sang istri dan keluar dari kamar itu.
Sedangkan Andita dia nampak sangat kantuk dan malas untuk berbicara tapi mata nya terbuka. "Sayang" panggil Azlan manja.
"Emmm" jawab Andita dengan mata yang terpejam.
"Ayo kita melakukan nya" ucap Azlan yang memang sedari tadi menahan hasrat nya untuk melakukan malam pertama nya dengan Andita.
"Aku lelah kak besok malam saja" jawab Andita karna dia masih sangat mengantuk.
"Tapi sayang...." ucap Azlan terpotong karna Andita sudah terlelap di dada nya.
"Ini semua gara gara Ara" umpat Azlan kesal karna malam pertama nya tertunda gara gara Ara. Azlan terpaksa menahan kehendaknya itu dan ikut tertidur dengan memeluk tubuh sang istri.
Di bawah.
"Nathan mau kemana?" tanya Liza saat melihat Nathan menggendong Ara dan turun dari kamar Andita.
__ADS_1
"Mau pulang tante" jawab Nathan.
"Ara ketiduran?" tanya Liza dengan menyibak rambut yang menutupi wajah cantik Ara itu.