
"Ada apa?" tanya Erina kembali kepada Ara karna dia tidak terlalu mendengar dan memperhatikan Ara.
"Huh" Ara mendengus kasar saat Erina kembali bertanya kepda nya.
"Aku tadi sudah menyampaikan pertanyaan kepada mu" ucap Ara yang malas mengulangi perkataan nya.
"Pertanyaan mana?" tanya Erina dengan menatap lekat Ara yang sedang menggendong anak nya itu.
"Kau yang mengambil Naila tadi malam dariku?" tanya Ara yang kembali mengulangi ucapan nya kepada Amel.
"Hem" jawab Erina mengangguk mengiyakan nya.
"Jawab itu saja pertanyaan nya harus di ulang" ucap Ara dengan menatap kesal ke arah Erina yang hanya menjawab singkat dan mengangguk kan kepada saja. Ara kembali pokus kepada Naila dan mengabaikan Erina dan Nita yang sedang menonton televisi itu.
Nathan turun dari kamar nya dan melihat ibu nya dan Erina sedang menonton televisi sedangkan Ara sibuk bermain bersama dengan Naila. Nathan tersenyum melihat istri nya yang lebih memilih untuk bermain dengan Naila dari pada ikut menonton bersama Erina dan ibu nya itu, Nathan kembali melanjutkan niat nya turun dari anak tangga dan menghampiri Naila dan sang istri.
"Hey" sapa Nathan dengan membungkukkan tubuh nya menyeimbangkan duduk sang istri yang sedang memegang Naila itu.
"Astaga" ucap Ara yang kaget akan Nathan yang tiba tiba datang di samping nya itu, Nita dan Amel yang awal nya sedang pokus ke televisi pun menoleh ke arah Nathan dan juga Ara.
"Ada apa nak?" tanya Nita kepada Ara.
Ara menoleh ke arah ibu mertua nya itu. "Tidak bunda" jawab Ara sambil melebarkan senyuman nya sedangkan Nathan tidak menyapa ataupun apa.
"Ayo" ajak Nathan kepada istri nya itu. Ara mengiyakan nya dan memberikan Naila kembali kepada Amel.
__ADS_1
"Mau kemana nak?" tanya Nita kepada Ara dan juga Nathan.
"Ara mau ke..." ucap Ara yang terpotong oleh Nathan.
"Ara akan menemaniku bekerja" potong Nathan akan ucapan sang istri. Nathan berbohong karna dia tau jika orang tua nya itu sangat tidak menyukai Sheyla sekarang akibat perlakuan orang tua Sheyla tapi dia tidak ingin istri nya mengetahui itu karna takut istri nya itu akan sedih makanya dia berbohong kepada ibu nya itu.
Ara menoleh ke arah sang suami yang berbohong itu dengan tatapan bingung dan ingin marah, Nathan bisa melihat jika istri nya itu ingin marah dan bertanya kenapa dia berbohong kepada ibu nya. "Ayo" ajak Nathan lagi dan menarik tangan istri nya itu dan menuruni anak tangga menuju ke lantai paling bawah dan langsung keluar dan masuk ke dalam mobil.
"Kenapa kau berbohong dengan bunda?" tanya Ara kepada suami nya dengan menatap lekat wajah suami nya itu.
"Tidak apa apa" jawab Nathan dan langsung menyalakan mesin mobil nya dan menuju ke kediaman Fikri. Beberapa menit menempuh jalan menuju ke rumah Fikri akhirnya mereka sampai.
"Kau tidak apa apa sendiri?" tanya Nathan kepada sang istri.
"Hem, Aku tidak apa apa" jawab Ara dengan melebarkan senyuman nya kepada sang suami.
"Hati hati" ucap Ara dengan senyum yang melebar, Nathan mengangguk mengiyakan nya dan Ara pun langsung keluar dari mobil itu. Nathan pun langsung melajukan mobil nya kembali dan menuju ke kantor nya, Ara yang sudah tidak melihat mobil suami nya pun berjalan menuju gerbang rumah Fikri itu.
"Huh" Ara mendengus dan mencoba tenang dan melebarkan senyuman nya dan setelah itu dia langsung memencet bel rumah itu.
Satpam yang menunggu rumah itupun langsung membuka gerbang dan mempersilahkan Ara untuk masuk ke dalam, Ara pun masuk ke dalam pekarangan rumah itu dan berjalan ke dekat pintu yang tidak di jaga itu. Ara kembali memencet bel yang ada di dekat pintu.
"Sebentar" teriak Winna ibu Fikri dari dalam, Winna pun memberikan Fera kepada Sahlan suami nya dan berjalan mendekat ke arah pintu rumah nya itu dan langsung membuka pintu rumah nya itu.
Ara tersenyum saat melihat pintu rumah itu sudah terbuka tapi dia belum melihat siapa siapa karna Winna terhalang oleh pintu besar itu. "Siapa?" tanya Winna dan menampakkan diri nya kepada Ara dan dia pun bisa melihat Ara.
__ADS_1
Mata Winna membulat saat melihat Ara dan dia langsung memasang tatapan tak suka nya akan Ara yang sudah membuat menantu nya stres berat. "Tante" sapa Ara sopan dan ingin bersalaman, Winna tidak ingin menerima nya dan memundurkan tangan nya dan itu membuat Ara juga kembali memundurkan tangan nya.
"Kenapa kau ke sini?" tanya Winna datar dengan tangan yang di lipat di atas perut nya tanpa menatap Ara.
"Saya ingin bertemu dengan kak Sheyla, Apa dia ada?" tanya Ara kepada Winna dengan nada sopan nya.
"Dia tidak ada" jawab Winna datar.
"Ah" teriakan Sheyla yang terdengar oleh Ara membuat dahi Ara mengerut saat mendengar jawaban Winna karna dia pasti dan tau betul jika itu adalah suara Sheyla.
"Tapi itu seperti suara kakak saya tante" ucap Ara yang memberanikan diri.
"Dia bukan kakak mu, Pergi kau dari sini" ketus Winna kepada Ara.
"Dia adalah kakak saya, Saya ingin bertemu dengan nya" jawab Ara yang masih terdengar sopan.
"Dia bukan kakak mu, Kau sudah membuat nya menjadi seperti ini kau tau?" bentak Winna kepada Ara.
"Memang nya apa yang terjadi?" tanya Ara yang sedikit kaget mendengar itu.
"Kau bilang dia kakak mu, Apa yang terjadi dengan nya saja kau tidak tau" ketus Winna dengan senyum benci yang ia keluarkan untuk Ara. Ara tidak menjawab nya dan menatap lekat wajah Winna itu karna dia sama sekali tidak tau masalah apa dan keadaan apa yang sedang di alami oleh Sheyla.
"Pergi kau" bentak Winna kepada Ara dan itu membuat Ara yang termenung pun langsung terkejut. Winna langsung masuk ke dalam rumah nya itu dan membanting kasar dan membuat Ara kembali kaget.
"Ma kenapa membanting pintu?" tanya Aldi kepada ibu nya itu, Winna tidak menjawab nya dna memilih berlalu kembali ke dekat cucu nya dan juga suami nya itu.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" guman Ara dan ingin sekali mengetuk kembali tapi dia takut akan di usir lagi. Ara langsung teringat akan satpam yang bekerja di sana dan diapun langsung berlari ke dekat satpam tadi dan berniat ingin bertanya tapi satpam itu tidak ada.
"Apa aku harus pulang?" guman Ara dan menoleh ke belakang karna dia sangat merindukan Sheyla dan ingin bertemu dengan Sheyla.