Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Bodyguard untuk Ara


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak menyerah kan diri ke polisi?" tanya rizal yang emosinya sudah meredam.


"Saya ingin terlebih dahulu meminta maaf kepada keluarga pak Zidan tuan dan setelah itu baru saya akan menyerah kan diri ke polisi" jawab Qori jujur karna memang dia sangat ingin mendapat kan maaf dari keluarga Zidan dan Rianti.


"Huh" Rizal mendengus kasar dan kembali menatap lekat Qori. "Aku tidak akan memasuk kan mu sekarang dalam penjara" ucap Rizal kepada Qori. Qori mengangkat kepala nya dan menatap heran akan Rizal.


"Kenapa tuan? apa tuan ingin membunuh saya?" tanya Qori dengan wajah yang sudah banyak bekas lebam.


"Aku tidak sebodoh kamu yang mau menghabisi nyawa orang" jawab Rizal.


"Jadi tuan?" tanya Qori lagi.


"Aku perintah kan kamu untuk menjaga Ara karna Teo sudah mulai ingin menghabisi Ara" jawab Rizal karna memang dia sangat hawatir akan keponakan nya itu.


"Saya akan selalu menjaga nona Ara tuan meskipun dulu saya juga pernah mencelakai nya" ucap Qori jujur. rizal menatap ke arah nya.


"Jadi kamu waktu itu yang memukul Ara waktu di amerika?" tanya Rizal.


"Maaf kan saya tuan" jawab Qori dengan menunduk kan kepala nya. Rizal ingin sekali menghabisi orang itu tapi mungkin me maaf kan nya dan menyuruh nya untuk menjaga Ara lebih baik pikir nya.


"Sekarang kamu harus menjaga Ara haik baik jangan sampai dia kenapa kenapa dan kamu juga harus mengawasi anak buah Teo karna tadi Ara hampir saja tertabrak oleh Teo" jelas Rizal mengingat kejadian tadi dan tangan nya nampak menggepal mengingat itu.


"Baik tuan akan saya jaga nona dengan baik" jawab Qori dengan menunduk kan sedikit tubuh nya.


"Kamu harus menjaga nya mulai sekarang" ucap Rizal.


"Baik tuan kalau begitu saya permisi" jawab Qori. Rizal mengiyakan nya dan Qori pun langsung berlalu dan ingin berlalu menuju ke rumah Nathan dengan tidak membawa apa apa.


"Tunggu" ucap Rizal menghentikan langkah kaki Qori.

__ADS_1


"Kenapa tuan?" tanya Qori kepada Rizal.


"Kamu pergi ke rumah Nathan bilang saja kamu orang suruhan ku untuk menjadi pengawal Ara dan menjaga Ara....jika kamu menceritakan yang sebenar nya kepada Nathan kau pasti akan di habisi oleh Nathan" jelas Rizal kepada Qori karna memang dulu Nathan pernah bercerita masalah Ara yang di pukul oleh orang dan dia mengatakan bahwa akan menghabisi orang yang sudah menyakiti istri nya itu.


"Berikan ktp kamu dengan nya nanti untuk bukti" sambung Rizal lagi.


"Baik tuan" jawab Qori patuh dan sedikit membungkuk kan tubuhnya.


"Yasudah pergi lah" ucap Rizal. Qori mengiyakan nya dan langsung berlalu menuju ke rumah Nathan. Sedangkan Rizal dia mencoba menghubungi nomor Nathan dan akhir nya terhubung juga.


"Halo paman" ucap Nathan di sebrang telpon saat telpon itu sudah ia angkat dan dia menjauh dari sang istri yang tengah tertidur karna takut istri nya itu terbangun dan terganggu oleh nya.


"Nathan nanti kalo ada orang yang nama nya Qori ke rumah kamu dia adalah orang suruhan paman yang paman suruh buat ngejaga Ara" jelas Rizal dan berharap Nathan mengizin kan nya dan menyetujui nya.


"Seharus nya gak usah paman, Nathan juga sedang mencari bodyguard buat Ara" jawab Nathan.


"Paman mau Ara terlindungi dan selalu aman Nat dan kalau pun dua orang yang menjaga nya kan bukan kah itu lebih baik?" tanya Rizal kepada Nathan.


"Paman gak ngerasa di repotin dan malah paman yang ngerasa ngerepotin kamu buat mengurus dan menjaga Ara keponakan paman" ucap Rizal.


"Nathan gak ngerasa di repotin karna kan Ara istri Nathan jadi paman gak usah kayak gini" jawab Nathan.


"Yaudah paman matikan dulu kamu baik baik ya sama Ara" ucap Rizal dengan nada senang.


"Iya paman" jawab Nathan. mereka berdua pun langsung mematikan telpon masing masing.


Nathan kembali ke ranjang nya dan berniat ingin kembali mencoba tidur di samping sang istri tapi ketukan pintu mengganggu nya dan membuat nya harus membuka pintu kamar itu. "Kenapa bi?" tanya Nathan kepada bi Imah yang mengetuk pintu nya tadi. Nathan menutup pelan pintu kamar nya itu karna takut sang istri terganggu.


"Ada yang mencari tuan muda di bawah dan kata nya dia orang suruhan tuan Rizal" jelas bi Nur.

__ADS_1


"Yasudah saya akan turun" ucap Nathan dan langsung berlalu turun dari kamar nya dan menuju ke ruang tamu di mana di sana lah Qori di persilahkan duduk oleh bi Imah.


"Apa kah kamu Qori?" tanya Nathan langsung kepada Qori sambil berjalan menuju ke bawah. Qori langsung berdiri dan menundukkan sedikit tubuh nya.


"Iya tuan saya Qori" jawab Qori. Nathan mendudukkan tubuh nya di kursi single.


"Duduk lah" ucap Nathan. Qori langsung mendudukkan tubuh nya di kursi yang ia duduki tadi.


"Bisa saya melihat ktp kamu?" tanya Nathan.


"Ini tuan" ucap Qori sambil menyodorkan ktp milik nya kepada Nathan. Nathan menerima nya dan menatap lekat ktp itu dan Qori secara bergantian.


"Ini" ucap Nathan sopan saat sudah melihat ktp Qori dan Qori lebih tua dari nya dan jauh lebih tua dari nya.


"Kamu harus mengikuti istri ku kemana pun dia pergi dan kau mengikuti nya harus secara diam diam dan jangan sampai istri ku sampai terluka sedikit pun kamu mengerti?" jelas Nathan panjang lebar dengan nada masih sopan tapi penuh dengan penekanan.


"Saya mengerti tuan" jawab Qori tegas.


"Aku mempercayai mu" ucap Nathan sambil melebarkan senyuman nya. Qori membalas senyuman dari Nathan.


"Oiya satu lagi kau harus tinggal di rumah ini dan di belakang ada rumah husus untuk pekerja rumah ini dan kau bisa mengajak keluarga mu karna kau harus menjaga istri ku selalu jika aku tidak ada di dekat nya" jelas Nathan lagi.


"Baik tuan" jawab Qori tegas.


"Yasudah kamu mulai besok bekerja dan hari ini kamu ajak lah keluarga mu untuk tinggal di sini" jawab Nathan.


"Baik tuan" jawab Qori lagi. Nathan tidak menjawab nya lagi dan langsung berlalu menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar nya untuk menemani sang istri.


"Mama" ucap Ara mengigau dengan menangis dalam tidur nya. Nathan yang baru saja masuk ke dalam kamar dan mendengar suara tangis sang istri pun langsung berlari menuju ke ranjang dan menuju ke dekat sang istri.

__ADS_1


"Sayang" ucap Nathan dengan mengusap pelan kepala sang istri.


"Hikssss" Ara hanya menangis dalam tidur nya dan tidak lagi mengeluarkan kata kata apa pun.


__ADS_2