Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Di sini ternyata


__ADS_3

Jantung Ara berdetak lebih cepat dari biasanya saat Nathan mengusap lembut wajahnya meskipun menggunakan handuk. Ara dengan segera memegang dadanya untuk menghentikan detakan jantungnya itu.


"Pasti gara gara lari tadi" guman Ara dan masih memegang dadanya dan dia menganggap jika itu karna berlari tadi.


"Kenapa?" tanya Nathan saat melihat istrinya itu memegang dada.


"Gue....eeemmmmm...gue aus" jawab Ara lambat karna tidak tau ingin menjawab apa dan dia terpaksa bilang jika dia haus padahal dia memang haus dan sedikit kelelahan akibat berlari lumayan lama.


"Tunggu di sini bentar" ucap Nathan dan langsung berlalu untuk membelikan minuman untuknya dan juga istrinya itu.


Ara yang melihat Nathan sudah pergi kembali memegang dadanya. "Ini pasti gara gara lari tadi" ucap Ara dengan expresi yang sangat menggemaskan.


"Ini" ucap Nathan sambil menyodorkan air minum kepada istrinya itu. Ara menatap siapa yang memberikannya minum dan setelah tau yang memberikan minum itu adalah suaminya dia pun menerima air itu dan meminumnya.


"Segeeerrr" ucap Ara saat sudah minum dan minuman itu tinggal separuh.


"Cepet banget minumnya" ucap Nathan saat melihat air minum istrinya itu tinggal setengah.


"Hehehe gue beneran aus" jawab Ara sambil menyengir menghadap suaminya itu.


"Yaudah ayo kita pulang" ajak Nathan.


"Ayo" ucap Ara dan langsung berdiri dan mengikuti suaminya itu.


Setelah lumayan jauh berjalan untuk menuju ke rumah merekapun akhirnya sampai di kediaman pernandess. Terlihat Nita dan Andre yang sudah rapi.


"Bunda sama ayah mau kemana?" tanya Nathan menatap kedua orang tuanya itu sudah rapi dan seperti orang yang ingin pergi.


"Mau ke butik mbak Dania buat ambil baju Vino sama Erina" jawab Nita.


"Mereka berdua emangnya kemana bun sampai bunda yang ngambil?" tanya Ara.


"Mereka masih ada urusan makanya bunda yang ambil" jawab Nita sambil melebarkan senyumannya.


"Yaudah ayah sama bunda pergi dulu ya" ucap Andre. Ara dan Nathan pun mencium punggung tangan kedua orang tua mereka itu.

__ADS_1


"Hati hati" teriak Ara saat mobil yang di kendarai oleh kedua mertuanya itu melaju.


Nathan terlebih dahulu masuk ke dalam kamar dan setelah itu di susuk oleh Ara dari belakang. "Kamu gak mandi?" tanya Nathan melihat istrinya itu masuk kedalam ruang ganti.


"Duluan aja" jawab Ara.


Nathan langsung mengambil handuknya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berendam sebentar.


"Kenapa dia berubah secepat itu?" guman Nathan dengan senyum yang mengembang bahagia dan menyenderkan kepalanya di bath up itu dan mengingat ingat istrinya yang mulai berubah setelah kepalanya tertimpa dengan batu bata.


"Kalo emang gara gara ketimpa itu kenapa gak dari dulu aja" guman Nathan dan terkekeh sendiri di dalam kamar mandi itu.


Sedangkan Ara membawa pakaian kotornya se keranjang dan membawanya ke bawah untuk mencucinya dan di dalam itu pakaiannya dengan pakaian suaminya karna memang pembantu belum mengambil pakaian mereka.


"Nyonya muda kenapa bawa ini biar saya saja yang mengambilkannya" ucap bi Imah.


"Gapapa bi lagi pula Ara gak ada kerjaan makanya Ara ke bawah sekalian bawa ini" jawab Ara sambil memberikan keranjang itu kepada bi Imah untuk mencucinya dan dia hanya membawanya ke bawah.


"Disini ternyata" ucap Nathan yang baru saja turun dari kamar dengan menggunakan pakaian santai.


"Sana bersihin tubuh kamu dulu emangnya gak risih sama badan keringatan?" tanya Nathan.


"Nungguin lo lama banget keluar dari kamar mandi" ketus Ara dan melewati Nathan menuju ke kamarnya. Nathan hanya melebarkan senyumannya melihat tingkah istrinya itu.


Di dalam kamar Ara mengambil handuk dan juga bajunya dan membawanya ke dalam kamar mandi dan langsung menyalakan shower dan shower itu mengguyur seluruh tubuhnya. Ara mandi menggunakan tangtop dan juga celana pendek.


"Huh" Ara mendengus panjang saat mengingat ingat mimpinya semalam di amerika.


"Dia emang suami gue" ucap Ara.


FLASH BACK ON


"Nak" panggil Rianti.


"Mama" ucap Ara dan langsung turun dari tempat tidurnya dan memeluk tubuh ibu dan ayahnya itu dan menangis di sana.

__ADS_1


"Hey mama sama papa dateng bukannya bahagia malah nangis" ucap Zidan saat melihat anaknya itu menangis.


"Ara nangis bahagia ini" jawab Ara dengan menghapuskan air matanya.


"Kamu udah nikah nak?" tanya Rianti. Ara mengangguk mengiyakannya.


"Kamu harus perlakukan suami kamu dengan baik jangan kayak yang lalu kamu selalu ngebentak dia" jelas Rianti.


"Mama tau dari mana?" tanya Ara dan menatap wajah wanita yang sangat mirip dengannya itu.


"Mama selalu merhatiin kamu...biarpun tubuh mama gak selalu di dekat kamu tapi jiwa mama selalu berada di dekat kamu begitupun dengan papa" jelas Rianti.


"Ara gak cinta sama dia ma makanya Ara kayak gitu" jawab Ara.


"Mau cinta atu tidak nya kamu dengan seseorang yang namanya suami tetap lah suami nak" jelas Zidan.


"Tapi pa.." ucapan Ara terpotong oleh Rianti.


"Nak lambat laun kamu akan bisa menerima Nathan sebagai sumi kamau dan kamu juga pasti akan mencintainya meskipun sekarang tidak tapi mama mohon sama kamu hargai dia sebagai suami kamu kamu jangan ngebantah ucapan dia" jelas Rianti panjang lebar.


"Iya nak...Nathan itu orang baik banyak sekali orang yang ingin di posisi mu sekarang untuk menjadikan Nathan sebagai suami dan mereka tidak bisa...dan kamu adalah orang yang beruntung mendapatkannya bukan karna hartanya tapi karna kebaikan dan ketulusan hatinya....Nathan selalu mendoakan kami nak dan asti dia juga selalu mendoakanmu dan menjaga mu papa sama mama hanya mau kamu bahagia dan bersama orang yang baik kamu mengerti kan sayang?" sambung Zidan.


"Iya pa ma Nathan emang orang baik" jawab Ara karna memang nathan sngat baik dengannya.


"Maka dari itu kamu harus menjadi istri yang baik pula dan jangan membantah lagi dengan suami kamu ya" ucap Rianti dan langsung mencium pucuk kepala anaknya itu begitupun dengan Zidan. Ara memeluk kedua orang tuanya itu.


Kringgggg


Alarm ponsel yang di stel oleh Nathan di ponselnya berbunyi Arapun langsung terbangun dan melihat jika yang berbunyi itu adalah ponsel milik suaminya.


"Kok mimpi gue gitu" guman Ara bingung dan langsung menagmbil koper.


FLASH BACK OFF


Ara sudah selesai membersihkan dirinya dan langsung keluar dengan menggunakan pakaian lengkap dan saat dia keluar dia langsung melihat suaminya yang juga melihatnya dari atas tempat tidur dengan memangku laptop.

__ADS_1


"Lo gak sarapan?" tanya Ara menatap suaminya yang kembali fokus ke laptop itu dengan tatapan biasa saja.


__ADS_2