Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Bentar


__ADS_3

"Seharusnya saya yang berterima kasih kepada kalian yang telah memberitahu saya masalah ini jika tidak pasti perusahaan akan rugi besar dan tidak ada lagi yang mau bekerjasama dengan perusahaan kita" jelas Nathan.


"Bapak sangat pengertian dan juga baik...bapak dan nona ini sangat cocok" ucap Kris yang belum mengetahui nama Ara.


Nathan menatap istrinya itu yang sedikit bingung dan sedikit tak suka dengan ucapan Kris itu. Nathan hanya membalasnya dengan senyuman.


"Baiklah semuanya boleh pulang dan besok lanjutkan pekerjaan kalian dan saya yakin kalian semua bisa melakukannya" ucap Nathan. Semua orang bertepuk tangan bahagia begitupun dengan Ara.


Setelah selesai Ara Nathan dan juga Viona pun masuk ke dalam mobil dan kembali ke kantor mereka sebentar dengan di antar oleh sopir.


Setelah ke kantor sebentar Nathan pun langsung pulang dengan istrinya itu karna pak Nawi sudah menjemput mereka dan hari juga sudah petang.


Setelah sampai di apartemen mereka pun kembali ke apartemen mereka dan pak Nawi juga. Ara langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah itu sedangkan tidk dengan Nathan yang memilih untuk membersihkan tubuhnya di kamar sebelah.


Ara sudah terlelap akan tidurnya tanpa melepaskan apa yang melekat di tubuhnya itu dengan posisi yang masih seperti awal. Nathan yang ingin ke dapur terlebih dahulu melihat istrinya.

__ADS_1


"Udah tidur?" guman Nathan menatap istrinya tertidur dengan posisi tengkurap dengan barang barang yang ia kenakan tadi masih melekat di tubuh istrinya itu.


Nathan langsung masuk ke dalam kamar istrinya itu dan duduk menatap wajah cantik wanita itu dengan senyum yang mengembang mungkin karna mengingat ingat kejadian di rumah sakit tadi.


Nathan melepaskan sepatu kets yang di gunakan istrinya itu dan meletakkannya di tempat sepatu dia juga melepaskan tas yang masih melekat di tubuh istrinya itu dan setelah itu dia membenarkan posisi tidur istrinya itu.


Setelah selesai diapun kembali ke kamarnya dan ingin beristirahat juga tapi sebelum itu dia melaksanakan Sholat setelah sholat dia baru istirahat.


Keesokan paginya Ara terbangun terlebih dahulu dan memilih untuk membersihkan tubuhnya dans etelah itu melaksanakan kewajibannya sebagai muslim.


Ara langsung keluar dari kamarnya dan ingin masuk ke dalam kamar suaminya itu dan saat ingin masuk dengan membawa koper dia menabrak dada bidang suaminya itu dan hampir saja dia terjatuh jika Nathan tidak menangkapnya.


"Ngapain?" tanya Nathan melihat istrinya itu membawa koper. Ara dengan segera melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya itu.


"Mau pulang" jawab Ara.

__ADS_1


"Besok bukan sekarang" ucap Nathan.


"Tapi gue maunya sekarang kalo lo gak mau gue juga bisa berangkat sendiri" jawab Ara dna ingin berlalu karna memang dia sudah bersiap dan tinggal pulang saja. Nathan menarik tangan istrinya itu.


"Keras kepala banget sih" ucap Nathan.


"Kalo lo gak mau gue juga bisa pulang sendiri" ucap Ara.


"Bentar aku siap siap...masukin baju aku ke koper" ucap Nathan dan kembali masuk ke dalam kamar dan langsung mengambil handuk setelah itu langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Ara memasukkan beberapa baju suaminya itu ke dalam koper yang terdapat bajunya juga.


Setelah Nathan yang sudah siap dan juga Ara yang sudah selesai mereka pun langsung keluar dari apartemen itu dan meminta pak Nawi mengantakan mereka ke bandara karna Nathan dan Ara pulang menggunakan jet pribadi milik keluarga Nathan.


Sedangkan pekerja yang masih sakit itu sudah di urus oleh Viona karna Nathan yang menyuruhnya.

__ADS_1


__ADS_2