
"Bangun lo gak sholat" bentak ara kesal dan kembali menggoyangkan tubuh barqi. Barqi langsung bangkit dari tidurnya dab segera beranjak duduk menatap sekeliling dengan mata yang sedikit terkantuk.
"Udah jam brapa?" tanya barqi.
"Jam 05:00 udah cepetan sana pergi sholat" perintah ara lagi dan barqi pun langsung beranjak dari sofa itu menuju mushola yang ada di dalam kawasan panti untuk melaksanakan sholat.
Ara terlihat masih duduk di ruang tamu di anti itu dan kebetulan di sana ada televisi diapun menonton televisi itu. Di saat dia sedang asik menonton barqi sudah kembali dari melaksanakan sholat nya dia menghampiri ara yang sedang duduk di kursi sofa itu.
"Lo kenapa tidur disini?" tanya ara kepada barqi.
"Gw takut lo kenapa napa nanti kalo gw gak kunci panti....kalo gw kunci gimana gw mau narok kuncinya?" tanya barqi karna memang panti asuhan itu tanpa scurity karna ara memang belum bisa mencarikannya begitu almarhum Dewa.
"Trus ibu lo gimana? siapa yang jagain?" tanya Ara.
"Ada reza yang gw suruh buat jagain ibu" jawab Barqi santay.
Di sela sela percakapan mereka suara ponsel Ara yang terletak di atas meja pun berbunyi dan itu membuat ara harus mengangkat dan mengambil ponsel itu.
"Sheyla?" ucap ara dan segera mengangkat telpon dari kakaknya itu pasti sheyla menghawatirkannya itu yang di pikirkan oleh ara.
"Kenapa?" tanya ara santay.
"Lo beneran di panti?" tanya sheyla.
"Diaman dia tau gw dipanti?" guman ara sedikit bingung.
"Iya....lo tau dari mana gw di anti?" tanya ara keada sheyla.
"Fikri bilang sama gw kata kak aldi lo di anti di anterin dia" jawab sheyla.
"Lo gapain telpon gw?" tanya ara tanpa menjawab dan merespon percakapan sheyla.
__ADS_1
"Gw mau mastiin kalo lo baik baik aja" jawab sheyla.
"Cuma itu?" tanya ara.
"Iya...nanti insya allah gw kesana sama fikri mungkin" ucap sheyla.
"Gak usah...gak perlu lo kesini ntar lo di marahin bokap kalo kesini" tegah ara.
"Kenapa emang kalo papi marah? dia kan marahin gw bukan lo" bentak sheyla dari seberang telpon dan hampir membuat gendang telinga ara pecah.
"Srah lo aja" jawab ara santai dan langsung mematikan ponsel miliknya.
"Huh" ara mendengus pasrah karna dia memang kehabisan uang dan tidak ada endors yang menawarkannya untuk mempromosikan apapun karna memang ara seorang selebgram yang memiliki pengikut hingga 45,2jt dan itu satu satunya penghasilannya yang terbilang cukup banyak. karna sekali posting bisa sampai ratusan juta rupiah bahkan ada yang sampai milyaran rupiah.
"Kenapa ra?" tanya barqi yang mendengar dengusan prustasi ara.
"Gapapa" jawab ara sambil menyenderkan tubuhnya ke kursi di ruang tamu itu.
Suara ponsel ara kembali berbunyi dan itu membuat ara langsung melihat ke arah layar ponselnya itu.
"Andita?" ucapnya dan langsung mengangkat telpon dari sahabatnya itu.
"Ra lo dimana? kita dirumah lo tapi nyokap lo bilang lo gak ada di rumah......Lo udah dk sekolah? lo sekolah kan hari ini?" tanya Andita dengan sedikit kepanikan.
"Gw udah gak tinggal di rumah mami sama papi....gw gak sekolah hari ini" jawab ara santai. barqi yang mendengar pernyataan sedikit kaget akan apa yang ia dengan baru saja.
"Kenapa gak tinggal di rumah lo lagi? kenapa gak sekolah?" tanya Erina karna dia menspiker telpon dari ara. ara tidak menjawab lagi pertanyaan dari sahabatnya itu dia lebih memilih mengakhiri telpon itu dan beranjak ingin ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dia tidak lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi.
Setealh selesai mandi dan mengenakan pakaian yang sempat ia bawa ke kamar mandi dia langsung keluar dan berniat ingin sarapan tapi tidak ada makanan di bawah tudung saji yang ada di dapur panti itu. Dia langsung ke ruang tamu karna dia tidak mendapatkan makanan di ruang makan dia memakai bedak sedikit dan memoleskan lipstik yang berwarna oren tua di bibirnya tidak terlalu banyak dan setelah itu dia memakaikan sneakers putih polos miliknya.
Setelah selesai menggunakan sneakers tadi dia mengambil tas dan meletakkan ponsel dan dompet miliknya ke dalam tas itu dan beranjak keluar. Barqi yang baru saja ingin pergi menemui ibunya untuk di ajak tinggal di pantipun langsung memanggil ara. "Ra lo mau kemana?" tanya barqi yang membuat ara langsung menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Gw mau kerumah sakit....mau periksa tangan gw kapan sembuhnya" jelas ara langsung.
"Mau gw temenin?" tanya barqi.
"Gak usah gw bisa sendiri....lo jagain panti" ucap ara dan langsung berlalu tanpa pamit kepada Barqi. ara tadi sudah pamit kepada ibu saat dia berpapasan dengan ibu panti di depan kamar yang di hususkan untuk ibu panti itu.
Ara lebih memilih berjalan kaki dari pada harus menaiki angkutan umum ataupun ojek karna mungkin dia sudah lama tidak berjalan kaki. Ara menikmati perjalanannya dengan bahagia dan kadang dia juga bernyanyi nyanyi di dalam perjalanannya hingga tidak terasa jika dia sudah sampai di rumah sakit yang dia inap beberapa hari lalu.
Ara menelusuri lorong rumah sakit itu dan dia berniat ingin memanggil dokter yang menanganinya dan dokter itu adalah dokter aldi.
"Maap cari siapa nona?" tanya suster pribadi dokter aldi saat ara ingin masuk ke dalam ruangan dokter aldi karna sebelumnya memang mereka sudah membuat janji.
"Saya cari dokter aldi sus....saya mau periksa tangan saya ini....kapan bisa sembuh sepenuhnya" jelas ara dengan senyumnya tapi suster itu menatapnya dengan tatapan tak suka karna dulu dia pernah melihat aldi dan ara duduk bersama di taman dan itu hanya berdua dan suster itu adalah suter aila yang sangat menyukai dokter aldi.
"Dokter aldi sedang istirahat dan dia tidak bisa di ganggu oleh siapapun" ucap aila.
"Tapi saya sudah buat janji dengan dokter aldi hari untuk memeriksa tangan saya" jelas ara lagi. aila tidak mau mengalah di terus mencoba melarang ara untuk masuk dan menemui aldi dan dia juga di larang untuk menunggu aldi.
Aldi yang mendengar sedikit keributan di depan ruangannya langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu ruangannya dan membuka pintu itu.
"Ada apa?" tanya aldi yang membuat aila langsung menoleh ke arahnya.
"Ini dok ada orang yang ingin bertemu dengan dokter" ucap aila sambil mengalihkan pandangannya kepada ara begitupun dengan aldi. tapi tidak dengan ara yang tidak memperdulikan mereka berdua.
"Ara" panggil aldi yang membuat ara lihat ke arahnya.
"Dokter" sapa ara balik.
"Kamu ngapain disini?" tanya aldi lembut tanpa memperdulikan aila yang masih ada di dekatnya.
"Kan kita udah bikin janji kalo hari ini jadwal pengecekan tangan saya" jelas ara.
__ADS_1
"Oiya saya lupa...silahkan ikut saya masuk ke dalam" ucap aldi sambil mempersilahkan ara masuk. Ailapun tidak mau tinggal dia juga ikut masuk bersama ara dan aldi ke ruangan aldi karna di dalam sana sudah ada ruangan husus untuk pasien yang bermasalah dengan tulang.