
Dritttt...
Suara ponsel Ara berbunyi diapun langsung mengangkat telpon itu tanpa melihat nama siapa yang menelpon.
"Halo" ucap Ara saat telpon itu sudah terangkat.
"Udah pulang?" tanya Sheyla. Sheyla yang menelpon Ara karna dia lah yang meminta Ara untuk pulang ke indonesia.
"Kenapa emang kalo gue udah pulang?" tanya Ara datar.
"Aku nungguin kamu di rumah" jawab Sheyla karna memang dia menunggu Ara.
"Besok isya allah gue kesana" ucap Ara dan langsung mematikan telpon itu.
"Huh" Ara mendengus kasar dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur almarhum orang tuanya itu sampai akhirnya diapun tertidur dengan baju dan sepatu tadi yang ia kenakan.
"Gimana?" tanya Windi saat Sheyla sudah melepaskan ponsel dari telinganya.
"Dia bilang besok dia mau kesini" jawab Sheyla.
"Kenapa gak malam ini?" tanya Windi.
"Gak tau" jawab Sheyla.
Keesokan paginya Ara terbangun waktu subuh dia melaksanakan kewajibannya dan telah itu membersihkan tubuhnya karna tubuhnya terasa lengket.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Ara tak langsung mengenakan pakaiannya dia membawa barang barangnya ke atas kamar yang biasa ia tempati jika sedang di rumah itu dengan menggunakan baju handuk yang melekat di tubuhnya.
Ara meletakkan kopernya di dekat lemari pakaiannya karna memang dia sedari dulu tidak pernah masuk ke ruang ganti yang ada di dalam kamar itu dan ruang ganti itu juga di kunci.
Ara membukakan jendela kamarnya lebar lebar dan menghirup udara pagi hari yng segar sambil memejamkan matanya. "Kenapa Sheyla suruh gue pulang ya?" tanya Ara kepada diri sendiri dan langsung mendekati lemari dan juga kopernya itu dan langsung menyusun semua pakaiannya.
Ara merapikan pakaiannya yang hanya sedikit ia bawa pulang ke indonesia di dalm lemari dengan sangat rapi sambil menyanyi dan kadang dia juga berteriak saat reff nyanyian yang ia nyanyikan itu.
Setelah selesai merapikan pakaiannya Ara langsung menggantikan baju mandinya tadi dengan baju over size dan rok mininya yang berwarna hitam.
Setelah selesai Ara kembali menutup jendela kamarnya itu dan langsung keluar untuk menuju ke kediaman Wijaya karna dia ingin menemui dan memberikan hadiah untuk keponakan barunya.
Ara berjalan kaki menuju ke kediaman orang tuanya itu dengan wajah yang nampak bahagia. di perjalanan dia meloncat loncat seperti anak kecil dan menyanyi nyanyi.
*****
"Nathan kamu udah siap?" teriak Nita dari lantai dua karna mereka ingin pergi ke rumah Ara untuk melamar Ara untuk Nathan dan Nathan tidak mengetahui itu.
"Nathan udah siap" jawab Nathan malas.
"Yaudah ayo" ajak Andre. Mereka pun langsung keluar dari rumah itu dan langsung masuk ke dalam mobil dan Vino tidak ikut karna dia ada urusan.
"Bunda ayah emangnya kita mau kemana?" tanya Nathan karna memang dia tidak mengetahui apa apa.
"Kamu mau bunda kenalin sama anak temen bunda" jawab Nita santai.
__ADS_1
"Maksud bunda?" tanya Nathan kembali bingung.
"Kamu bunda suruh cari istri gak becus makanya biar bunda aja yang cari buat kamu" jawab Nita. Mata Nathan membulat sempurna saat mendengar jawaban dari ibunya itu yang mengatakan bahwa dia akan di jodohkan.
"Nathan gak mau bun" jawab Nathan.
"Kamu harus mau" ucap Nita.
"Bunda ini udah gak jaman di jodoh jodohin" ucap Nathan.
"Emang kamu bisa cari istri sendiri?" tanya Nita. Nathan langsung terdiam akan pertanyaan ibunya itu.
****
"Assalamualaikum" ucap Ara dan langsung masuk dan dia juga sudah bertemu dengan mang Mamat saat di gerbang.
"Udah pulang kamu sayang? mami kangen banget sama kamu" ucap Windi yang hendak memeluk tubuh Ara, Ara langsung mengelak dan menjauh.
"Sheyla mana?" tanya Ara.
"Kenapa pakai baju itu?" tanya Sheyla menatap lekat Ara.
"Kenapa emang? emang ada acara apaan?" tanya Ara.
"Ganti baju dulu nanti ada yng mau dateng" jawab Sheyla yang belum mau mengatakan yang sebenarnya karna jika dia mengatakan yang sebenarnya pasti Ara tidak mau mengganti bajunya.
"Anak lo mana?" tanya Ara. yang tidak melihat anak Sheyla.
"Ngapain? bawa kesini" tanya Ara.
"Dia lagi siap siap makanya kamu ganti dulu baju kamu....pakai baju yang paling bagus" ucap Sheyla. Ara terpaksa mengiyakannya dan naik ke dalam kamarnya dan menggantikan bajunya.
Setelah selesai mengganti baju dan sedikit berdandan dia langsung turun. "Mana anak lo?" tanya Ara yang sudah turun.
"Ini" jawab Sheyla memberikan anaknya kepada Ara.
"Hallo ponakan bibi" ucap Ara sambil menggendong anak Sheyla itu.
"Siapa namanya?" tanya Ara.
"Fera putri" jawab Sheyla.
"Fera apa kabar? maafin bibi baru bisa jenguk Fera sekarang" ucap Ara dan langsung membawa Fera pergi ke luar rumah.
Saat ingin membuka pintu rumah. pintu itu sudah di buka dari depan. "Bunda?" panggil Ara bingung menatap Nita dan Andre yang membawakan seserahan.
"Hey" sapa balik Nita yang menbuat Nathan tadinya murung langsung mengangkat kepalanya untuk melihat siapa wanita yang akan di jodohkan dengannya.
"Ara?" guman Nathan bingung karna memang dia tidak tau rumah Ara.
"Bunda ngapain kesini?" tanya Ara bingung.
__ADS_1
"Mau ketemu sama papi mami kamu sayang" jawab Nita sambil mengusap lembut rambut Ara.
"Mami sama papi ada di dalam" ucap Ara sambil meminggirkan sedikit tubuhnya.
"Hey udah dateng" ucap Windi dan langsung melakukan seperti biasa saat mereka bertemu.
"Iya" jawab Nita.
"Ara duduk di depan" ucap Ara datar dan langsung meninggalkan semua orang.
"Bunda Nathan nyusul Ara" ucap Nathan dan langsung menyusul Ara yang duduk di kursi yang ada di depan pekarangan rumah itu.
"Kamu kok nyenyak banget sih tidurnya?" tanya Ara sambil mencium wajah Fera.
"Kamu ngapain disini?" tanya Nathan yang langsung duduk di samping Ara.
"Ini rumah mami sama papi" jawab Ara. Nathan kaget mendengar itu.
"Apa bunda mau jodohin gue sama Ara?" guman Nathan.
"Ini anak siapa?" tanya Nathan.
"Sheyla" jawab Ara datar.
"Lo ngapain kesini?" tanya Ara.
"Bunda yang ajak aku kesini" jawab Nathan.
"Ara masuk ajak Nathan juga" teriak Windi.
"Ngapain masuk gak ada guna juga" jawab Ara menggerutu kesal.
"Ayo kita masuk ntar mami kamu marah" ajak Nathan. Ara terpaksa mengiyakannya dan mendahului Nathan.
Setelah masuk Nathan dan Ara langsung duduk di kursi yang kosong berdua karna memang itu semua rencana Nita yang menyuruh mengosongkan kursi untuk dua orang itu.
"Kenapa suruh Ara masuk?" tanya Ara datar.
"Coba bicara yang sopan" jawab Teo datar.
"Mami kenapa mami nyuruh Ara masuk?" tanya Ara melembut.
"Mami mau nagih janji kamu" jawab Windi.
"Janji apa?" tanya Ara bingung karna memang dia tidak ingat janji apa.
"Kamu kan udah bilang kalo selama empat tahun kamu belum menemukan jodoh kamu maka kamu akan siap mami jodohin dengan anak temen mami" jelas Windi. Ara mengingat ingat perkataan Windi itu.
"Sama siapa?" tanya Ara.
"Nathan" jawab Windi santai.
__ADS_1
"Apa?" teriak Ara sngat kencang sambil membulatkan sempurna matanya itu biarpun tidak terlalu besar matanya itu.