Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Yah dimatiin


__ADS_3

Setelah selesai meletakkan makanan milik Erina dan juga Andita bu iis pamit pergi karna masih banyak pekerjaan lain. Andita dan Erina pun mengangguk mengiyakan. Setelah bu iis pergi mereka berdua menyantapi makanan yang mereka pesan tadi.


"Er" panggil Andita di sela sela makan mereka.


"Hmmm" jawab Erina dengan mulut masih mengunyah makanan miliknya.


"Siapa yang jagain ara ya?" tanya Andita. Erina menatap ke arahnya.


"Oiya ya Dit...kan kemaren bi nur juga pulang bareng Arfel" ucap Erina yang baru menyadari.


"Kita telpon aja kali ya" ucap Andita dan Erina hanya mengangguk.


"Video call aja.....nanti dia bilang ada yang jagain dia sama kita padahal gak....kalo video call kan bisa kita liat" jelas Erina, Andita pun hanya mengangguk mengiyakan dan langsung memanggil ara melalui WA untuk vc.


menghubungkan.......


Drittt......dritttt.....


Ponsel ara berbunyi yang menandakan bahwa ada yang menelponya. "Siapa sih" ucap ara karna dia masih mengawasi nathan makan. nathan memakan makanan yang di buat oleh Sheyla dengan sangat lahap.


Ara mengambil ponselnya yang sedang mengisikan daya itu dan melihat siapa yang menghubunginya dan terlihat ada panggilan vidio dari Andita.


"Andita grande" nama yang tertera di ponsel ara karna nomor Andita di ponsel ara dia namai sendiri.


"Ngapain lagi ngajakin vc" ucap ara dan langsung mengangkat panggilan dari elin.


"Kenapa?" ketus ara saat melihat Erina dan juga Andita di layar ponselnya itu.


"Lo gak sendirian kan di rumah sakit tadi malem? ada kan yang nemenin lo? siapa yang nemenin lo?" tanya Andita langsung kepada ara tanpa basa basi.


"Lo kau ngewawancarain gw? lo reporter?" tanya ara kembali kepada Andita karna pertanyaan yang di lontarkan Andita seperti wartawan mencari informasi.


"Udah cepetan jawab......gak usah balik nanya" ketus Andita.


"Dih udah nanya marah marah lagi" ucap ara nathan yang mendengar ara sedikit marah marah langsung menatap ke arah ara karna dia juga sudah selesai memakan makanan yang di bawa oleh sheyla.


Andita mendengus kasar di balik sana. "huh....ara sayang tolong jawab pertanyaannya ya sayang" ucap Andita dengan nada lembut sedangkan amel hanya melihat ke layar ponsel milik Andita.


"Nah gitu dong....gw gak sendiri" ucap ara.


"Siapa yang nemenin lo? coba tunjukin" perintah Erina dan ara langsung mengalihkan kamera depan ke kamera belakang.

__ADS_1


"Tuh" ucap ara. Andita dan Erina meneliti dan menatap lekat ke arah orang yang menemani ara karna wajahnya tidak terlalu jelas.


"Siapa tuh?" tanya Andita.


"Nathan" ucap ara dan kembali mengalihkan kamera tersebut ke hadapannya.


"Nathan siapa?" tanya Andita karna dia tidak terlalu mengenal nathan.


"Nathan sepupunya kak dewa" ucap ara dengan nada tinggi nathan pun melihat ke arahnya dengan tatapan bingung.


"Kenaa sebut sebut nama gw?" tanya nathan bingung.


"Ini si Andita gak tau sama lo" ucap ara.


"Mana?" tanya nathan dan menghampiri ara.


"Nih" tunjuk ara kepada nathan. Erina dan Andita lega karna ada orang yang menjaga ara.


"Makasih kak udah nemenin temen kita" ucap Erina sambil melebarkan senyumannya.


"Hmmm" ucap nathan datar.


"Lo tau dari mana kita di kantin?" tanya Andita bingung.


"Tuh keliatan dagangan bu iis di belakang kalian" bentak ara sambil menunjuk menggunakan bibirnya. Erina dan juga Andita melihat ke belakang dan benar saja jika dagangan bu iis terlihat olehnya.


"Hehe" Andita dan Erina menyengir kuda kepada ara.


"Kenapa ketawa hah.......kalian bolos?" bentak ara.


"Kita males belajar matematika ra......tambah lagi kan ada tugas minggu kemaren yang di kasih sama bu risma kan kita belum ngerjainnya makanya kita ke kantin aja" jelas Andita.


"Kalian tu yah gak bisa di bilangin kan gw udah bilang jangan bolos lagi...... insap dit Er astaga" ucap ara. nathan hanya memperhatikan mereka dari samping.


"Makanya lo juga sekolah" bentak Andita.


"Yaudah gw berangkat sekarang" ucap ara dan hendak mematikan ponselnya.


"Jangan di matiin kita tadi becanda ga usah baper" ucap amel menegah ara untuk mematikan panggilan dari mereka karna Erina dan juga Andita tau jika ara sudah mengatakan iya ataupun berjanji pasti dia akan menepatinya.


"Makanya masuk kelas.....udah bego bolos lagi" bentak ara kepada Andita dan dan juga Erina. nathan yang mendengar ara berbicara seperti itu langsung kaget dan sedikit tidak percaya.

__ADS_1


"Blak blakkan banget dia ngomong.....sadis" guman nathan sambil menatap ngeri ke arah ara. tapi kedua sahabatnya tersebut tidak terlalu memasukkan ke hati ucapan ara karna ara memang berbicara seperti itu dia orangnya blakblakkan dan langsung ke intinya walaupun itu menyakitkan untuk di dengar.


"Bentar lagi juga istirahat.....males ke kelas" bantah Erina.


"Matiin aja teleponya naik darah gw kalo nasehatin kalian" ucap ara dan langsung mematikan telponya.


"Yah di matiin" ucap Andita kesal karna ara mematikan telpon itu sebelah pihak.


"Tuh orang ya kalo ngomong gak mikir" ucap Andita kesal.


"Kita juga tau sipatnya ara gimana.....udah jangan di masukin hati" ucap Erina dan Andita langsung mengiyakan.


"Udah istirahat nih kayak nya Er" ucap Andita karna dia melihat sudah banyak orang menuju kantin itu.


"Yaudah ayo pergi aja" ajak Erina dan Andita langsung mengiyakan. mereka berdua pun meninggalkan kantin itu dan hendak menuju ke kelas. di perjalanan ke kanti Andita dan juga Erina berpasan dengan arfel.


"Dit, Er" panggil arfel yang membuat langkah kaki Andita dan Erina terhenti dan menatap kearah arfel.


"Kenapa?" tanya Andita datar.


"Ara gak sekolah?" tanya arfel sedikit konyol.


"Lo bego fel....kan ara baru aja kena musibah mana mungkin langsung sekolah" bentak Andita.


"Ya kan gw gak tau.......gw pikir ara udah masuk sekolah" ucap arfel tapi Andita tidak menjawab begitupun dengan amel.


"Kalian gak ke kantin?" tanya arfel kepada Andita dan juga Erina.


"Baru aja keluar dari kanti" jawab Erina.


"Ooh yaudah kita ke kantin dulu" pamit arfel dan langsung beranjak pergi dari sana dan menyusul kedua temannya yang sudah duluan ke kantin.


******


"Iiiihhh.....suka banget mancing emosi orang" ucap ara kesal. nathan yang mengetahui kekesalan ara berasal dari apa sengaja menanyakan lagi seperti orang tidak mengetahui apa apa.


"lo kenapa?" tanya nathan. ara yang terlihat kesal langsung menatap ke arahnya.


"Itu si Andita sama si Erina bolos gak masuk kelas" ucap ara kesal.


"Trus hubungannya sama lo apa?" tanya nathan.

__ADS_1


__ADS_2