
Keesokan pagi nya.
Yuna dan Okta bersiap siap untuk pergi ke sekolah begitupun dengan Nathan yang juga bersiap ingin ke kantor. sedangkan Ara menunggu anak dan ayah itu siap karna mereka malah bermain di saat Nathan menyisir rambut mereka. "Berapa jam lagi kalian selesai hem?" tanya Ara dengan menatap lekat anak anak nya dan juga suami nya.
"Bantar lagi ibu" jawab Yuna, Okta dan Nathan secara bersamaan.
"Kalian udah mulai kompak ya" ucap Ara dan berjalan mendekat suami dan anak anak nya.
"Iya ibu" jawab mereka lagi secara bersamaan. Ara tidak menjawabnya dan menarik dasi yang masih belum terpasang di leher sang suami dan memasang nya.
"Untung aja dia perhatian, Kalo enggak udah gue maki" guman Nathan yang ingin marah kepada sang istri tapi sang istri malah berprilaku baik kepada nya.
"Kenapa ngeliatin aku gitu?" tanya Ara dengan melototkan mata nya kepada sang suami, Nathan tidak menjawab nya dan mengalihkan pandang nya kembali menyisir rambut Yuna sedangkan Okta dia sudah siap.
"Siap siap sama diri kamu sendiri aja, Biar aku yang mengurus Yuna dan Okta" ucap Ara dan mengambil alih sisir di tangan sang suami, Nathan masih belum menjawab dan memgambil sepatu milik nya dan setelah itu mengenakan nya sedangkan Ara sekarang sedang menyisir rambut anak nya itu.
"udah" ucap Ara yang sudah selesai mengurus anak nya.
"Aku juga udah" ucap Nathan pula karna dia juga sudah selesai bersiap siap.
"Yaudah ayo" ajak Ara dan menurunkan kedua anak nya itu secara bergantian dari atas ranjang itu. Anak anak mereka berjalan terlebih dahulu dan setelah itu baru mereka yang berjalan. Sesampai di bawah.
"Nek kami pamit" ucap Yuna dan menyalami nek Saidah begitupun dengan Okta yang mengikuti nya dari belakang.
"Om kami pamit ya" ucap Yuna dengan wajah centil nya kepada Roky.
"Anak ini" ucap Roky saat melihat wajah centil keponakan nya itu.
Yuna tertawa akan ucapan Roky itu. "Da om, Da nek" ucap Yuna dan Okta secara bersamaan dengan melambaikan tangan mereka kepada Roky dan juga nek Saidah. Roky dan nek Saidah hanya membalas lambaian tangan dengan senyum yang mengembang dan setelah itu mereka pun berlalu dari sana.
Ara dan Nathan masuk ke dalam mobil begitupun dengan Yuna dan Okta, Setelah semua nya masuk Nathan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah anak anak nya. Ara merasakan jika hidung nya itu gatal dan setelah itu dia mengusap usap hidung nya itu tapi rasa gatal itu tidak hilang dan dia pun langsung memasukkan tangan nya ke dalam lobang hidung nya itu dan untung nya hidung nya itu selalu bersih. Nathan menoleh ke arah sang istri dan melihat sang istri tengah mengupil.
"Iih, Kamu lagi ngapain?" tanya Nathan yang sedikit jijik saat melihat istri nya itu mengupil, Ara menurunkan tangan nya dan menoleh ke arah Nathan.
"Hidung aku gatal makanya aku ngelakuin ini, Kenapa kamu mau?" tanya Ara dengan menatap lekat wajah sang istri dengan senyum yang mengembang.
"Jorok kamu" ucap Nathan dengan menatap jijik akan sang suami. Ara menoleh dengan tatapan kesal nya kepada sang suami.
"Kamu pikir kamu gak pernah ngupil? sok soan bilang ih jorok kamu" ucap Ara dengan menirukan cara bicara sang suami dengan bibir yang maju.
"Aku emang gak pernah ngupil" jawab Nathan akan ucapan sang istri.
__ADS_1
"Apa nya yang gak pernah? aku punya bukti" jawab Ara dan mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya.
"Mana?" tanya Nathan dengan wajah menantang menatap sang istri.
"Ini" jawab Ara dan menunjukkan poto nya yang sedang mengupil dan itu ada di layar ponsel sang istri yang di buatnya menjadi lookscreen.
"Masih mau mengelak kamu hah?" ucap Ara dengan melototkan mata nya menatap sang suami. Nathan belum menjawab nya dan masih mengingat ingat kapan itu terjadi hingga dia ingat jika itu waktu dia sedang bekerja dan hidung nya tiba tiba gatal.
"Itu hidung aku gatal waktu itu" jawab Nathan saat sudah ingat.
"Hidung aku ini juga gatal sayang" ucap Ara lagi.
"Udahlah, Kita udah sampai" ucap Nathan yang malas berdebat lagi dengan istri nya itu dan untung nya mereka sudah sampai di tempat tujuan. Yuna dan Okta turun terlebih dahulu tapi tidak dengan Ara yang masih berdiam dan menatap lekat sang suami.
"Kamu mau ikut aku kerja?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah istri nya itu. Ara belum menjawab dan langsung mendekatkan tubuh nya ke dekat Nathan dan langsung mencium wajah sang suami.
"Aku nungguin Yuna sama Okta aja" ucap Ara saat sudah selesai mencium wajah suami nya itu dengan wajah sedikit malu. Ara ingin beranjak berlalu tapi dengan segera Nathan menarik tangan nya dan langsung mencium bibir istri nya itu.
"Hubungin aku kalo ada yang berani macam macam sama kamu" ucap Nathan dan langsung mencium pucuk kepala istri nya itu. Ara tersenyum menatap suami nya itu dan mengangguk mengiyakan nya, Nathan pun melepaskan tangan sang istri dan Ara pun langsung keluar dari mobil dan menyusul anak anak nya.
Sesampai nya Ara di dekat kelas dia melihat banyak yang mendekati Yuna. "Shht pasti ibu ibu nya yang nyuruh anak anak nya berteman sama Yuna waktu tau siapa ayah Yuna" guman Ara yang kesal akan orang yang memandang materi dan fisik berteman dengan anak nya itu. Ara berjalan mendekat ke arah anak anak nya itu.
"Hey masuk ke dalam, Nanti guru kalian marah kalo kalian masih di sini" ucap Ara kepada Yuna dan Okta, Yuna dan Okta mengangguk mengiyakan nya dan langsung berlalu masuk ke dalam kelas dan memulai kegiatan belajar mereka.
"Beneran?" tanya ibu ibu lain.
"Iya, Lihat ini" jawab ibu tadi lagi dan langsung menunjukkan instagram Ara kepada teman teman nya dan benar saja Ara memang selebgram yang terkenal.
"Outfit nya sangat sederhana dan anggun tapi harga nya..." ucap ibu yang tadi saat melihat baju baju yang di kenakan oleh Ara dan melihat harga nya yang tidak ada di bawah lima juta.
Ara tidak memperdulikan itu dan dia hanya pokus menunggu anak anak nya itu hingga selesai belajar dan bermain. Setelah selesai Yuna dan Okta langsung mendekat ke arah ibu nya dan Ara pun mengajak mereka untuk menunggu di parkir menunggu Nathan. "Hey" sapa Nathan yang mengagetkan Ara tapi tidak dengan kedua anak nya yang melihat Nathan.
"Kamu ini kebiasaan banget sih ngagetin gitu" ketus Ara yang sedikit kesal akan suami nya yang selalu saja mengagetkan nya.
"Maaf, Ayo kita pulang" ajak Nathan, Yuna dan Okta mengangguk mengiyakan nya dan mereka pun berjalan menuju ke mobil dan masuk ke dalam mobil.
"Bahagia sekali keluarga mereka" guman Destina yang mengikuti Ara dan Nathan ke bandung dan dia juga sudah sadar akan apa yang dia lakukan dan ikut bahagia melihat Ara dan Nathan bahagia. Ara dan Nathan masuk ke dalam mobil dan Nathan pun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang kembali ke rumah.
Sesampai di rumah Okta yang baru beberapa jam berada di sana langsung keluar dan berlari ke tepi danau hijau yang ada pohon besar dan itu di dekat rumah nek Destina. Yuna mengikuti Okta dari belakang dan iku berlari begitupun dengan Ara dan Nathan yang juga mengikuti kedua anak mereka itu. "Hey kalian mau ke mana? kalian baru aja pulang dari sekolah" teriak Ara saat melihat anak nya itu sepulang sekolah dan langsung menuju ke dekat danau.
"Ibu kami mau bermain, Ayo ikut kita main sama sama" ajak Yuna kepada Ara dan menarik tangan Ara sedangkan Okta menarik tangan Nathan. Mereka bermain berlari tertawa dan bergurau bersama sama hingga Ara sedikit kelelahan tapi tidak dengan Nathan yang masih kuat untuk bermain.
__ADS_1
"Ibu ayo" ajak Okta kepada Ara yang berhenti.
"Ibu capek, Ibu mau istirahat dulu" jawab Ara dan mendudukkan tubuh nya di atas banyak nya rumput di bawah pohon besar.
"Sayang fotoin kami" ucap Nathan dan menyodorkan ponsel nya kepada sang suami. Ara menerima nya dan memposisikan ponsel untuk memotret suami dan anak anak nya itu.
"Sini sayang" ajak Nathan kepada Okta.
"Gak mau yah" jawab Okta yang tidak mau berpoto, Nathan tidak menjawab nya dan langsung menggendong anak nya itu.
"Ayah gak mau" ucap Okta yang meminta ronta ingin lepas dari Nathan.
Ara langsung memotret meskipun Nathan sedang melepaskan Okta. Nathan kembali mengejar Okta dan Yuna juga ikut berlari dan Nathan juga ikut mengejar anak nya itu. Ara tersenyum melihat anak dan suami nya itu terlihat akrab.
"Aku ngerasa kalo aku wanita paling beruntung di dunia ini, ngedapetin dia dan milikin dua anak yang bener bener aku sayang, Aku gak pernah nyangka kalo aku bakal nikah dan ngebangun rumah tangga sama dia, Orang yang gak pernah aku mimpiin dan nyangka kalo dia bakal jadi suami aku, Tapi sekarang dia udah jadi bagian penting dalam hidup aku, Aku cinta banget sama dan juga aku gak mau kehilangan dia, Lelaki unik yang kalo sama sama orang jadi datar dan kalo sama aku jadi manja itulah dia Jonathan lelaki yang sangat tegar tapi menangis saat meminta maaf dengan aku, Dasar bodoh, Tapi bodoh kamu itu ngebuat aku jatuh cinta sama kamu, Lelaki yang pernah marah waktu aku meminum minuman nya, Lelaki yang ngejagain aku di rumah sakit sampe aku sembuh, Lelaki yang gam pernah ngeremehin wanita dan selalu ngehargain wanita, Lelaki yang punya hati lembut tapi wajah sangar, yes that is my boyfriend, Suami ku, Aku mencintai nya" guman Ara dengan senyum yang mengembang melihat anak anak nya dna juga sang suami bermain.
"Ayo ikut sini main bareng sayang" ajak Nathan dengan menarik tangan Ara, Ara tidak menolak dan ikut bermain bersama mereka.
Bersambung
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
__ADS_1
.
The perfect husband lanjutan nya ya reader tercinta.