Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kamu mau jamin gimana


__ADS_3

"Makasih bu" ucap ara dan mengambil uang kembalian itu dan memasukkan kembali ke dalam kantong celananya. Sang pemilik warung langsung masuk dan ara ingin mengambil belanjaan yang ada di depan nathan.


"Biar aku aja yang bawa" ucap nathan dan mengambil belanjaan itu.


"Bukannya lo kerja? gw bisa bawa kok.....lagian tangan gw kan udah sembuh" jawab ara sambil menunjukkan tangannya.


Nathan baru sadar jika tangan ara tidak di perban lagi. "Kapan mamu lepas perban tangan? udah sembuh beneran?" tanya nathan dengan menaikkan kedua alisnya.


"Udah ini" ucap ara sambil menggoyang goyang tangannya.


"Kak" panggil roni.


"Hmm" jawab ara ambil melihat ke arahnya.


"Roni bisa pulang?" ucap roni sambil melihat ke arah kantong kresek yang di pegang oleh nathan.


"Oiya kakak lupa biar kakak antar kamu" ucap ara sambil melebarkan senyumnya.


"Siniin lo berangkat kerja aja" perintah ara.


"Aku tadi udah minta ijin sama atasan aku tadi" jelas nathan yang tidak ingin memberikan kantong kresek yang ada di tangannya.


"Ntar lo di pecat lagi....udah gapapa biar gw aja" ucap ara sedikit kesal.


"Kak" panggil roni yang menghentikan perdebatan mereka berdua.


"Iya sayang?" jawab ara lembut sambil melihat ke arah roni.


"Adik aku..." ucap roni sedikit takut dan terpotong oleh ara.


"Yaudah ayo kita ke rumah kamu....kamu tunjukin ya...ayo" ajak ara kepada roni dan juga nathan. Ara membiarkan nathan membawa belanjaan itu dan dia memilih untuk menggandeng tangan roni.


Roni mengajak ara masuk ke dalam gang sangan sempit dan juga kumuh ara hanya menatap ke sekitar jalan yang ia lewati begitupun dengan nathan.


"Kamu tinggal disini?" tanya ara melihat rumah gubuk kecil dan tidak layak untuk di tempati.


"Iya kak...ayo kak masuk" ajak roni keada ara dan juga nathan.

__ADS_1


Ara masuk ke dalam rumah gubuk itu dengan melepaskan sepatunya karna dia melihat roni tadi juga melepaskan sendalnya begitupun dengan nathan yang juga melepaskan sepatu pentopelnya.


Ara iba melihat keadaan rumah itu tidak ada barang barang mewah di dalam rumah itu. alas tidur mereka hanya kardus dan rumah itu lantainya hanya tanah yang di lapisi oleh kardus kardus bekas. Ara dan nathan menatap ke arah adik roni yang sedang tertidur nyenyak arapun tersenyum melihat itu. Anak kecil yang sangan cantik sedang tertidur di hadapannya.


Ara langsung duduk di dekat rini dia menatap wajah cantik itu sambil mencubit lembut pipi cuby rini. Nathan juga ikut duduk dia meletakkan belanjaannya tadi di samping nya. "Kamu tinggal sama kakak aja ya?" tanya ara tiba tiba yang membuat nathan dan juga roni kaget. Roni belum menjawab ara yang tadinya menatap ke arah rini langsung menatap ke arah roni karna dia tidak mendapat jawaban.


"Tenang aja...di sana juga banyak anak anak sebesar kamu kok" ucap ara sambil melebarkan senyumnya.


"Panti kak?" tanya roni yang mengetahui jika banyak anak kecil asti itu panti asuhan.


"Iya....kakak juga tinggal di sana" jawab ara.


"Roni gak mau kak" jawab roni sedih.


"Kenapa?" tanya ara bingung.


"Kata orang kalo nanti ada yang mengadopsi salah satu dari kita nanti kita kepisah.....roni gak mau di pisahin sama rini" jelas roni.


"Kamu gak bakal pisah sama rini....kakak yang jamin" ucap ara yang mencoba membujuk roni.


"Itukan panti punya bokap" jawab ara karna baginya memang panti itu punya orang tuanya karna uang untuk membangun panti itu adalah uang orang tuanya dan dewa. nathan tidak menjawab.


"Kamu mau ya?" tanya ara lagi. Roni yang tadi mendengar jawaban ara langsung mengangguk mengiyakan.


"Yaudah kamu siapin baju kamu sama baju rini.... gendongan rini mana?" tanya ara yang ingin menggendong bayi cantik yang ada di depannya itu.


"Itu kak" jawab roni sambil menunjuk ke arah gendongan milik rini yang pernah di berikan oleh tetangganya.


Ara mengambil gendongan itu dan memakainya sedangkan roni membereskan pakaian miliknya dan juga rini. Ara kesusahan memasukkan rini ke dalam gendongan itu dan diapun meminta bantuan nathan.


"Tolong masukin rini ke sini" ucap ara lembut kepada nathan. Nathan pun mengikuti kata kata ara dia memasukkkan rini ke dalam gendongan yang telah di pakai oleh ara dan setelah itu dia membantu ara untuk mengancing gendongan itu.


"Kamu cantik banget" ucap nathan sambil mencuil hidung rini yang ada di pelukan ara.


"Udah kak" ucap roni yang membuat ara dan nathan menoleh ke arah roni.


Mereka berjalan keluar ara memasangkan sepatunya sembarang nathan memasang sepatunya dengan bagus. Nathan membawa belanjaan tadi lagi menuju ke mobilnya dan ingin mengantar ara dan kedua kakak adik itu ke tempat yang di tuju ara.

__ADS_1


"Pantinya kesana" teriak ara yang melihat nathan nathan berjalan menuju arah kanan sedangkan panti arah kiri.


"Ayo ikut...mau jalan kaki?" tanya nathan.


"Iya" jawab ara singkat.


"Trus mobil aku?" tanya nathan kepada ara.


"Oiya gw lupa" ucap ara sambil tersenyum kepada nathan dan mengikuti nathan. karna dia sedikit kesusahan untuk membawa belanjaan makanya dia menerima tawaran nathan dan panti itu lumayan jauh juga dari tempat tinggal roni dan rini. Dia takut jika roni kelelahan jika berjalan jauh.


Sesampainya di dekat mobil nathan ara masuk ke dalam mobil itu dan duduk di belakang. "Kenapa di belakang?" tanya nathan ara tidak menjawab pertanyaan nathan.


"Kamu duduk di depan aja" ucap nathan kepada ara.


"Kalo gw gak boleh duduk di belakang gw jalan kaki aja....lo anterin mereka ke panti mutiara" ucap ara dan ingin turun tapi nathan mencegahnya.


"Jangan turun yaudah ayo...roni duduk di depan ya" ucap nathan dan roni pun duduk di samping kemudi.


Setelah roni duduk di depan nathan langsung melakukan mobilnya menuju panti asuhan mutiara yang di katakan oleh ara dengan kecepatan sedang. Sedangkan ara dia sibuk memainkan wajah rini. Nathan melihat ara dari kaca spion dia tersenyum melihat itu ntah kenapa dia sangat senang jika melihat ara seperti itu.


*****


Sheyla pergi ke panti asuhan mutiara dengan di temani oleh fikri yang tadi menjemputnya. Setelah sampai di panti itu dia tidak melihat ada tanda tanda ara adiknya itu.


"Selamat datang bu pak" sapa ibu aini dengan lembut.


"Ara dimana bu?" tanya sheyla yang mencari cari ara.


"Ada keperluan apa bu sama neng ara?" tanya bu aini sopan.


"Saya kakaknya saya ingin bertemu dengannya" jawab sheyla sopan.


"Neng ara tadi keluar" jawab bu aini sopan.


"Ibu boleh menunggu disini" ucap bu aini sambil mempersilahkan sheyla dan fikri duduk di ruang tamu itu.


Sheyla sedikit risih dengan anak kecil yang bermain did dekatnya tapi dia menahan kerisihan itu dan menunggu ara untuk kembali ke panti itu. Dia memainkan ponsel miliknya sedangkan fikri bermain dengan anak anak karna dia juga senang dengan anak anak tapi tidak dengan sheyla. Sheyla memilih jika ingin bermain dengan anak kecil.

__ADS_1


__ADS_2