Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Cerita


__ADS_3

"Jangan menyentuhku" ucap Yiwen menepis tangan Chengyi dari tangannya.


"Maaf, aku tahu kamu sudah milik orang lain" ucap Chengyi menundukkan kepalanya.


Yiwen melihat Luhan sepertinya ia merasa terpukul hatinya. Yiwen memberanikan dirinya memegang pundak Chengyi. mencoba menenangkan hatinya.


"Apa ada masalah serius tentang kamu dan aku dulu? Kenapa kamu sepertinya pernah terluka gara-gara aku" tanya Yiwen penuh keraguan.


"Lupakan saja, hanya masalah kecil yang tak patut untuk di ingat lagi. Lagian bagus juga kamu hilang ingatan. Agar kamu bisa melupakan masa lalu yang menyakitkan dan menatap masa depan lebih baru dengan cinta baru. Yang kini bisa menjagamu dalm setiap hebusan napasnya. Seorang suami yang sangat sayang denganmu. Dan rela mengorbankan apapun demi kamu. "ucap Luhan, mendongakkan kepalanya menatap Yiwen dengan senyum tipis terpaut di wajahnya.


"Maksud kamu, apa kita dulu pernah menjalin cinta? kenapa perkataanmu sameakan kamu pernah terluka karenaku?" tanya Yiwen penasaran.


Luhan menyentuh pundak Yiwen.


"Yiwen, itu adalah masa lalu, kamu tak perlu ingat semuanya. Sekarang kamu jalani masa depan kamu. Lagian kalian saling cinta dan patut hidup bahagia bersamanya. Dan aku hanyalah seorang lelaki yang memang di takdirkan harus sakit hati"gumam Chengyi, dengan kata-kata penuh makna dari dalam lubuk hatinya.


"Baiklah, jika memang itu mau kamu. Aku tidak akan bahas tentang itu lagi. Setidaknya kamu jawab. Apa benar kita pernah menjalin hubungan"tanya Yiwen lagi. Ia masih penasaran dengan cerita Chengyi, Yang membuatnya sangat terluka. Bahkan wajahnya menunjukan kesedihan yang amat dalam.


"Iya itu dulu, waktu kita masih remaja"ucap Luhan. Mencoba tersenyum di hadapan Yiwen.


Yiwen tersenyum tipis memandang Chengyi, ia melirik ke rumah Luhan di belakangnya. Melihat Lian yin berdiri di balkon ruang kerja Chengyi, menatap mereka dari atas. Ia terlihat tanpa beban dan tidak marah aku dengan Luhan. Bahkan Lian yin bisa tersenyum mengangkat satu jempolnya.


"Apa maksud Lian yin?" ucap Yiwen dalam hatinya.


"Kata Lian yin kamu ada rencana yang harus di bicarakan berdua, apa rencana kamu?" tanya Chengyi, yang kini mulai menunjukan wajah seriusnya.

__ADS_1


"Iya aku ingin menyelidiki tentang seseorang, tapi apa boleh beberapa hari aku sering ke rumah kamu. Aku dan lian yin berencana untuk menginap di hotel dekat sini. Dan setiap hari akan selalu berada di rumahmu."ucap Yiwen.


"Boleh, tapi kenapa kamu tidak menginap di rumah aku, di kamar kamu dulu masih tertata rapi. Dan kamu lebih mudah untuk menyelidiki semuanya setiap waktu. Tanpa harus bolak balik rumahku ke hotel. Maka akan membuat orang itu akan curiga dan tidak akan datang lagi kesini." Chengyi kenjelaskan detailnya.


"Ehh.. kalian di sini ternyata, apa yang kalian bicarakan? Sepertinya serius amat?" tanya Yhing yin yang tiba-tiba datang menghampiri Chengyi, melirik tajam ke arah Yiwen di depannya.


"Kenapa kamu disini?" tanya Chengyijutek. Ia memang terkenal jutek dengan wanita lain, tapi selain Yiwen. Karena salah satu wanita yang paling ia cintai adalah Yiwen. Tidak ada wanita lain yang membuatnya jatuh cinta.


"Chengyi, bukannya kamu sekarang masih membutuhkanku untuk rencana kamu berikutnya. Tapi aku mau kamu hati-hati dengan orang yang tiba-tiba datang kerumah kamu menawarkan kerja sama. Sapa tahu dia adalah orang yang akan menjerumuskanmu dalam rencananya."ucapĀ  Yhing Yin melirik ke arah Yiwen.


"Bahkan seorang teman lama itu yang lebih di waspadai. Soalnya aku pernah dengan ada seorang teman lama yang ternyata dia penghianat"saut Yiwen, ia merasa tersindir dengan kata-kata Yhing yin, Yiwen menatap Yhing yin tajam, menarik bibirnya sedikit dengan senyum sinis ke arahnya.


"Sialan dia berani melawanku"batin yhing yin mengerutkan bibirnya.


"Kalau kalian mau bicara silahkan, aku pergi dulu menemui suamiku"ucap Yiwen beranjak berdiri melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Chengyi. Lian yin sudah menunggunya di dalam. Ia tahu pasti Lian yin yang menyuruh Luhan untuk menemui Yiwen.


"Ada apa syang?" tanya Lian yin lembut.


Yiwen hanya diam, ia melirik ke belaknag menatap sinis ke arah yhing yin. Entah kenapa ia merasa sangat benci dengan wanita itu. Orang yang membuatnya harus lupa dengan kehidupannya. Dan mukai menjalani kehidupan baru dengan amslaah baru tetapi dengan lelaki yang sama.


"Gara-gara wanita itu? Apa dia yang membuat kamu seperti ini?" bisik Lian yin, ia mulai curiga dengan tatapan tajam istrinya yang melirik ke belakang.


"Bukan, entahlah aku juga tidak begitu tahu. Tapi dia dan Lee sama saja. Aku akan mengorek semua tentang mereka. Semua masalah mereka sebenarnya."ucap Yiwen menatap Lian yin di depannya.


"Baiklah, aku akan membantumu. Aku juga tidak ingin ada seseorang yang mengganggu kehidupan istriku yang cantik ini"ucap Lian yin mencubit hidung mancung Yiwen.

__ADS_1


Wajah Yiwen memerah seketika mendengar gombalan Lian yin. "Apa sih kamu Yin, gak usah gombal di sini."ucap Yiwen. "Oya tadi Luhan suruh kita untuk tinggal disini. Jadi aku bisa leluasa untuk menjebaknya. Kali ini aku tidak akan membuat dia lolos begitu saja."ucap Yiwen.


"Emangnya kamu mau tinggal disini?" tanya Lian yin mengusap pipi istrinya.


"Aku tergantung kamu, jika kamu perbolehkan ya kita tinggal di sini"ucap Yiwen.


"Kalian pasti belum makan ya"saut Luhan yang tiba-tiba datang tanpa mereka ketahui, ia berdiri tepat di belakangnya.


"Luhan?" sapa Yiwen yang terkejut dengan kehadiran Chengyi.


"Makan-lah. kalian adalah tamu disini. Aku akan perlakukan kalian spesial."ucap Chengyi.


Yhing yin merasa sangat muak dengan rencana Yiwen. Dan sepertinya Chengyi tak bisa berkutik apa-apa saat berhadapan dengan Yiwen. Seakan hatinya benar-benar sudah berhenti di Yiwen. hingga semua perkataannya, ia percaya semuanya. Di bandingkan dengan teman dekatnya sendiri.


"Baiklah"ucap Yiwen dengan penuh semangat, karena memang dia juga lapar. dan di lain sisi ia ingin melihat reaksi Yhing yin. Dia yakin sebentar lagi dia bakalan kabur dari rumah Luhan. Tinggal tunggu waktunya saja.


Yiwen menatap sekujur tubuh yhing yin yang berdiri di belakang Chengyi, dengan mata seakan malas untuk menatapnya.


Ia menatap kakinya tak tak ada bekas luka di sana. "Kenapa tidak ada bekas luka"ucap Yiwen.


"Maksud kamu?" tanya Chengyi menatap aneh ke arah Yiwen.


"Eh.. enggak, hanya teringat sesuatu saja"ucap Yiwen mencoba mengelak.


"Aneh, kenapa tidak ada bekas luka sama sekali di kakinya. Apa prediksiku salah, dan apa memang Mei-lah pelakunya. Tapi apa masalah dia?"batin Yiwen.

__ADS_1


"Sudah ayo masuk ke dalam, para pelayanku sedah menyiapkan berbagai macam makanan untuk kalian. Sambil nunggu kamar kalian yang baru di bereskan. Kita makan dulu." ucap Chengyi berjalan masuk ke ruang makan.


Diikuti dengan Yhing yin yang berjalan tepat di beakangnya. dengan wajah dan tatapan tidak suka dengan Lian yin dan Yiwen.


__ADS_2