
Jarum jam menunjukan pukul 9 pagi,
Amerta sudah pergi lebih dulu menemui kakaknya. Dan dia juga tidak mau Yiwen menemaninya. Entah apa yang di rahasiakan Amerta ia juga tidak tahu pasti. Ia juga tidak terlalu ingin ikut campur masalah mereka. Yang terpenting baginya sekarang adalah, ingin sekali segera mendapatkan apa yang ia inginkan, jika ada kesempatan.
Yiwen melangkahkan kakinya, menuju ke balkon kamarnya, seperti biasa. Ia mengamati para penjaga di luar, dan sekaligus melihat Jack, apa dia akan mengambil sesuatu yang di kubur, di ujung rumah tepat segaris dengan kamarnya.
"Lian yin!! Dari kemarin gak bisa di hubungi, entah kenapa aku khawatir dengannya. Apa dia akan baik-baik saja. Atau dia dalam bahaya." gumam Yiwen duduk di kursi, menatap sekelilingnya.
"Lian yin!! Aku harap kamu baik-baik saja. Tunggu aku kembali. Dan aku ingin, merayakan baby kita nantinya, tapi jika aku di beri kesempatan untuk punya anak lagi." ucap Yiwen, nenarik dua sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman kecil.
Tok! Tok! Tok!
"Maaf Non, saya hanya mengantar makanan. Tadi non Amerta suruh bawa ke kamar saja." ucap seorang pelayan yang berdiri di balik pintu kamar Yiwen.
"Iya, masuklah!!" teriak Yiwen.
Pelayan itu segera masuk ke dalam kamar Yiwen, melangkahkan kakinya mendekatinya, dan meletakkan semua makanan di meja balkon kamarnya.
"Sudah, non!!" ucap pelayan itu sembari menunduk, dengan ke dua tangan memegang nampan. Ia melangkah mundur, lalu membalikkan badannya beranjak pergi seelah selesai melakukan tugasnya.
"Eh.. Bentar!!" ucap Yiwen mencegah pelayan itu pergi.
Pelayan itu menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang menatap Yiwen beberapa detik, lalu menunduk kembali.
"Aku boleh tanya sesuatu?" ucap Yiwen lirih. "Tapi kamu mendekatlah!!" lanjutnya
"Ada apa, non?" tanya pelayan itu.
"Kamu tahu banyak tentang tuan kamu!!"
"Maaf, non. Kalau tanya soal tuan Jack. Saya tidak berani bilang. Karena di sini banyak telinga yang mendengarkan, jadi jangan suka bicara sembarangan."
"Baiklah!! Aku janji akan melindungi kamu nanti. Aku hanya ingin tanya satu hal, tidak tanya masa lalu atau apapun tentang dia."
Pelayan itu terdiam, menimang-nimang apa yang di katakan Yiwen padanya. Pelayan itu menarik napasnya dalam-dalam, dengan pandangan mata menoleh ke kanan dan ke kiri was-was.
"Baiklah!! Mau tanya tentang apa?" tanya pelayan itu mendekatkan wajahnya.
"Aku ingin tanya apa Jack akhir-akhir ini sering pergi. Dan kapan jadwal dia pergi dari rumah ini. Dan jam berapa kembalinya." ucap Yiwen mendekatkan wajahnya.
"Apa yang kamu bilang? Kenapa kamu tanya hal itu?" tanya pelayan itu curiga.
"Tenang!! Jangan curiga padaku. Aku hanya merasa gak suka jika melihat dia. Makanya aku lebih suka berada di kamar dari pada keluar dari kamar ini!!" jelas Yiwen, duduk menyandarkan di kursinya.
"Dia keluar sebentar lagi. Tapi satu jam dia akan pulang kembali. Setelah itu pergi ke kantornya. Sampai sore kadang juga sampai malam."
Yiwen mengunggukkan kepalanya, seolah ia paham, dan tiba-tiba sebuah ide muncul di otaknya. membuat senyum tipis terukir di bibirnya.
"Baiklah! Makasih! Kamu boleh pergi sekarang!!" ucap Yiwen.
"Iya, non!!"pelayan itu segera pergi meninggalkan Yiwen, dan sementara Yiwen menikmati makanan enak yang baru saja di sajikan untuknya.
Yiwen menikmati makanan oerlhaan, dengan mengamati pemandangan sekitar.
Suara langkah kaki, membuat ia menghentikan makannya, dan serta mengambil satu gelas air di depanbya, meneguknya habis.
ckleeekkk..
Suara pintu tiba-tiba tampa terbuka membuat Yiwen sontak beranjak dari duduknya,
"Amerta, gimana? Apa kamu sudah dapat informasi, dari tadi aku menunggu kamu!!" tanya Yiwen, belum sempat melihat wajah siapa yang datang, ia mulai melangkahkan kakinya berjalan mendekati orang yang terdengar langkah kaki mendekatinya juga.
"Kamu cari Amerta?" Suara berat seorang laki-laki membuat Yiwen menghentikan langkahnya seketika, ia mengedip-ngedipkan matanya, melihat langkah kaki yang semakin terdengar jelas. Yiwen berdiri mematung, seakan tubuhnya tak bisa bergerak, dengan pandangan ke bawah, menatap takut ada seseorang yang membuat semuanya berbeda nantinya.
"Amerta sedang pergi!" ucap seorang laki-laki, dengan suara khas berat memilikinya.
"Siapa yang suruh kamu masuk!!" ucap Yiwen, memalingkan pandangannya.
__ADS_1
"Ini rumah aku. Terserah aku mau masuk kapan saja. Meski pintu kamu di kunci sekalipun. Aku bisa membukanya." ucap Jack, mendekati Yiwen, memegang pipi Yiwen, seketika di tepis wanita itu.
Jack yang merasa kesal, ia di tolak, seketika laki-laki itu menarik tangan Yiwrn, menjatuhkan di ranjangnya. Yiwen mencoba berdiri lagi, namun dengan sigap tangan Jack, menggembok tangan Yiwen dengan borgol membuat dia tak bisa melawan lagi.
"Jangan oikir Amerta akan menyelamatkanmu. Karena dia sekarang pulang ke rumahnya. San semua baju dia, sudah ia bawa, dan sekarang kamu ada di sini bersama aku. Hanya berdua, tidak boleh ada tamu lagi di rumahku, agar aku bisa menikmati kamu sepuas aku."
"Dasar gila!! aku gak sudi kamu sentuh!!" umpat kesal Yiwen.
Jack mendekati Yiwen, merangkak di ranjangnya
"Apa yang kamu lakukan!!" ucap Yiwen kesal.
Jack hanya diam, ia mencoba berdiri lagi, dengan senyum semringai penuh kemenangan ia memegang ke dua bahu Yiwen, melemparkanya lagi ke ranjang.
"Sekarang tidak ada Amerta. Dia sedang pergi, pulang ke rumahnya dengan Mei. Jadi kamu yang akan menemani aku sementara, sebelum aku pergi nantinya. Tidak ada yang menganggu kita syang!!" ucap Jack.
Yiwen mencoba berguling ke kanan dan ke kiri, menghindari tubuh Jack. Namun, Jack segera duduk di atas kakunya, membuat wanita itu tak bisa bergerak.
Jemari tangan Jack, perlahan mulai melepaskan kancing kemeja Yiwen, meski sempat meronta, membuat Jack semakin kesal. Ia merobek kemeja Yiwen.
"Dasa mesum!! Apa yang ingin kamu alkukan. Kamu akan menikah, jangan bertindak bodoh!!"
"Aku gak perduli," Jack mulai menciumi oenuh gairah, lehet Yiwen hingga turun ke bawah dagunya, membuat Yiwen menggeliat geli.
"Hentikan!!" teriak Yiwen.
"Teriak saja sesuak kamu, di sini tidak akan ada yang menolong kamu," ucap Jack, memegang ke dua dada Yiwen.
"Emm..." yiwen mengigit bibir bawahnya, menahan kevupan dan jemari tangan Jack yang bertindak semakin kiar, perlahan helaian kain mulai robek satu persatu.
"Lepaskan!! Jack, kamu jangan bertindak bodoh. Lepaskan aku!!" Teriak Yiwen yang mulai menetesakna air matanya, mengingat Lian yin di rumahnya. Ia membalikkan badanya ke kanan dan kiri, agar Jack tak menyentihnya.
Jack terus menciuminya, hingga di bawah perut, membaut Yiwen menghenyikan gerak tubuhnya untuk melawan. Jack membuka paha Yiwen, mengurlukan lidahnya leluasa, seketika suara desahan langsung keluar dari mulut Yiwen.
"Ternyata kamu menikmatinya juga!! Aku harap kamu diam dan nikmatilah!! Aku akan kasih kamu hadiah jika kamu mau berhubungan dengan aku, atau kamu mau setiap malam melayani aku, aku akan membatalkan pernikahanku!!" ucap Jack,
"Jangan berani sentuh aku!!" umpat kesal.
"Sekarang aku tahu semua, siapa kamu syang!!" bisik Jack.
"Maksud kamu apa?" tanya Yiwen, yang tak berhenti meneteskan air matanya.
"Aku tahu jika kamu bukan, Bella. Apa kamu gak taju, jika sekarang suami akmu ada di tangan aku. Dan jika kamu bertindak vodoh. Maka aku yidak akan membiarkan dia kembali hidup-hidup.
"Shiittt... Apa yang kamu inginkan.. Jangan sakiti dia," Yiwen yang terpancing, seketika mulai marah.
"Aku tidak akan menyakiti dia. Jika kamu diam, dan nikmati saja." ucap Jack.
"Gak akan!! Kamu pasti bohong, kan?" tanya Yiwen. Mencoba menggerakkan kekinya, menendang Jack. Dan beranjak berdiri, berlari mencoba untuk keluar.
"Percuma kamu mau keluar kemana. Memangnya kamu mau, keluar tanpa helaian kain yang menutupi tubuh kamu." ucap Jack, mengeluarkan ponselnya, lalu memberikan pada Yiwen, yang berhenti tepat di depan pintu.
Lian yin, maafkan aku. Aku terlalu bodoh meremehkan Jack. Ternyata memang benar dia sangat licik, aku ingin memencet tombol cincin ini jika dalam bahaya, tapi tangan aku gak bisa. Sekarang apa yang harus aku lakukan.
"Kamu turuti apa yang aku inginkan. Jika kamu ingin orang yang kamu syangi selamat. Dan apalagi jika ayah kamu tertangkap dan langsung ku bunuh dia, apa yang ingin kamu lakukan. Sekarang pikirkan baik-baik, datanglah kemari dan berbaringlah di ranjang secara cuma-cuma, aku akan melepaskan borgol itu di tangan kamu." ucap Jack, menciba bernegosiasi.
Yiwen hanya diam, menatap sekelilingnya, ia menciba mencari ponselnya.
"Kamu mencari ponsel kamu?" tanya Jack.
"Iya, di mana ponsel aku?" tanya Ywien menatap tajam pada Jack.
"Sudah aku buang. Dan semua barang-barang kamu sudah aku buang, dan ganti dengan baju baru. Memangnya aku bodoh, jika kamu memasang cctv di setiap helian bajumu. Dan kamu apsti hak sadar baju yang kamu pakai adalah baju baru, yang baru saja aku belikan!!" bisim Jack.
"Shiirrr... Jadi kamu sudah tahu aku sejak awal?" tanya Yiwen.
"Iya, dan kamu tang terlalu bodih. Percaya dengan orang yang baru kamu kenal!!" ucap Jack, sembari tertawa lantang.
__ADS_1
"Jika kamu berubah pikiran, aku tunggu kamu di ranjang!! Maka aku akan bebaskan ayah kamu!!" ucap Jack. Membalikkan badanta, melangkah ke ranjang, dan segera berbaring di ranjangnya.
Lian yin maaf!! Mungkin aku tidak punya pilihan lain lagi sekarang. Ayah aku gak aku dia kenapa-napa.
Yiwen menarik napasnya dalam-dalam, melangkahkan kakinya, duduk di ranjang.
"Pilihan yang bagus!!" Jack menarik lengan Yiwen. Memabringak di ranjangnya.
"Jangan menangis, nimati, aku akan membaut kamu menikmati apa yang aku lakukan," ucap Jack, mengusap air mata di pipi Yiwen.
Yiwen memalingkan pandanganya, menoleh berlawanan arah.
Jack tak perdulikan itu, ia segera melakukana apa yang ia lakukan tadi, menciumi tubuh Yiwen, dengan tangan memegang dadanya, dan salah satu tangan bermain dengan intinya, membuat gadis itu mengigit bibirnya, menahan desahan keluar dari mulutnya.
Pemarinan jari tangan Jack semakin menajdi, membaut rasa Yiwen tak bisa menhaan desahan keluar dari bibirnya. "Emm... Jack!!" ucap Yiwen, mengeliat menikmati permainan Jack.
"Bagus syang!! Teruskan!!" ucap Jack. "Tapi, jika kamu kuat menahan desahan itu, maka lakukan saja. Aku akan mendengar kamu akan mendesah kuat nantinya. Jack mengecup bawah pusar Yiwen, menjulurkan lidahnya, membuat pusaran gairah sendiri untuk Yiwen.
"Jack!! Apa yabg kamu lakukan," ucap Yiwen, menggeliat, mencengkram erat sprei di ranjangnya.
Jack hanya diam, ia semakin keneruskan permainannya. Membuat cairan Yiwen keluar, semakin membaut Yiwen tak bisa menahan gairahnya.
"Jacak hentikan!!" ucap Yiwen, mencoba menolak permainan Jack, dengan tangan mencengkram erat rambut Jack.
Jack segeramengakhirinya, ia tersenyum tipis, dan segera memasukan adik kecilnya, membuat desahan lirih keluar dari mulut Yiwen, diiringi tetesan air mata penyesalan.
"Emmmpp.. " desah Yiwen. Yang perlahan mulai menikmati permainan Jack, meski ia terpaksa, tapi semua yang ia lakukan hanya untuk membebaskan ayah dan suaminya. Dia tidak bisa hanya tinggal diam, jika mereka di sakiti oleh Jack.
Jack melepaskan borgol tangan Yiwen, lalu memulai pemainanya dengan gerakan cepat. Membuat Yiwen semakin menangis. Gerakan Jack semakin cepat, membalikan tubuh Yiwen, melakukan dengan berbagai gaya, Yiwen semakin mendesah keras, ke dua tangan Jack tak pergi dari dadanya. Permainan Jack tak hentinya.
"Kamu sangat menikmati, syang!!" ucap Jack, mencium dahi Yiwen. "Tapi aku mau kamu mendesah memanggil nama aku!!"
"Jack! Jack, empp.. Jack!!" desah Yiwen, memeluk erat tubuh bugar Jack, dan tes.. Tetesan air mata tiba-tiba jatuh mengingat Lian yin.
"Jangan menangis, ini sangat nikmat syang!!" bisik Jack.
"Sudah hentikan!!" ucap Yiwen sesegukan.
"Jangan menangis, nikmatilah, syang!!" ucap Jack tak mau menghentikan permainannya, kini semakin cepat dan cepat, Yiwen semakin kewalahan di buatnya
"Tolong, hentikan!!"
"Kamu mau menurut dengan apa gang aku katakan. Maka aku akan bebaskan suami kamu, dan ayah kamu nantinya." ucap Jack.
"Apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Yiwen.
"Aku hanya ingin kamu selalu memuaskan aku di saat aku butuh syang. Selama satu minggu, jika kamu mau menurut apa kata aku. Maka kamu akan aku bebasakn, serta suami dan ayah kamu!!"
"Dasar gila!!" umpat kesal Yiwen.
Jack tak perduli apa kata Yiwen, ia semakin menghantak cepat membuat Yiwen terbungkam dan tak bisa berkata apa-apa lagi. Perlahan tubuhnya sudha mulai lemas, ia hanya bisa menukmati permainan Jack, yang semakin menggila. Desahan kecil keluar dari bibirnya. Hingga 3 jam berlalu, Yiwen sudah terlihat sangat lelah, ia terbaring lemas tak berdaya di ranjang, dan Jack tak hentinya terus melakukan pada Yiwen.
"Kamu milkku sekarang!! Kenikmatan sekarang akan menajdi milikku. Meski kamu bekas dari Lian yin. Tapi tubuh kamu benar-benar menggoda." gumam Jack.
Ia memeluknya, lalu menciumi bibirnya penuh gairah. Semakin mepercepat gerakannya, merasa sudah mulai lemas, ia menyemburkan miliknya di dalam. Ia memeluk erat tubuh Yiwen. Meninggalkan bekas kecupan di dada dan lehernya.
Yiwen yang sudah pingsan dari tadi, ia tak mampu mengimbangi permainan ganas Jack.
Permainan Jack begitu cepat membuat Yiwen tak bisa mengambil napasnya sama sekali. Bahkan ia terus melakukanya sampai beberapa jam, hingga tubuhnya mandi keringat.
"Aku akan membuat hidup kamu hancur Yiwen. Kamu berani mempermainkan aku, tapi aku akan menumbuhkan binih di daerah inti kamu. Maka kamu tidak akan pernah melupakan aku nantinya. Dan Lian yin, kamu akan menyesal seumur hidup kamu, dan lama-lama akan gila!!" ucap Jack, dengan senyum tipis penuh kelicikan dalam dirinya. Ia yakin jika Lian yin belum meninggal, pengawal itu berani bohong padanya. Tapi dia sudat tertembak ia yakin sekarang sedang berbaring tak berdaya, dan Yiwen akan tetap menjadi teman tidurnya.
Jemari tangan Jack, mengusap lembut wajah Yiwen. "Kamu cantik, maka aku akan jadikan kamu istri ke dua aku nantinya!!" guman Jack, yang mulai memakai pakaiannya kembali, ia menatap di depan sofa yang memang sudah di selipkan kamera tersembunyi.
"Mei, Amerta tugas kamu sangat bagus. Sekarang dia adalah milik aku." ucap Jack, melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yiwen, bebaring tanpa helaian kain yang menutupi miliknya.
"Pelayan!! Bawa pakaian baru, untuk Yiwen di kamarnya. Pakaikan di tubuhnya. Setelah itu kamu cepat siapkan gaun untuk dia. Aku akan ajak dia pergi ke pesta nanti." ucap Jack pada pelayan yang kebetulan lewat di depannya.
__ADS_1
"Baik, tuan!!"
Jack yang sudah merasa sangat puas hari ini. Ia beranjak menuju kamar mandinya. Keinginannya untuk membuat Yiwen hancur perlahan sudah ia lakukan. Dan ayah Yiwen akan menanggung semuanya. Dendam itu masih terlintas di benaknya pada Lian yin dan ayah Yiwen. Dan satu-satunya menghancurkan orang yang dekat dengan ke duanya, yaitu Yiwen.