Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Berkumpul lagi


__ADS_3

1 tahun kemudian, semua berjalan dengan normal kembali. Anak Yiwen tumbuh menjadi anak yang sangat cantik, dan Anak Lay juga sudah lahir, mereka memberi nama anaknya. Marvin Adelio, dan nama panggilannya adalah Arvin. Dia sekrang sudah tumbuh besar. bahkan sudah 7 bulan, dan hanya dia yang jadi teman Queen sekarang. Dia hanya tinggal dekat dengannya. Dan anak Lay juga sudah di tugasnya untuuk menjaga Queen nantinya.


Lyli dan Yiwen menjaga anak mereka di ruang bermain anak milik Ywien, dan Lay bersama dengan Lian yin sudah berangkat kerja dari tadi. Sepertinya mereka tadi terburu-buru, ada rapat dengan client baru mereka. Atau mereka kerja sama dengan oenag, para istri tidak tahu urusan kantor. Lian yin menyerahkan urusan anak pada Yiwen


agar dia tidak ikut campur untuk mencari nafkah. lagian meski bisa menyewa 10 sekaligus baby siter, tapi yang paling utamakan Lian yin menyuruh Yiwen menjaga penuh anaknya. Anak perempuan satu-satunya dan dia juga baru mulai dalam tahap membuat anak lagi, sesuai rencananya. Agar tidak terlalu terpikirkan Queen saat dia meninggalkannya nanti. Meski sangat berat untuk merelakan Queen. Tapi setidaknya dia bisa menjenguknya setiap hari.


"Oya, katanya Luhan kembali?" tanya Lyli menatap ke arah Yiwen.


"Kemabli?" tanya Yiwen terkejut.


"Di mana dia sekarang? Apa dia jadi menikah dengan Grace?" tanya Yiwen semakin penasaran.


"Sepertinya begitu, aku pernah lihat dia di rumah Changmin kemarin. Dan Grace juga sepertinya sedang hamil. Perutnya juga sudah besar," ucap Lyli seakan sudah menajdi ibu-ibu yang bergosip di pagi hari saat istrinya tidak ada di rumah, mereka semua saling membicarakan hal yang biasa tentang temannya sendiri mengerumpi membicarakan orang yang pernah dekat atau pernah di temuinya. Seakan sudah jadi rutinitas sehari-hari Lyli dan Yiwen sebagai ibu rumah tangga penuh.


"Oya, besok kita akan mengadakan liburan ke luar begeri, tapi setelah anak aku sudah umur 1 tahun. Kita naik pesawat pribadi nantinya. Ajak yang lainya juga biar ramai nanti, dan anak-anak kita banyak temannya,"


"Sekalian Mei dan Jack, dia sekarang juga sudah melahirkan. Anaknya laki-laki, tapi baru umur 3 bulan."


"Sepertinya mereka.sekarang bahagia ya, aku gak pernah sama sekali mendengar kabar dari mereka. dan tidak pernah melihat mereka?"


"Jack sekarang ajtuh miskin, Lian yin merebut semua aset milik Jack sebagai balasan tentang apa yang sudah dia lakukan padamu, dan dia kasih belum terima dengan apa yang sudah di lakukan dulu terlalu menyakitkan buat suami kamu!!"


"Iya aku paham, dan aku sangat menyesal. Tapi semuanya sudah berubah. Aku juga tidak masalah jika dia merebut semua asey Jack. Asal dia tidak di penjara kasihan Mei jika dia di oenjara, kasihan juga anaknya," Yiwen tertunduk, mengingat masa lalu membuat hatinya merasa sangat sakit, bahkan hatinya benar-benar tidak bisa tertahankan melihat bagaimana perasaan Lian yin dulu. Pasti sama saat dia merasakan jiam Lian yin berhubungan dengan Yhing yhi.


Dan sekarang rasa sakit itu masih membekas dalam hatinya, apalagi Yhing yhi masih sangat mencintai Lian yin. Dia sepertinya tak mau membiarkan Lian yin bahagia.


"Yiwen!! Kamu kenapa?" Lyli menepuk bahu Yiwen membangunkannya dari lamunannya.


Yiwen mencoba tersenyum, "Aku gak napa-napa," ucap Yiwen


Yiwen beranjak menghampiri anaknya, memeluknya erat. Menggedongnya berdiri.

__ADS_1


"Syang!! Anak mama yang cantik, kamu gak ingin jalan-jalan" ucap Yiwen, dan hanya di balas dengan ucapan memberontak dari tubuhnya ingin turun kembali bermain dengan Marvin.


"Sepertinya nak kamu ingin terus bermain bersama dengan Marvin," ucap Lyli tersenyum melihat ke dua anak baby yang imut itu.


"Iya, dia tahu kalau ada pria di sampjngnya,"


"Meski dia belum bisa jalan, tapi lihatlah Queen sangat baik menjaga Marvin,"


Tok.... Tok... Tok...


"Permisi nyonya. Ada tamu di dwpan, sepertinya tuan Changmin." ucap pelayan berlari menghampiri Yiwen dan Lyli.


Lyli menarik ke dua alisnya ke atas, dengan senyum tipis ke dua matanya berkedip-kedip.


"Apa yang aku bilang," ucap lyli


"Ternyata dia benar kembali, sepertinya kamu harus hubungi Lian yin dan Lay. suruh dia pulang, saudaranya yang satu sudah datang sekarang waktunya kita semua berkumpul." lanjut Lyli sangat bergembira.


"Grace dan Luhan juga kembali, aku ingin segera menemui Grace, tau hak aku mau marah-marah dengannya," lanjut Lyli terus menggerutu.


"Dia sahabat tapi saat pernikahan gak datang, dan di saat menikah juga dia tidak mengundang kita. Dia benar-benar kacang lupa dengan kulitnya,"


"Kamu kulitnya dia kacangnya," goda Yiwen beranjak berdiri, menggendong Queen dan beranjak pergi.


"Eh... Yiwen maksud kamu apa? Yiwen!!" teriak Lyli beranjak.


Yiwen mengambil ponselnya segera menghubungi lian yin, agar dia dan Lay segera pulang. sedangkan Lyli dia beranjak menemui Changmin, dan berbincang berdua dengannya. Bahkan Lyli ngomel-ngomel seperti ibu-ibu yang lagi kesal marah-marah dengannya.


Dan Changmin hanya membalasnya dengan sebuah senyuman, dia tidak marah dan malah ketawa melihat ibu-ibu ngomel.


"Kenapa kamu ketawa?" tanya Lyli.

__ADS_1


"Karena aku melihat kamu ibu-ibu punya anak tapi marah-marah gak jelas," goda Changmin.


Lyli menguntupkan bibirnya. "Kapan kamu menikah?" tanya Lyli.


"Hehe..Nanti jika aku sudah punya banyak uang," goda Changmin sambil tertawa kecil.


"Aku serius?" tanya Lyli kesal. Mengepalkan tangannya seakan sudah siap untuk menghujani pukulan tepat ke wajah laki-laki di depannya itu.


"Emangnya kamu lihat aku bawa pasangan, jika ada pasangan di samping aku berarti aku akan segera menikah. Jika tidak aku menikah dengan siapa, pa anak kamu," canda Changmin.


"Gila anak aku laki-laki, anak Yiwen sana." ucap Lyli menunjuk ke arah Yiwen yang kebetulan berjalan ke arahnya


"Eh.. Apa gak mau, aku gak mau jika Queen menikah dengan kamu, sudah keburu tua. Dia baru dewasa," ucap Yiwen.


"Hehe.. Aku hanya bercanda. Kenapa kalian terlalu serius begitu."


"Ini akan kamu?" tanya Changmin melihat anak Yiwen yang begitu cantik.


"Iya,"


"Kamu datang dengan siapa?" tanya Lyli menatap sekeliling Changmin, bahkan ia mengangkat tubuhnya sedikit melihat ke belakang tapi Grace dan Luhan gak ada.


"Kemana kakak ipar kamu?" tanya Lyli.


"Dia di rumah, nanti juga ke sini," ucap Changmin duduk melipatkan kaki kanannya di atas kaki kirinya.


"Mana Lian yin?"


"Dia sedang perjalanan pulang bersama dengan Lay, bentar lagi juga dia akan datang!!" ucap Yiwen duduk bersama dengan Lyli.


"Baiklah, aku tunggu mereka. Lagian udah lama aku gak bertemu dnegan mereka semuanya," ucap Changmin tak sabar menyambut temannya pulang. "Oya, di mana kakak Lian yin?" tanyanya.

__ADS_1


"Dia lagi di kamarnya, bentar lagi juga keluar," ucap Yiwen.


Yiwen dan Lyli berbincang bersama dengan Changmin dan tak lama semua sudah berkumpul membuat suasana menjadi lebih ramai. Mereka memesan makanan untuk berpesta makan bersama. Dan tak lupa Luhan yin meski marah dengan Jack dia tetap mengundang dia dengan Mei untuk datang, dan Amerta dengan Boby juga datang di acara itu. Tapi semua sudah berkumpul tinggal menunggu kedatangan yang lainya masih dalam perjalanan. Semua merasakan kebahagiaan tersendiri dengan keluarga kecil mereka masing-masing meski sebagian belum mendapatkan jodoh.


__ADS_2