
"Sepertinya kamu sudah mengenal dia lama? Apa kamu temannya juga?"tanya Yiwen, ia terlihat ragu dengan Lian yin. Wajahnya bahkan terlihat sangat bangga dengan kepintaran Lyli. Dalam pikiran Yiwen selalu bekecamuk soal bagaimana jika mereka pernah ada hubungan. Entah kenapa utu selalu mengganggu hati dan pikirannya.
Hal itu selalu menganggu pikiran Yiwen sekarang. "Yiwen kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya lian yin, menyantuh kepala Yiwen lembut. Dengan senyum tipis ke arahnya.
"Aku tadi tanya kamu belum kamu jawab"ucap Yiwen dengan wajah yang sudah terlihat sangat cemberut.
"Sudah nanti aku jelaskan, sekarang kita lihat dulu peta cari tempat tujuan kita"ucap Lian yin, mengusap lembut kepala Yiwen dengan senyum manis merekah di bibir Lian yin, ia melihat istrinya itu lucu saat cemberut.
"Sudah jangan ngambek lagi, sekarang kamu fokuskan dengan pertandingan kamu nantinya. Jangan ada pikiran lain,"ucap Lian yin.
"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, aku bingung mulai dari mana entar, apa kita langsung terus terang atau bagaimana. Lagian kita juga gak tahu siapa dalang di balik ini semua."ucap Yiwen, menatap ke arah Lian yin yang masih duduk di sampingnya.
"Emang kita gak tahu siapa dalang di balik ini semua, tapi serahkan semuanya padaku dan Lay serta Lyli. Kamu hanya fokus saja dengan pertandingan kamu. Jangan ada pikiran lain syang"gumam Lian yin, mengusap lembut rambut Yiwen.
"Semangat Yiwen"ucap Lyli, mencoba memberi semangat untuk teman barunya itu.
"Ia makasih"ucap Yiwen.
Mereka sudah sampai di sebuah acara pertandingan yang sangat meriah. Banyak banget orang yang hadir sampai memenuhi stadion besar di kota itu. Dan pertandingan sepertinya sudah di mulai. Karena sorak dari para penonton sudah mulai terdengar dari luar.
Yiwen merasa sangat minder, mengikuti pertandingan yang sebelumnya belum pernah ia mengikutinya. Dan apa lagi di keramian seperti ini. Suasa baru bagi Yiwen.
"Yiwen kamu kenapa?" tanya Lian yin nenepuk pundak Yiwen, yang dari tadi terus melamun, seakan ada pikiran yang mengganggunya.
"Kalau kamu gak sanggup, biar aku yang akan gantikan kamu sekarang"Ucap Lian yin, yang mulai beranjak turun dari mobil.
Namun langkahnya terhenti, Yiwen menarik tangannya, mencegahnya pergi.
"Jangan biar aku saja"ucap Yiwen,
__ADS_1
"Tapi, jangan memaksakan diri jika kamu belum siap" ucap Lian yin.
"Aku sudah siap dan sangat siap"ucap Yiwen, mencoba menarik napasnya, menahan sebentar,lalu mengeluarkan perlahan. Manda mengatur napasnya yang terlihat sangat gugup dan grogi melihat orang yang begitu banyak di sana.
lian yin menggenggam tangan Yiwen, mencoba memberi semangat untuk Yiwen.
"Semangat syang"ucap Lian yin, yang segera keluar dari mobilnya.
"Yin, kamu harus jaga dia. Biar aku yang melihat dari balik kerumunan penonton, agar tidak ada yang curiga dengan kita. Dan aku akan memantau keselamatan Yiwen dari atas. Lyli juga sudah punya senjata khusus unguk melawan mereka nantinya.
"Baiklah, kalian juga harus hati-hati. Jangan bertindak gegabah, sepertinya di sini banyak mata-mata dari mafia. Mereka akan bertindak mengacaukan pertandingan ini."Gumam lian yin pada Lay, di depannya.
"Baik kita berpisah di sini, depan adalah pintu masuknya. Sementara aku dan Lay akan masuk dari pintu masuk para penonton"ucap lyli, menatap ke arah Lian yin. Ya, meskipun Lian yin sekarang sudah jadi milik orang lain tapi sepertinya ia masih ada rasa dengannya.
"Baik"ucap Lian yin.
Lian yin segera turun dair mobil di ikuti Yiwen. Ia masuk dari pintu para pemain. Dengan sangat hati-hati dan selalu waspada Lian yin menggenggam tangan Yiwen masuk ke dalam.
"Yin"Sapa seorang yang tidak ia kenal.
Yiwen dan Lian yin menoleh kompak. "Siapa kamu?" tanya Lian yin, ia tidak tahu jelas siapa wanita di depanya itu.
"Kamu lupa denganku"tanya Seorang wanita cantik dengan rambut pe jang berombak, dengan hidung mancung yang tak kalah seperti orang asing.
"Siapa dia yin"tanya Yiwen, melirik ke arah wanita itu. Ia menatap detail wanita itu. Yang jadi pusat matanya adalah tangannya. Tangan kananya seakan di sembunyikan dengan baju panjang, dan setiap kesentuh gesekan baju ke kulitnya, matanya sekana menunjukan rasa sakit.
Apa wanita itu adalah wanita yang nengikutiku kemarin, kenapa dia di sini? Siapa sebenarnya dia? Apa hubungan dia dengan negara ini? Apa dia yang di bilang lian yin anak dari pemilik penguasa dunia mafia di sini, bertanyaan bertubu-tubi muncul di dalam otak Yiwen.
"Aku gak tahu dia siapa" ucap Lian yin pada Yiwen.
__ADS_1
Wanita itu tertawa, "Kamu tidak tahu aku, atau kamu pura-pura lupa." Ucap wanita itu. Ia berjalan mendekati Lian yin dan berbisik padanya " Aku adalah orang yang menganggumimu dari dulu. Tapi tidak pernah kamu tahu itu"ucap wanita itu dengan senyum sinisnya.
"Dan sekarang kamu adalah tamu kehormatan bagi aku, dan istri kamu ini lebih baik sekarang bersiap ke pertandingan. Tapi kamu gak bileh ikut. karena ini hanya khusus untuk wanita."ucap Wanita itu dengan tatapan tajamnya, mengarah pada Yiwen. Ia melipat ke dua tangannya di dada. Dengan senyum manis mengarah pada Lian yin.
Wanita misterius itu berjalan mendekati Yiwen.
"Selamat bertemu di pertandingan, kamu akan tahu aku"Bisik wanita itu.
"Shiitt.. siapa sebanarnya dia"ucap yiwen dalam hati. "Apa dia yang mengancamku di hotel kemarin"lanjutnya.
"Jangan perdulikan dia, aku yakin kamu akan menang nanti. Dan ingat jangan berpikir macam-macam. Pertandingan ini bukan hanya bela diri. Tapi semua kemampuan, mulai dari panah, tembakan, bermain kuda, dan masih banyak lagi. Sepertinya memang dia sengaja ingin menguji kamu. Dia ingin melihat kemampuan kamu sesungguhnya. Ingat kamu harus hati-hati. Aku tidak bisa ikut, karena ini hanya di tunjukan untuk para wanita. Aku hanya menjaga kamu dari kejauhan"ucap Lian yin, memegang ke dua bahu Yiwen.
"Baiklah, makasih aku akan segera nenyelesaikan semuanya"ucap Yiwen sangat percaya diri. Karena memang dia sudah di bekali dengan berbagai kempuan sekaligus. Ia ahli dalam segala hal, apalagi soal berkuda meski baru belajar saat mengikuti agen intelijen, dia sudah sangat mahir dan jago.
"Baiklah, aku percaya sama kamu. Aku akan tunggu kamu di dalam. Kamu masuk ke ruanga ganti sana."ucap Lian yin, ia tidak bisa mengikuti Yiwen ke ruang ganti. karena di dalam hanya ada para wanita. Dan ia hanya bisa berharap jika Yiwen akan baik-baik saja nantinya.
"Baik, kamu hubungi Lyli untuk membantuku"ucap yiwen.
"Baiklah, kamu gunakan alat ini untuk komunikasi dengannya"ucap Lian yin.
"Tapi apa boleh menggunakan alat untuk komunikasi"ucap Yiwen ragu.
"Jangan sampai ketahuan, aku bia membantu kamu saat dalam bahaya nanti. Tetap nyalakan ini dan pakai di baju kamu. karena sangat kecil tidak ada yang akan curiga nantinya. Aku akan mendengar setiap kata yang kamu ucapkan. Ini seperti lainnya yang di gunakan dalam agen Intelijen, yang biasa di modifikasi dlaam bentuk bolpoin atau bisa di bilang spy pen. Tapi ini udah aku modifikasi sendiri, karena bentuknya yang kecil, agar bisa menempel di berbagai kulit atau baju kamu."Ucap Lian yin menjelaskan pada Yiwen.
"Baiklah, makasih"ucap Yiwen.
"Aku akan sambungkan juga nanti ke Lyly. jadi kalian bisa berbincang juga dengan dia"ucap lian yin, hanya di jawab dengan sebuah kecupan di pipi kiri Lian yin oleh yiwen.
"Makasih aku masuk dulu"ucap Yiwen berlari masuk ke dalam ruang ganti.
__ADS_1