
"ahh.. aku capek"gumam Yiwen, membaringkan badannya di ranjang.
"Kalau capek tidur saja dulu"ucap Lian yin, yang duduk di sofa, mengambil laptopnya yang ada di meja.
Belum juga selesai bicara, Yiwen terlihat sudah mulai memejamkan matanya, tanpa perdulikan ucapan Lian yin.
"Dasar istri aku ini, selalu kebiasaan buruknya. Tidur dengan sepatu masih di pakai"gumam Lian yin, yang mulai bengkit. berjalan mendekati Yiwen, melepaskan sepatu Yiwen dan mulai mengangkat kakinya di atas ranjang, membenarkan tidur Yiwen yang selalu memenuhi ranjangnya.
"Selamat tidur syang"ucap Lian yin. Mengecup kening Yiwen lembut, dan mengusap lembut rambutnya.
Ia kembali duduk di sofa mengambil laptopnya. Karena ada pekerjaan prnting yang harus ia kerjakan soal proposal yang baru di kirimkan oleh Changmin lewat email.
"Kenapa dia tidak mengerjakan sendiri. Selalu bikin beban aku"gerutu lian yin kesal. Padalah cahngmin sangat pintar dalam mengerjakan hal ini.
Ia mencoba membuka proposal itu, yang harus di gunakan menggunakan bahasa Itali. "Pantas saja dia menyerahkan semuanya padaku"gumam Lian yin. "Dia tidak bisa bahasa Itali, dan memang ia tidak mau belajar bahasa Itali."gumam Lian yin.
Ia mulai meraih ponselnya dansm segera menghubungi Changmin.
"Kamu di mana?"tanya Lian yin.
"Ada apa? Apa kamu sudah menerima emailku?" tanya Changmin.
"Sudah, kenapa kamu gak bilang proposal ini menggunakan bahasa Italia, apa kamu dapat Client di sana"gumam Lian yin.
"Iya? baru saja kemarin dia bergabung dengan kita."ucap changmin.
"Apa aku bisa lihat wajahnya? Atau kamu punya fotonya gitu? Aku ingin melihatnya" tanya Lian yin.
"Emangnya kenapa? Kamu ragu denganku?"ucap Changmin.
"Bukannya aku ragu, tapi kamu gak bisa bahasa Italia, tapi kamu bisa dapat client di sana"gumam Lian yin, yang mulai mengerjakan perlahan proposal itu.
"Bukannya kita bisa menggunakan bahasa inggris, Tapi bentar aku akan kirimkan nanti fotonya padamu. Sekarang aku mau pergi dulu dengan Mei, mau kencan"gumam Changmin.
"Baru punya pacar saja sekarang sudah berani kencan, saat aku gak ada di sana"ucap Lian yin.
"Sekali-kali yin"ucap Changmin dengan wajah memelas.
"Baiklah"gumam lian yin. "Udah cepat pergi"lanjutnya.
"Baik"Changmin segera menutup teleponnya. dan pergi bersama dengan Mei.
"Dasar, baru punya pacar saja sudah pamer mau kencan segala"gerutu Lian yin, menatap ke arah Yiwen yangsedang tertidur pulas.
Aku belum pernah ajak kamu kencan yang romantis, aku gak pernah ajak kamu jalan, saat kamu bersamaku, kita bahkan selalu terpisah, gak pernah ada kesan romantisnya sama sekali. Dan hanya waktu bulan madu, namun bukan hal yang spesial juga, karena di sana ada masalah yang mengganggunya membuat ia harus pulang lagi.
__ADS_1
"Saat semua sudah selesi, aku ingin ajak kamu ke suatu tempat"ucap Lian yin.
"Yin" panggil Yiwen yang masih tertidur.
"Ada apa syang"tanya Aron, berjalan mendekati Yiwen, duduk di ranjangnya, dengan jemari mengusap lembut wajah Yiwen.
"Ternyata kamu masih tidur"ucap Lian yin, yang masih mrmbelai lembut wajah Yiwen. dengan mata menatap wajha cantik Yiwen saat tertidur pulas.
"Entah kenapa aku merasa sangat nyaman bersama kamu, saat kita pertama bertemu, sampai kita menikah"gumam Lian yin, yang tak berhenti memandang wajah Yiwen.
"Yin"panggil yiwen lagi, memegang erat tangan Lian yin, dan menaruhnya di dadanya.
"Aku mencintai kamu, dengarkan detak jantungku, merasakan gimana rasanya aku berada di sisimu"gerutu Yiwen.
"Ngigau ini anak?" ucap Lian yin. mengusap wajah Yiwen, dan mengecup bibirnya lembut.
"Apa yang ingin kamu katakan syang"tanya Lian yin, berbisik di telinga kiri Yiwen.
"Yin, jangan ganggu aku tidur"gumam yiwen kesal, ia mendengar apa yang di katakan Lian yin di telinganya.
"Hehe.. maaf sudah kalau mau istirahat silahkan"ucap Lian yin menatap jam dipergelangan tangannya menunjukan pukul 14.00 pertandingan di mulai jsm 04.00 masi lama, banyak waktu unyuk iatirahat.
"Kamu jiga tidurlah"ucap yiwen menarima tangan lian yin agar tidur di sampingnya.
"gak, ngapain juga aku marah denganmu"ucap Yiwen.
"Ya sudah"ucap Lian yin segera membaringkan tubuhnya di samping yiwen.
--------000-----
Jam sudah menunjukan pukul 15.30
Tok. tok...
"Siapa sih ganggu"gumam Lian yin yang merengkuh erat tubuh Yiwen.
Ketukan pintu membuat Lian yin terkejut, ia beranjak dari ranjangnya, dan segera membuka pintu kamarnya.
"Lay ada apa?" tanya Lian yin.
"Sudah jam berapa ini, apa kalian mau tetap tidur saja"ucap Lay.
"Emangnya sekarang jam berapa?" tanya Lian yin.
"Jam setengah 4, Yiwen sudah mandi atau bangun tidur belum. Cepat pergi ke lapangan sebelum terlambat."ucap Lay.
__ADS_1
"Baiklah, makasih udah di ingatkan aku. Kamu dan Lyli pergi saja dulu ke prrtandingan. Aku akan bangunkan segera Yiwen."ucap Lian yin.
"Baiklah, cepat jangan sampai terlambat"ucap Lay mengingatkan.
"Siap"gumam Lian yin yang mulai menutup pintunya kembali.
"Yiwen! Cepat bangun"panggil Lian yin.
"Apa sih Yin?" tanya Yiwen.
"Kamu cepat bangun, pertandingan akan segera di mulai, sekarang bangun dan cuci muka."ucap Lian yin menarik tangan istrinya itu untuk bangun.
"Baiklah"ucap Yiwen.
"Ya, udah sekarang cepat cuci muka"Lian yin mendorong tubuh istrinya itu agar cepat bangun dan cuci muka.
"Iya, suami aku yang bawl tapi gemesin"gumam yiwen, yang segera cuci muka.
----00---
"Sekarang cepat ayo pergi"ucap Yiwen yang merasa waktunya gak banyak. Yiwen berlari keluar dari dalam hotel.
"Jangan lewat lift"ucap Lian yin.
"Kenapa" tanya Yiwen.
"udah kita turun melewati tangga saja, aku merasa aneh saja takutnya entar kamu terjadi apa-apa"gumam Lian yin, memegang tangan yiwen dan segera berlari menuruni anak tangga.
"Capek"ucap Yiwen.
"kamu harus latihan lari, nanti lawan kamu juga jago lari, jangan menyerah"ucap Lian yin memepuk pundak istrinya.
"Baiklah"ucap Yiwen tersenyum, ua mulai bangkit dan berlari kembali.
"Namun tiba-tiba ada seseorang yang menyerangnya dari belakang. "Siapa kamu?" tanya Yiwen, yang langsung spontan menepis balok kayu yang melayang ke arahnya, dan hampir saja mengenai dirinya.
"Yiwen kamu pergi saja dulu, aku akan hadapi dia sendiri"ucap Lian yin.
"Tapi jangan gunakan senjata kamu di sini, jika ketahuan aku takutnya kamu akan di tanggap"ucap Yiwen.
"Siap, aku bisa hadapi mereka dengan tangan kosong, udah sekarang kamu cepat pergi, sebelum kamu telat nantinya."teriak Lian yin mendorong tubuh Yiwen agar segera pergi.
"Baiklah, kamu hati-hati aku akan panggil Lay nanti"ucap Yiwen, ia mulai melanjutkan larinya lagi, menuju ke arah stadion di mana di lakukannya pertandingan lari maraton nantinya.
"Yin maaf, tapi aku yakin kamu akan bisa hadapi mereka, dan aku juga akan meminta bantua Lay"gumam Yiwen yang semakin mempercepat larinya.
__ADS_1