Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Ngambek


__ADS_3

kepalanya duduk di sofa ruang tamu. Melihat Yiwen sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Ia segera mengejar Yiwen langsung memeluknya dari belakang sangat erat. "Jangan pergi, aku gak mau kehilangan kamu lagi. Tetaplah disisiku, kamu boleh hukum kamu sepuas hatimu tentang perbuwatanku sekarang dan di masa lampau. Aku boleh memukulmu sepuasmu. Asalkan jangan pergi dari sisiku, tetaplah bersamaku. Jika kamu oergi entah gimana kelanjutan dari hidupku"ucap Lian yin. tak terasa butiran air mata menetes mengenai punggung tangan Yiwen.


Yiwen yang semula sangat marah dengan Lian yin, entah kenapa hatinya tiba-tiba luluh padanya, seakan kemarahan itu oerlaha rontok daei tubuhnya, ia tak bisa marah lagi dengannya, melihat Lian yin seperti itu ia sangat kasihan, Yiwen tidak tega harus membuat Lian yin menangis.


Yiwen melepaskan pelukan Lian yin, "Aku mau kamu merubah sifat keras kepalamu itu, dengarkan penjelasan orang lain sebelum kamu mengambil keputusan, hal itu akan membuat kamu jadi lebih terpuruk lagi dan menyesal nantinya"ucap Yiwen langsung memeluk suaminya itu. Ia mencoba memenangkan hati Lian yin yang sedang sedih.


"Iya, aku mohon kamu jangan pergi, atau berniat untuk pergi dariku, aku gak mau kamu pergi, tetaplah di sini temani aku, menjalani kerasnya hidup ini.m bersama dengaku. Hanya kamu yang bisa selalu menenangkan hatiku"gumam Lian yin.


"Iya, aku berharap bisa menemani kamu lagi"ucap Yiwen.


"Tapi kamu kalau ngambek. Jangan seperti anak kecil main pergi gitu saja bawa koper keluar rumah, selesain berdua jangan seperti ini. kita sudah suami istri jadi jangan bersifat seperti anak kecil main kabur saja"ucap Lian yin.


"Iya, iya. sekarang kamu makan dulu sana"pinta Yiwen.


" Bentar, aku mau balikan koper kamu ke kamar dulu, aku gak mau entar kamu pergi saat aku makan, setelah itu kita makan berdua nanti"ucap Lian yin.


"Maaf tuan, gara-gara saya tuan dan nyonya bertengkar"ucap pelayan itu yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"gak apa-apa bi, sudahlah lupakan saja tentang itu. Sekarang kita sudah baikan tidak bertengkar kok, oya gimana anak bibi sudah di kamar, sudha mandi kan"ucap yiwen.


"Sudah nyonya, makasih atas perhatiannya"ucap pelayan itu menundukkan kepalanya.


"Jangan panggil aku nyonya, panggil saja non, kalau nyonya entar aku terlihat terlalu tua dong"ucap Yiwen.


"Baik non"ucap pelayan itu.


"Non tuan silahkan makan, saya sudah siapkan makanan dari tadi buwat kalian"gumam pelayan itu.


"Kamu ke meja makan duluan, aku mau ke kemar dulu, nanti aku susul deh kamu makan"ucap Lian Yin.


"Baiklah jangan lama-lama ya"ucap yiwen.

__ADS_1


Yiwen segera bergegas menuju meja makan, tak Mei dan Changmin tiba-tiba datang dan sudah duduk di meja makan. "Kalian kapan kesini?" tanya Yiwen melotot ke arah Changmin.


"Sudah dari tadi" ucap Mei


"Jadi kamu sudah dari tadi melihatku dan Lian yin bertengkar"ucap Yiwen .


"Iya, gak mau ganggu aku langsung saja duduk dan menunggu kalian selesai bertengkar setelah itu makan bersama"ucap Changmin.


"Oya di mana Lian yin?" tanya Mei.


"Dia lagi di dalam"ucap Yiwen.


"Suruh cepetan dong kita-kita sudah lapar nih, nunggu kalian itu lama banget. perut aku sudah keroncongan dari tadi tahu gak"gumam Changmin.


"Kalian bicarain aku ya?" tanya Lian yin yang baru saja berjalan mendekati Yiwen.


"Udah ayo duduk kenapa kamu masih berdiri di situ"ucap Lian yin menarik tangan yiwen untuk segera duduk.


"Akhirnya kamu datang juga aku sudah lapar"ucap Changmin tanpa rasa malu lagi.


Mereka segera menyantap berbagai makanan enak di meja makan itu perlahan mulai habis. Mereka sangat lahapnya makan masakan enak buatan chef Lian yin.


"Mei kapan kita jenguk Tao lagi?" tanya Yiwen.


Uhukk... Changmin seketika tersendak dan langsung meraih satu gelas air putih di depanya. Ia melirik ke arah Lian yin.


"Kenapa kamu" tanya Yiwen.


"Apa kamu bawa dia bertemu Tao tadi pagi"tanya Changmin pada Mei.


"Iya, tapi dia gak ingat Tao siapa" ucap Mei dengan polosnya.

__ADS_1


"Besok pagi kita akan kerumah sakit jenguk Tao, sekalian dia tahu jika kita sudah menikah"ucap Lian yin memegang tangan Yiwen.


"Iya terserah, kasihan dia sepertinya tidak ada yang menjenguknya dari pihak keluarga. Emangnya di mana sih keluarga Tao itu?" tanya Yiwen.


"Keluarganya sudah lama gak ada, dan dia dulu hidup sama kamu, dan semenjak kamu bersama aku dia tinggal bersama Kuhan berharap jika paman Wo jian ayah kamu datang ke sana"gumam Lian Yin yang seolah sudah tahu semua tentang *** dan kehidupannya.


"Apa kamu bilang aku punya ayah?" tanya Yiwen.


"Iya, dia paman Wo jian tapi aku gak tahu di mana dia sekarang. Bahkan tidak ada yang tahi ayah kamu di maan, termasuk aku, Tao dan Luhan"gumam Lian yin menjelaskan.


"Di mana ayah aku sekarang?" ucap Yiwen pada dirinya.


"Gimana kalau besok setelah menjenguk tao, kamu antar ke rumah aku dan ayah aku dulu"lanjut Yiwen.


"Baiklah, tapi benar kamu mau kesana" tanya Lian yin.


"Iya, aku mau tahu rumah aku, aku bahkan setelah hilang ingatan tidak tahu gimana bentuk rumah aku, sekarang kondisinya bagaimana, bahkan di dalamnya saja aku sudah lupa, jima besok kesana siapa tahu aku bisa mengingat sedikit"ucap Yiwen.


"Baiklah, aku akan antar kamu besok. Aku akanantar kemana yang kamu inginkan"ucap Lian yin.


Mei dan Changmin hanya diam mendengarkan obrolan mereka tanpa tanya, bahkan Changmin menatap Lian yin bingung. Mungkin ia melihat kenapa Yin bisa baikan dengan Tao. Karena dia kan memang tidak tahu, yang tahu adalah Lay, gimana perjuangan Tao pertaruhkan cintanya untuk orang lain. Hanya karena ingin melihat orang yang di cintainya bisa bahagia.


"Oya di mana Lay?" tanya changmin pada Lian yin.


"Sia di Sydney, tapi entah kenapa dia belum pulang. Apa dia sudah keasikan di sana sampai dia tidak mengirim pesan dengan kita"ucap Lian yin.


"Iya, mentang mentang sudah senang di sana, dia lupa sama kita disini"ucap Changmin.


"Biarkan saja kasihan dia gak ada pasangan, biar disana dia bisa cari hiburan agar tidak galau, karena terus di tolak oleh wanita."ucap Lian yin.


"Iya sih, oya Mei nanti kamu ikut aku, aku mau tanya sesuatu lagi pada Kamu nanti"ucap yiwen.

__ADS_1


"Baiklah"Ucap Mei santainya.


Changmin menatap ke arah Lian yin seolah ia tahu apa yang di maksud Yiwen. Bahkan dia belum bicara dengan Mei sebelumnya takut jika dia marah. Dan ia lebih memilih Yiwen sesama wanita bisa bicara dari hati ke hati dengannya.


__ADS_2